Kediri (tahukediri.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B) di Kota Kediri kini dilaksanakan selama enam hari dalam seminggu setelah sebelumnya hanya dua kali, dengan jumlah penerima mencapai sekitar 9.700 orang.
Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) DP3AP2KB Kota Kediri Siti Nur Laila Istiqomah mengatakan distribusi MBG 3B mulai berjalan pascalebaran sejak Selasa (31/3/2026).
“Iya, kalau pelaksanaannya, kami kan memantau di kader, mulai hari Selasa, kemarin ya. Awal setelah lebaran, sampai hari ini, berarti kan baru 2 hari ya,” katanya saat dikonfirmasi, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan data per 30 Maret 2026, jumlah penerima manfaat MBG di Kota Kediri mencapai sekitar 9.700 orang. Namun, angka tersebut masih bersifat dinamis karena pembaruan data dilakukan setiap hari.
“Saya tidak bilang tepatnya ya, totalnya sekitar 9.700-an per hari ini, karena kami itu update-nya itu setiap hari ya,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, distribusi MBG belum merata di seluruh wilayah. Hal ini dipengaruhi adanya evaluasi di beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga layanan di sejumlah kelurahan sempat dihentikan sementara.
Meski demikian, distribusi terus bergerak. Di Kecamatan Mojoroto, seluruh 14 kelurahan telah terlayani. Sementara di Kecamatan Kota, dari total 17 kelurahan, baru sembilan yang menerima distribusi. Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Pesantren, di mana dari 15 kelurahan, baru sembilan yang terjangkau.
“Tapi masih terus bergerak. Ini karena kami kan juga tidak bisa menjangkau 46 kelurahan dalam satu hari,” imbuhnya.
Dalam pendistribusian MBG 3B, sebanyak 621 kader Tim Pendamping Keluarga dilibatkan sebagai relawan. Peran mereka tidak hanya memastikan bantuan tepat sasaran, tetapi juga memberikan edukasi pencegahan stunting kepada masyarakat.
“Jadi sebenarnya tugas MBG distribusi MBG 3B ini adalah tugas yang menangani yang menempel atas tugas utama. Nah, begitu. Jadi adanya kader ini bukan karena adanya MBG, tapi sebelum ada MBG 3B, itu sudah ada kader yang mendampingi untuk pencegahan stunting,” tegasnya. [nik/ang]

