Kediri (tahukediri.id) – Turnamen sepak bola antar kampung Asmorobangun Cup VII kembali menjadi magnet bagi pecinta sepak bola di Kabupaten Kediri dan sejumlah daerah di Jawa Timur. Selain menghadirkan pertandingan kompetitif, ajang yang diikuti 32 klub tersebut dinilai efektif sebagai sarana pembinaan atlet muda sekaligus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.
Kompetisi yang berlangsung selama 30 hari dengan sistem gugur itu diikuti tim-tim dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Kediri, Nganjuk, Blitar, Mojokerto, dan wilayah lainnya di Jawa Timur. Antusiasme peserta maupun penonton yang terus meningkat membuat Asmorobangun Cup menjadi salah satu turnamen sepak bola tingkat desa yang cukup diperhitungkan.
Mewakili Ketua KONI Kabupaten Kediri, Bendahara KONI Kabupaten Kediri, Fanny Risjon Nelvi Lumintang, memberikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan turnamen yang kini memasuki edisi ketujuh tersebut. Menurutnya, Asmorobangun Cup memiliki peran penting dalam proses pembinaan dan pencarian bibit-bibit pesepak bola potensial dari berbagai wilayah.
“KONI melihat pertandingan ini sangat bagus sekali tentunya untuk pembinaan-pembinaan sepak bola. Terutama di Asmorobangun ini yang jilid 7 sangat bagus sekali,” ujarnya.
Fanny menilai potensi pesepak bola di Kabupaten Kediri tersebar cukup merata. Sejumlah wilayah seperti Wates, Plosoklaten, Kepung, hingga Kras dinilai memiliki banyak pemain berbakat yang membutuhkan ruang kompetisi untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Menurutnya, keberadaan turnamen seperti Asmorobangun Cup dapat menjadi sarana bagi KONI dan organisasi sepak bola untuk mengamati perkembangan pemain yang berpotensi memperkuat Kabupaten Kediri pada ajang olahraga tingkat daerah maupun provinsi.

KONI Kabupaten Kediri juga berencana memperbanyak event sepak bola sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2029. Kabupaten Kediri sendiri diproyeksikan menjadi salah satu tuan rumah dalam ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
“Kemarin sempat kita sampaikan juga terkhususnya kita akan menyikapi dari PSSI Askab agar mereka mengadakan event-event yang ada sehingga KONI bisa melihat para atlet yang nantinya bisa dipersiapkan untuk 2029 sebagai tuan rumah Porprov,” jelasnya.
Melihat tingginya minat masyarakat dan besarnya potensi sepak bola di Kabupaten Kediri, Fanny menyebut KONI juga membuka peluang untuk menggelar kompetisi serupa bekerja sama dengan PSSI Askab Kabupaten Kediri.
“Kita akan usahakan untuk kompetisi berikutnya, KONI akan bekerja sama dengan PSSI untuk mengadakan kejuaraan, terutama Piala KONI nantinya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Asmorobangun, Sunardi, mengatakan keberhasilan penyelenggaraan Asmorobangun Cup tidak lepas dari kerja sama panitia dan dukungan masyarakat yang terus meningkat setiap tahun. Menurutnya, turnamen tersebut kini telah berkembang menjadi hiburan rakyat yang mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat.
“Yang datang ke sini bukan hanya penonton sepak bola. Banyak masyarakat yang menikmati suasana, berkumpul bersama teman dan keluarga, sekaligus menikmati kuliner UMKM yang berjualan di sekitar lapangan,” kata Sunardi.
Ia menjelaskan, dampak positif turnamen tidak hanya dirasakan di sektor olahraga, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar. Selama kompetisi berlangsung, pelaku UMKM, pedagang makanan dan minuman, hingga usaha kecil lainnya mengalami peningkatan pendapatan seiring ramainya pengunjung yang datang setiap pertandingan.
Selain menjadi ajang hiburan dan penggerak ekonomi lokal, Asmorobangun Cup juga menjadi panggung bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan pelatih, pengurus klub, maupun pencari bakat.
“Sudah banyak pemain yang tampil di event seperti ini kemudian mendapatkan kesempatan bermain di level yang lebih tinggi. Karena itu kami berharap Asmorobangun Cup bisa terus menjadi ajang pembuktian kemampuan para pemain muda,” ungkapnya.
Keberadaan Asmorobangun Cup diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Asmorobangun, tetapi juga berkembang menjadi salah satu pusat pembinaan sepak bola daerah yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dan memperkuat kebangkitan sepak bola Kabupaten Kediri di masa mendatang.
“Harapan kami dari KONI, sepak bola yang ada di Kediri ini agar lebih baik lagi, menunjukkan prestasi sehingga nama sepak bola Kabupaten Kediri kembali berjaya pada tahun-tahun mendatang,” tandas Fanny. [nik/ang]

