Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri resmi melepas 1.205 calon jemaah haji hari ini, Selasa (7/4/2026) di Conventions Hall Simpang Lima Gumul.
Bupati Kediri yang diwakili Wakil Bupati Kediri Dewi Mariya Ulfa dalam sambutannya berpesan agar seluruh calon jemaah haji memprioritaskan kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Menurutnya, kondisi di Mekkah dan Madinah sangat berbeda dengan di Indonesia, baik dari segi cuaca maupun aktivitas ibadah yang membutuhkan stamina tinggi.
“Mau ibadah saja harus butuh fisik kuat, mau jalan ke masjid saja butuh beberapa kilo kan seperti itu. Jadi kesehatan itu kunci utama kalau pengin ibadah yang maksimal,” katanya.
Selain menjaga kondisi fisik, Dewi juga mengimbau para jemaah untuk saling menjaga dan membantu satu sama lain selama kurang lebih 40 hari berada di Tanah Suci.
“Jadi, menjadi keluarga di tanah air, eh di tanah suci seperti itu,” imbuhnya.
Sebagai bentuk perhatian, Pemerintah Kabupaten Kediri turut memberikan bekal berupa makanan khas daerah seperti sambal pecel dan sambal tumpang instan. Bekal ini diharapkan dapat mengurangi rasa rindu jemaah terhadap kampung halaman.
“Indomie saja, Indomi di Indonesia sama Indomie di sana, Arab Saudi sudah beda. Jadi makanya Mas Bup membawakan sambel pecel, sambel tumpang itu pasti yang dikangeni sama para jemaah itu,” ujarnya.
Pemkab Kediri juga memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan haji tahun ini, mulai dari pembiayaan petugas, fasilitas transportasi, hingga operasional pemberangkatan dan pemulangan jemaah.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Abd. Kholid Nawawi, menyampaikan bahwa calon jemaah haji Kabupaten Kediri terdiri dari 4 kloter yakni kloter 109 dengan jumlah 317 orang, Kloter 110 jumlahnya 372 orang, kloter 111 jumlahnya 365 orang, dan kloter 112 jumlahnya 151 orang. Total 1.205 calon jemaah haji.
“Kita masih punya cadangan, ada 62 orang yang ini dimungkinkan. Kuota yang memang ada jemaah yang mundur, meninggal, ataupun ada pembatalan yang lain. Tapi ini nanti diatur oleh PPIH (Panitia Penyelenggara Ibadah Haji) Embarkasi,” terangnya.
Kholid menambahkan, hingga sore hari ini pendaftaran haji di Kabupaten Kediri mencapai 40.589 calon jemaah, terdiri dari 18.867 laki-laki, 21.742 perempuan, serta lansianya ada 6.500.
Ia juga mengungkapkan bahwa salah satu jemaah asal Kediri menjadi yang tertua secara nasional, dengan usia lebih dari 104 tahun. Sosok tersebut dinilai menjadi inspirasi karena semangatnya untuk tetap menunaikan ibadah haji di usia senja.
“Yang tertua adalah atas nama mbah Matsiah dari Bogo Bulu Semen. Usianya 104 lebih 9 bulan, Ini jemaah tertua se-Indonesia,” katanya.
Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan seluruh jemaah haji asal Kediri dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dengan selamat.
“Jaga kesehatan, jangan memaksakan diri, dan fokus beribadah. Kami semua di Kediri menitipkan doa,” harapnya.
Harapan yang sama juga disampaikan Sri Astuti (60), calon jemaah asal Ngancar ini berharap diberi kelancaran selama melaksanakan ibadah di Tanah Suci dan pulang dalam keadaan selamat.
“Yang jelas minta sehat, minta apa itu dilindungi, diberi keselamatan dari berangkat, pulang, disana sampai pulang kembali, dilancarkan segala urusannya,” katanya.
Keberangkatan calon jemaah haji Kabupaten Kediri sendiri dijadwalkan pada 19 Mei 2026 untuk kloter 109, 110, 111, selisih jamnya saja. Sedangkan untuk Kloter 112 tanggal 20 Mei 2026.
Untuk kepulangan dijadwalkan tanggal 29 Juni 2026 untuk kloter 109, 110, 111 dan tanggal 30 Juni untuk kloter 112. [nik/ang]

