Kediri (tahukediri.id) – Polres Kediri mengungkap kasus penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang dilakukan oleh seorang pria berinisial K.A, Rabu (29/4/2026).
Kapolres Kediri AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, tersangka membeli BBM subsidi secara berulang di SPBU, lalu memindahkannya ke dalam galon untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
“Tersangka membeli minyak pertalet seharga Rp10.000 menggunakan sarana motor Yamaha PCX warna merah dengan tangki berkapasitas 15 liter dan dipindah ke galon minum berkapasitas 15 liter yang ada di depan kita dengan menggunakan selang. Kemudian dijual ke toko pom mini di wilayah Kecamatan Gurah, Kota Kediri dengan harga Rp10.800 per liter,” jelasnya.
Kasus ini terungkap pada Senin, 13 April 2026 sekitar pukul 16.30 WIB saat Unit Tipidsus Satreskrim Polres Kediri melakukan penyelidikan di wilayah Plosoklaten. Petugas mendapati tersangka melakukan pembelian BBM secara berulang di SPBU 54.641.52.
Sekitar pukul 17.00 WIB, polisi kemudian menangkap tersangka di rumahnya di Dusun Klaten, Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan 16 galon berisi BBM jenis Pertalite dengan total sekitar 240 liter, serta sejumlah galon kosong, selang, dan peralatan lain yang digunakan untuk memindahkan BBM.
Dari pengakuannya, tersangka telah menjalankan praktik tersebut sejak tahun 2025. Dalam sehari, ia mampu mengumpulkan 200 hingga 300 liter BBM dengan cara membeli berulang hingga 20–30 kali.
“Bahwa tersangka mengaku melakukan perbuatan tidak benar penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut sejak tahun 2025,” katanya.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana diubah dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda hingga Rp60 miliar.
“Kami menetapkan saudara KA sebagai tersangka, dan bahwa pada hari Selasa, 14 April, tersangka telah dilakukan penahanan di rutan Polres, bahwa tersangka dengan inisial KA telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis pertalite untuk dijual lagi kepada toko pom mini,” tandasnya. [nik/ang]

