Kediri (tahukediri.id) – Kericuhan mewarnai pertandingan perdana Persik Kediri kontra Dewa Umited di Stadion Brawijaya Kota Kediri, pada Sabtu (5/9/2026).
Kericuhan yang terjadi di menit sekitar 70 menit tersebut sampai merobohkan pagar besi tribun di sebelah selatan.
Namun kondisi tersebut tidak berlangsung lama, dan suasana suporter kembali kondusif hingga akhir pertandingan.
Keributan juga sempat terjadi di menit ke-85, antara tim Macan Putih dan Dewa United.
Pelatih Utama Persik Kediri Marcos Reina Torres mengatakan permohonan maaf atas kekalahan persik di pertandingan perdana musim 2026/2027 di kandang, sehingga membuat para Persikmania kecewa.
“Kami meminta maaf karena kekalahan ini, karena kami memulai musim dengan tiga poin dan membawa kebanggaan bagi suporter tuan rumah, tapi kami yakin dikemudian hari akan mendapatkan kemenangan,” terangnya.
Ia juga berterimakasih atas dukungan suporter selama pertandingan. Karena menurutnya, kehadiran persikmania membuat skuad Macan Putih lebih semangat.
“Trakhir, saya juga senang dengan kehadiran suporter hari ini, karena kehadiran para suporter di Brawijaya membuat tim lebih kuat dari sebelumnya,” katanya.
Sementara menanggapi kemenangan Dewa United pada laga ini, Marcos menilai hal tersebut tidak lepas dari faktor alam.
Sementara menanggapi kemenangan Dewa United pada laga ini, Marcos menilai hal tersebut tidak lepas dari faktor alam.
“Babak pertama cuaca sangat berangin. Jika tidak ada kondisi seperti itu, mungkin gol tersebut tidak akan terjadi. Tapi inilah sepak bola,” ujarnya.
Meski begitu, Marcos tidak menjadikan kondisi cuaca sebagai faktor kekalahan Persik. Ia justru menilai penampilan tim kebanggannya kali ini bisa menjadi modal untuk pertandingan kedepannya.
“Jadi, mari kita berusaha lebih kuat lagi, bekerja keras lagi, maksimal lagi untuk mendapatkan kemenangan bagi para suporter,” tandasnya. [nik/ang]

