Kediri (tahukediri.id) – Bukan hanya soal memadamkan api. Petugas pemadam kebakaran juga kerap mendapat permintaan bantuan untuk berbagai kondisi darurat yang dialami masyarakat. Seperti yang dialami Alifian, siswa dari SMAN 1 Papar yang meminta tolong melepaskan cincin di jari manisnya yang sudaha membengkak.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menyampaikan, oemuda berusia 17 tahun itu datang ke Pos Damkar Pare pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 15.57 WIB.
“Seorang siswa dari SMAN 1 Papar datang ke Pos Damkar Pare untuk meminta bantuan melepaskan cincin di jari yang sudah membengkak,” katanya.
Lebih lanjut, Kaleb menjelaskan, petugas kemudian melakukan evakuasi dengan hati-hati. Cincin tersebut terpaksa dipotong menggunakan mini grinder agar bisa dilepaskan tanpa memperparah kondisi jari.
“Melakukan evakuasi cincin dengan cara dipotong menggunakan Mini Grinder,” ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung singkat, yakni sekitar enam menit atau hingga pukul 16.03 WIB. Petugas memastikan proses pemotongan dilakukan secara aman dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
Hasilnya, cincin berhasil dilepas dengan aman dan lancar. Alifian hanya mengalami luka ringan, sementara tidak ada korban yang mengalami luka berat maupun meninggal dunia.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ketika menghadapi kondisi darurat seperti cincin yang sudah terlalu ketat akibat jari membengkak, masyarakat tidak perlu memaksakan diri untuk melepasnya sendiri.
Petugas Damkar dapat membantu melakukan evakuasi dengan peralatan yang sesuai sehingga proses pelepasan dapat dilakukan secara lebih aman. [nik/ang]

