Kediri (tahukediri.id) – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana menyapa langsung 100 siswa baru angkatan keempat SMA Dharma Wanita Boarding School Kabupaten Kediri Tahun Ajaran 2026/2027, pada Kamis (23/7/2026).
Dalam momentum yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional tersebut, Mas Dhito, sapaan akrabnya memberikan motivasi kepada para siswa agar fokus belajar, menjunjung kejujuran, serta menjauhi perilaku perundungan (bullying).
“Harapannya angkatan kedua, ketiga dan keempat yang baru masuk ini bisa mempertahankan apa yang sudah dicapai oleh angkatan pertama atau lebih,” katanya.
Untuk diketahui, tahun ini, jumlah peserta didik baru di SMA Dharma Wanita Boarding School ditetapkan sebanyak 100 siswa, lebih sedikit dibandingkan kuota sebelumnya yang mencapai 130 siswa. Penyesuaian dilakukan seiring hadirnya program Sekolah Rakyat di Kabupaten Kediri.
Mas Dhito juga memastikan akan menjadwalkan pertemuan dengan siswa angkatan ketiga dalam satu hingga dua pekan mendatang sebagai bentuk perhatian dan motivasi kepada seluruh peserta didik.
Pada kesempatan itu, Mas Dhito juga menanggapi beberapa pertanyaan siswa, di antaranya mengenai peluang memperoleh beasiswa kuliah. Ia meminta para siswa untuk tidak khawatir dan fokus menunjukkan prestasi.
“Beberapa yang menjadi pertanyaan dari anak-anak, apakah akan mendapatkan beasiswa kalau masuk perguruan tinggi? Persoalan beasiswa itu seleksi alam. Prinsipnya hari ini saya minta kepada anak-anak untuk fokus belajar dan bisa diterima dulu. Selebihnya itu baru nanti urusan kami yang ada di pemerintah dan beberapa orang-orang yang sukarela untuk menjadi donatur,” jelasnya.

Dalam pesannya kepada para pelajar, Mas Dhito menekankan pentingnya membangun karakter sejak dini.
Selain itu, Mas Dhito juga mengingatkan siswa agar menggunakan gawai secara bijak. Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
“Tadi permintaan anak-anak ada yang minta, bukan minta, mereka mau nabung untuk beli handphone. Cuman mereka juga harus paham menggunakan gadget dengan bijak, karena penggunaan gadget yang berlebihan juga akan
berdampak tidak baik. Jadi untuk anak-anak sekarang dua hal, gunakan gadget dengan bijak, yang kedua adalah jangan lakukan bullying. Kalau saya tahu ada bullying langsung saya coret,” tegasnya.
Kepala SMA Dharma Wanita Boarding School Ahmad Riziq Mubarok menjelaskan kehadiran Bupati Kediri setiap tahun menjadi tradisi untuk memberikan motivasi kepada para siswa baru.
“Setiap angkatan, Mas Bup (Mas Dhito) selalu meluangkan waktu untuk ketemu dengan anak-anak, tentunya untuk memotivasi anak-anak bahwa masa 3 tahun nanti di sini tidak mudah,” katanya.
Riziq menyebutkan, tahun ini sekolah menerima 298 pendaftar. Namun, setelah melalui seleksi administrasi, home visit untuk memverifikasi kondisi ekonomi keluarga, hingga bootcamp yang meliputi tes psikologi, kesehatan, literasi, numerasi, dan Focus Group Discussion (FGD), akhirnya terpilih 100 siswa yang berhak menerima beasiswa penuh dari Pemerintah Kabupaten Kediri.
Program pendidikan di sekolah tersebut tetap mengusung pendekatan family values, di mana para siswa tinggal dalam sistem “house” yang didampingi orang tua asrama, kakak, dan adik asuh sehingga tercipta suasana kekeluargaan.
Selain itu, sekolah juga memiliki program Pathway to University yang membimbing siswa sejak kelas X untuk menyusun portofolio dan mempersiapkan jalur masuk perguruan tinggi, baik melalui perguruan tinggi negeri, sekolah kedinasan, maupun perguruan tinggi keagamaan.
Usai masa MPLS selama satu pekan, para siswa akan mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Asrama (MPLSA) selama sekitar satu setengah bulan. Sementara inaugurasi atau pengukuhan siswa angkatan keempat dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026.
Salah satu siswa baru, Araynetta Arfacello Al-Bhara atau Arfa (16), mengaku bersyukur bisa diterima di SMA Dharma Wanita Boarding School.
Sebelum melanjutkan pendidikan, Arfa sempat berhenti sekolah dan bekerja. Informasi dari guru SMP mengenai sekolah berasrama gratis tersebut menjadi titik balik yang mengubah masa depannya.
“Sebenarnya alasannya karena tetap ingin sekolah. Dulu itu saya pernah tidak sekolah atau bekerja. Terus dengar atau dapat info dari guru saya SMP kalau di sini sekolahnya itu biaya gratis. Jadi saya coba daftar sini dan Alhamdulillah bisa diterima di sini dan bisa melanjutkan sekolah,” ungkapnya.
Momen paling berkesan baginya terjadi saat berdialog dengan Bupati Kediri mengenai tabungan siswa. Arfa yang selama ini belum pernah memiliki telepon genggam mengaku terharu ketika Mas Dhito menghadiahkan sebuah ponsel kepadanya.
“Perasaan saya senang, terharu. Karena akhirnya dari sekian lama sekarang punya HP sendiri, bisa merasakan punya HP sendiri. Terima kasih untuk Bapak Bupati, Pak Handhito, karena sudah sudah memberikan HP buat saya,” ucap Arfa penuh haru.
Kisah Arfa menjadi gambaran nyata bahwa SMA Dharma Wanita Boarding School tidak hanya membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu, tetapi juga menghadirkan harapan baru bagi mereka untuk meraih cita-cita melalui pendidikan yang berkualitas. [nik/ang]

