Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Wisata»Masjid Ash-Sholihin Kediri, Peninggalan Laskar Diponegoro yang Tetap Teguh Lintas Generasi

    Masjid Ash-Sholihin Kediri, Peninggalan Laskar Diponegoro yang Tetap Teguh Lintas Generasi

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Wisata 27 Februari 2026 - 14:23
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Satu lagi masjid jejak laskar Pangeran Diponegoro di Kabupaten Kediri, yakni Masjid Ash-Sholihin yang berlokasi di Jl. Pamenang IX, Dusun Ngasem Kecamatan Ngasem. Masjid kuno ini tetap teguh lintas generasi.

    Takmir Masjid Ash-Sholihin, Suyono menuturkan, sesuai namanya, masjid tersebut didirikan oleh seorang tokoh bernama Sholihin. Meski tidak bisa dipastikan kapan berdirinya, tapi masjid berasitektur klasik tersebut diyakini memiliki kaitan erat dengan laskar Pangeran Diponegoro, tokoh besar perlawanan Jawa pada abad ke-19. Hal ini dilihat dari adanya beberapa pohon sawo disekitar area masjid.

    “Semua laskar prajurit Diponegoro kan buyar. Ya, jadi Pak Sholihin ini aslinya dari Kanigoro (Blitar) sana. Terus tinggal di sini, kawin sama orang sini,” kata Suyono, Kamis (26/2/2026).

    Banner Promo

    Menurut Suyono, ciri khas majid peninggalan laskar Diponegoro adalah dengan adanya pohon sawo. Dulu ada sekitar 50 pohon sawo di area masjid, kini hanya tiga pohon yang tersisa.

    Pohon yang usianya kurang lebih 200 tahun tahun tersebut dibiarkan bertahan sebagai tanda jejak laskar pahlawan Jawa pada masanya.

    “Iya, memang biar orang-orang itu semua tahu kalau di mana-mana ada masjid yang ada pohonnya sawo ini, itu termasuk laskar Diponegoro,” ungkap takmir berusia 74 tahun itu.

    Masjid Ash-Sholihin di Kabupaten Kediri. [Nanik/tahukediri.id]

    Tak hanya pohon sawo, masjid ini juga masih menyisahkan bedug tua yang sudah ada sejak lama. Bangunan utama pun tetap dipertahankan keasliannya. Renovasi yang dilakukan selama sekitar 50 tahun terakhir hanya berupa penambahan dan perluasan, terutama di sisi selatan, tanpa mengubah bentuk asli masjid.

    Dahulu, tempat wudu masih berupa “jedengan” sederhana. Kini, fasilitas tersebut telah diperbarui, namun tetap menjaga nuansa tradisional.

    “Aslinya di sini dulu jedengan. Terus dibangun, sekarang sudah jadi begini,” ujarnya.

    Masjid Ash-Sholihin kini telah memasuki generasi ketiga pengelolaannya. Generasi pertama adalah Sholihin sendiri, disusul putranya, Abdurrahman Syafi’i. Kini, tongkat estafet diteruskan kepada cucunya, M. Sururi.

    Lebih dari sekadar bangunan, masjid ini adalah warisan sejarah dan spiritual yang dijaga lintas generasi. Di bawah naungan pohon sawo yang tersisa, Masjid Ash-Sholihin berdiri sebagai pengingat bahwa perjuangan tak selalu tercatat dalam buku sejarah, kadang ia hidup dalam cerita rakyat, dalam akar pohon tua, dan dalam dinding-dinding masjid yang tetap teguh menolak lupa. [nik/ang]

    Berita Kediri Masjid Kediri Ramadan
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleWFC Pindah ke Masjid! Ramadan Ubah Pola Kerja Profesional di Kediri
    Next Article Jelang Mudik Lebaran 2026, PUPR Kabupaten Kediri Terapkan Zero Lubang di Jalur Poros

    Info Lainnya

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.