Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    5 September 2026 - 10:14

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 5 September 2026 - 10:14
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dorong ekosistem ekonomi syariah, Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) kolaborasi Pemerintah Kota Kediri bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) resmi dibuka hari ini, Jumat (4/9/206).

    Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah di Wilayah Mataraman melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, kegiatan yang diselenggarakan di kawasan Balai Kota Kediri tersebut dijadwalkan berlangsung hingga hari Minggu (6/9/2026).

    Wali Kota Kediri Vinanda Paresmati mengatakan kolaborasi tersebut penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Kota Kediri. Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar yang selama ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat.

    Banner Promo

    “Kegiatan ini yang pertama untuk mendorong ekosistem ekonomi syariah khususnya yang ada di Kota Kediri. Kemudian yang kedua, ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat untuk lebih memahami, kemudian lebih mengenal dan memanfaatkan potensi-potensi ekonomi syariah karena selama ini kita melihat banyak masyarakat yang menilai bahwa ekonomi syariah ini hanya sebatas perbankan,” katanya.

    Lebih jauh Mbak Wali sapaan akrab Wali Kota menuturkan, sejatinya ekonomi syariah memiliki ruang lingkup yang sangat luas, bukan hanya sebatas perbankan, tetapi juga mencakup fesyen muslim, kosmetik halal, makanan dan minuman halal, ekonomi kreatif hingga berbagai sektor usaha lainnya.

    Karena itu, SIAR 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi mampu menjadi wadah bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk mengenalkan sekaligus mengembangkan produk-produk berbasis ekonomi syariah.

    “Dengan adanya kegiatan ini kita berharap nantinya potensi-potensi ekonomi syariah khususnya yang ada di Kota Kediri bisa berkembang,” ujarnya.

    Ia juga melihat peluang besar untuk memperluas pasar produk UMKM Kota Kediri ke berbagai daerah di Mataraman. Begitu pula sebaliknya, produk unggulan dari daerah lain dapat dipasarkan di Kota Kediri.

    “Perwakilan Bank Indonesia ini kan jugavada banyak ya menaungi baik yang ada di Nganjuk, Blitar, Probolinggo, Pacitan dan lain sebagainya. Nah, ini ketika tadi perwakilan-perwakilannya hadir, hadir di sini melihat produk kita bagus, harapannya ini kita bisa mix. Nantinya produk Kota Kediri bisa dijual di sana, produknya Pacitan bisa masuk di sini juga, sehingga nanti terjadi perluasan pasar,” jelasnya.

    Pemkot Kediri, lanjut Mbak Wali berkomitmen memberikan dukungan kepada pelaku usaha lokal, termasuk membantu mempromosikan dan memfasilitasi produk-produk unggulan Kota Kediri dalam berbagai kegiatan ekonomi syariah.

    Disamping itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat mengatakan, SIAR 2026 merupakan hasil sinergi yang telah dibangun bersama pemerintah daerah di 13 kabupaten/kota wilayah Mataraman.

    “Ini memang hasil kerja-kerja kolaborasi kita dengan eh Pemkot Kediri dan juga eh Pemda-Pemda di 13 Kabupaten Kota di wilayah Mataraman ini,” terangnya.

    Kehiatan SIAR 2026 sendiri juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa Timur hingga menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) yang akan digelar di Surabaya pada 25-27 September mendatang.

    Menurut Yayat, pengembangan ekonomi syariah tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, lembaga keuangan, pelaku usaha, hingga masyarakat.

    Salah satu langkah konkret yang dilakukan di Kota Kediri adalah komitmen bersama untuk mewujudkan Kampung Halal.

    Program tersebut diharapkan menjadi model yang dapat dikembangkan dan diadopsi di wilayah lain, sekaligus memperkuat rantai pasok halal atau halal value chain.

    “Jadi nah ini bagian terutama memang sinergi dan kolaborasi ini yang akan terus kami kembangkan ke depan terutama untuk terkait pengembangan ekosistem ekonomi syariah ini tadi pengembangan rantai pasok halal,” terangnya.

    Bank Indonesia sendiri mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui tiga pilar utama. Yakni penguatan ekosistem rantai nilai halal, optimalisasi pembiayaan syariah, serta perluasan literasi dan inklusi ekonomi dan keuangan syariah.

    Yayat berharap penguatan ekosistem tersebut nantinya tidak hanya meningkatkan jumlah pelaku usaha yang masuk ke sektor halal, tetapi juga memperkuat keterhubungan antara pelaku usaha dengan lembaga keuangan syariah.

    Pada even SYIAR sendiri masyarakat tidak hanya disuguhkan ragam kuliner UMKM tetapi juga fashion, pelayanan publik seperti Halal Center, layanan paspor dari Imigrasi dan lainnya.

    Pada kesempatan tersebut masyarakat juga bisa mengikti pengajian yang diisi langsung oleh Habib Ja’far al Hadar.

    SIAR 2026 diharapkan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat Mataraman, sekaligus menjadi momentum memperkuat posisi ekonomi syariah sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Semoga sinergi dan kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat untuk mewujudkan perekonomian Indonesia yang semakin maju, inklusif, dan berkeadilan,” tandas Yayat. [nik/ang]

    Bank Indonesia Kediri Berita Kediri Kota Kediri SYIAR 2026
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDamkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak
    Next Article 10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    Info Lainnya

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02

    Tiket Laga Perdana Kontra Dewa United Cuma Rp50 Ribu, Persik Kediri Ingin Stadion Brawijaya Kembali Membara

    5 September 2026 - 09:58

    Tiga Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan di Kediri, Lahan Tebu hingga Silo Pabrik Terbakar

    5 September 2026 - 09:54

    Matangkan Potensi Ekonomi Desa, Mahasiswa Universitas Kadiri Rancang Konsep Bisnis ‘Singgah Ngasem’

    5 September 2026 - 08:08

    Dorong Daya Saing Produk Lokal, Mahasiswa Universitas Kadiri Dampingi 4 UMKM Toyoresmi Go Digital

    4 September 2026 - 09:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    5 September 2026 - 10:14

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02

    Tiket Laga Perdana Kontra Dewa United Cuma Rp50 Ribu, Persik Kediri Ingin Stadion Brawijaya Kembali Membara

    5 September 2026 - 09:58

    Tiga Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan di Kediri, Lahan Tebu hingga Silo Pabrik Terbakar

    5 September 2026 - 09:54
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.