Kediri (tahukediri.id) – Marsiah, calon jemaah haji asal Dusun Bogo, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini menjadi satu-satunya calon jemaah tertua di Indonesia.
Usianya lebih dari 104 tahun. Tepatnya 104 sembilan bulan tahun ini. Meski begitu, semangatnya untuk menjalankan rukun islam yang kelima itu tak pernah padam.
“Alhamdulillah, senang, nggih, hatinya adem,” ujarnya dengan wajah sumringah saat ditemui usai pelepasaan calon jemaah haji oleh Wakil Bupati Kediri di Conventions Hall Simpanh Lima Gumul (SLG), Selasa (7/4/2026).
Bukan hal mudah bagi Marsiah untuk akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Namun, sosoknya yang dikenal pekerja keras dan tekun menabung dari hasil berjualan jenang yang ia kumpulkan sedikit demi sedikit dengan harapan suatu saat dapat berangkat haji bisa tercapai.
Impian tersebut akhirnya terwujud setelah beliau mendaftar pada tahun 2021, tepat saat usianya menginjak 100 tahun.
“Saya dulu jualan jenang. Rutin jadinya saya kumpullan. Karena angan-angan (naik Haji), besok itu mampu ngumpulkan (Dalam bahasa Jawa),” katanya.
Meski telah berusia lanjut, kondisi kesehatan Ibu Marsiah tergolong baik. Ia mengaku hanya sesekali merasakan pegal ringan. Dalam kesehariannya, beliau tetap aktif bergerak di sekitar rumah untuk menjaga kebugaran tubuh.
Persiapan utama yang ia lakukan menjelang keberangkatan adalah menjaga kesehatan agar tetap fit selama menjalani rangkaian ibadah haji.
Dari ketiga anaknya, Marsiah akan didampingi anak keduanya, Muaidah (60) dalam menjalankan ibadah haji nantinya.
Muaidah mengungkapkan, bahwa sang ibu memang dikenal memiliki daya tahan tubuh yang kuat dan jarang sakit. Ibunya juga tidak memiliki pantangan makanan yang spesifik, kecuali makanan pedas.
“Alhamdulillah sehat, jarang-jarang sakit. Paling hanya kadang pegal di bagian tertentu,” ujarnya.
Muaidah juga menceritakan bahwa sang ibu memiliki pola makan yang sederhana dan tidak punya pantantangan makanan khusus. Kecuali makanan pedas yang tidak ia sukai. Marsiah lebih gemar mengonsumsi makanan seperti ayam, daging, serta buah-buahan, terutama pisang kepok.
“Mboten (tidak ada pantangan). Soale Alhamdulillah Mbah nya sehat, jarang-jarang sakit. Gak ada keluhan apa-apa ya seperti ini, paling yang dengkul linu-linu, kalau shalat ya di kursi,” katanya.
Dalam menjalankan ibadah sehari-hari, Marsiah tetap tekun, meskipun kini salat dilakukan dengan duduk di kursi karena faktor usia. Namun hal tersebut tidak mengurangi kekhusyukan dan semangat ibadahnya.
Ia berharap bisa terus sehat dan dapat menjalankan ibadah Haji dengan lancar tanpa ada kendala apa pun.
Keteguhan hati, kerja keras serta kesabaran Marsiah selama puluhan tahun bisa menjadi inspirasi bagi semua kalangan, bahwa niat baik akan menemukan jalannya. Usia bukanlah penghalang untuk meraih impian, terutama dalam menjalankan ibadah.
Keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Kediri sendiri dijadwalkan pada 19 Mei 2026 untuk kloter 109, 110, 111, selisih jamnya saja. Sedangkan untuk Kloter 112 tanggal 20 Mei 2026.
Untuk kepulangan dijadwalkan tanggal 29 Juni 2026 untuk kloter 109, 110, 111 dan tanggal 30 Juni untuk kloter 112. [nik/ang]

