Kediri (tahukediri.id) – Satu lagi korban ledakan rakitan mercon di Kediri. Kali ini terjadi pada anak SD berinisial R (12) pada Sabtu (25/4/2026) di Dusun Bendorejo, Desa Tawang Kecamatan Wates.
Kasus tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian dan kini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri karena seluruh pihak yang terlibat masih berstatus anak di bawah umur
Kapolsek Wates, AKP Agus Sudarjanto, menyampaikan pihaknya menerima laporan awal adanya suara ledakan dari warga sekitar pukul 19.30 WIB. Namun saat petugas datang ke lokasi, situasi tampak normal dan tidak ditemukan tanda-tanda kejadian mencurigakan.
Sekitar pukul 00.00 WIB, ketika pihaknya patroli balap liar, ada warga yang melaporkan kasus yang sama dimana ada ledakan mercon di Dusun Bendorejo dan korbanya dirujuk ke RS SLG.
“Pas kita antisipasi balapan liar jam 00.00 WIB, 01.00 WIB itu ada warga yang ngomong, “loh, Pak, di Bendorejo ada ledakan petasan, loh. Nah, terus itu korbannya katanya di SLG”. Nah, akhirnya dari situ dilacak dari rumah sakit. Nah, tahulah akhirnya ada korban ditanya, akhirnya mengarah ke TKP ke rumah Bendorejo,” jelasnya.
Lebih lanjut AKP Agus menjelaskan, dari hasil penyelidikan, diketahui kejadian bermula saat tiga anak merakit bahan petasan secara mandiri. Salah satu anak membawa bahan-bahan seperti kalium klorat (KCl), sulfur, dan nitrat yang dibeli secara online. Bahan tersebut kemudian dicampur dalam wadah plastik kecil di rumah Z.
Awalnya, percobaan pembakaran berjalan tanpa ledakan besar. Namun karena merasa belum puas, mereka menambahkan bubuk petasan yang ditemukan dari sisa perayaan sebelumnya. Saat percobaan berikutnya dilakukan, percikan api menyambar campuran bahan lain yang berada di dekatnya hingga memicu ledakan.
Menurut AKP Agus, ledakan tersebut tidak kencang. Meski begitu, akibat kejadian tersebut, salah satu anak mengalami luka bakar pada tangan kiri dan ketiak bagian kiri. Namun demikian, kondisi korban dilaporkan tidak kritis.
“Misalkan tidak ditutup, aman malah. Percikan lompatan apinya enggak masuk itu, lah itu delalah mungkin apes ya, kekuatan apinya masuk ke Soles tadi itu, ledak lah. Tapi sebelumnya kalau dibilang ledak, karena masih terbuka ya. Ya bunyi ledakan tapi enggak kencang menurut saya kalau itu,” ujarnya.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti seperti bahan-bahan peledak yang digunakan di lokasi kejadian.
Diketahui para pelaku masih duduk dibangku kelas 6 SD, dan penanganan kasus ini kini dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kediri.
Pihak kepolisian juga mengimbau orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama terkait akses terhadap bahan berbahaya dan informasi dari internet.
“Kami harap ini menjadi pelajaran bersama. Peran orang tua sangat penting untuk mencegah hal serupa terjadi kembali,” pungkasnya. [nik/ang]

