Kediri (tahukediri.id) – Momen libur panjang membawa berkah bagi pedagang nanas di kawasan wisata Gunung Kelud, Kabupaten Kediri. Meski belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi, sejumlah pedagang mulai merasakan adanya peningkatan penjualan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ibu Sini (60) salah satunya, pedagang nanas setempat yang mengaku penjualannya pada masa liburan tahun ini mulai membaik meski meski jauh jauh pada saat masa sebelum pandemi.
“Ada peningkatan, tapi dulu, sebelum pandemi, penghasilan banyak. Setelah pandemi, berkurang, dan sekarang sedikit meningkat,” ujarnya, Sabtu (3/1/2026).
Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, ada peningkatan meski tidak signifikan. Kenaikan penjualan paling terasa saat hari libur, ketika banyak pengunjung dari luar daerah datang berwisata.
“Kalau hari Minggu biasanya paling banyak Rp400 ribu atau Rp500 ribu. Minggu-minggu biasa kalau ramai, ada acara, ya sekitar Satu juta rupiah,” tambahnya.
Menurut Sini, jenis nanas yang paling banyak dicari pengunjung adalah nanas simplek dan nanas madu yang dikenal memiliki rasa manis. Meski jenis nanas tersebut juga ada di daerah lain.
Lebih lanjut Sini mengungkapkan, pembeli rata-rata berasal dari luar daerah seperti Malang, Tulungagung, Surabaya, hingga Jakarta.
Begitu juga dengan salah satu destinasi wisata andalan Kediri yakni Gunung Kelud yang juga mengalami peningkatan masa liburan akhir tahun 2025.
Koordinator ojek wisata Gunung Kelud, Mas Bagus Budiono, mengungkapkan bahwa jumlah penumpang ojek meningkat hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa. Pada kondisi normal, khususnya setiap hari Minggu, jumlah pengunjung yang menggunakan jasa ojek berkisar antara 700 hingga 800 orang.

“Biasanya, setiap hari Minggu, jumlah pengunjung yang naik ojek itu antara 700 sampai 800 orang. Kalau sekarang, mungkin bisa sampai 1.300 an lebih,” katanya.
Menurutnya, lonjakan pengunjung mulai terasa sejak tanggal 20 Desember lalu dan berlangsung konsisten hampir sepuluh hari terakhir. Ramainya wisatawan tak lepas dari daya tarik baru Gunung Kelud pasca erupsi.
“Setelah erupsi ini, yang paling terlihat dari Gunung Kelud adalah pemandangannya, beserta spot-spot foto. Rute jalannya sangat bagus untuk pengunjung dari luar kota. Mungkin di kota-kota tidak ada,” jelasnya.
Mayoritas wisatawan yang datang berasal dari wilayah luar Kediri, seperti Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, dan Gresik. Sementara itu, jumlah pengunjung lokal dari Kediri justru relatif lebih sedikit. “Kalau dari Kediri malah sedikit. Yang paling banyak memang dari luar kota,” tambahnya.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Bagus menilai terjadi peningkatan kunjungan yang cukup signifikan. Pada libur Tahun Baru tahun lalu, puncak kunjungan hanya terjadi pada 1 dan hari-hari sebelumnya cenderung sepi.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun ini jelas lebih ramai. Libur Tahun Baru 2025 ini peningkatannya terasa,” ungkapnya.
Tiket masuk wisata Gunung Kelud sebesar Rp10.000 per orang pada hari libur dan Rp8.000 di hari biasa. Sementara itu, tarif ojek wisata dibedakan berdasarkan jenis kendaraan parkir, yakni Rp40.000 pulang-pergi dari parkiran mobil dan Rp30.000 pulang-pergi dari parkiran motor.
Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, para pelaku wisata lokal berharap tren positif ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar Gunung Kelud. [nik/ang]

