Kediri (tahukediri.id) – Pembangunan Pasar Ngadiluwih kini mencapai 99, 101 persen, sisa 0,899 persen saja. Meski begitu capaian progres revitalisasi yang dimulai sejak Maret 2025 tersebut juga belum sesuai target waktu yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Kediri.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pasar Ngadiluwih, Tutik Purwaningsih menyampaikan berdasarkan hasil evaluasi, mengidentifikasi dan menindaklanjuti usulan sejumlah pihak pasca target 29 Januari 2026, pihaknya sepakat memberikan kesempatan kedua untuk melanjutkan proyek pasar dengan luas 1300 meter persegi tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Jadi kalau kesempatan pertama kemarin berakhir tanggal 29 Januari dengan bobot pekerjaan hanya tinggal 0,899% Selesai 99,1%, ini kami beri kesempatan kedua, karena sesuai dengan Perpres 16 Tahun 2018, kemudian LKPP Nomor 12 tahun 2021, secara aturan regulasi itu boleh,” jelasnya saat ditemui usai monitoring perkembangan revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari mitigasi Pemkab Kediri agar proyek strategis daerah tidak mangkrak dan tetap dinyatakan selesai pada tahun anggaran 2025.
“Jadi, kami mengupayakan sisa pekerjaan yang masih sisa kecil dari kontraktor ini bisa kami analisa sehingga bisa segera kami tindak lanjuti nanti setelah ada audit BPK,” imbuhnya.
Dalam kesempatan kedua ini, kontraktor diberi tambahan waktu 50 hari dengan batas akhir 21 Maret 2026. Meski demikian, pihaknya mendorong percepatan pengerjaan.
“Tapi kami menekankan kepada teman-teman kontraktor di action plan atau schedule-nya, apabila itu teman-teman bisa percepatan, insyaallah tidak sampai 1 bulan, mudah-mudahan selesai,” tegasnya.
Tutik juga menegaskan bahwa, pihak kontraktor juga tetap diberlakukan denda selama masa tambahan waktu dengan nilai sekitar 23 juta per hari.
Adapun sisa pekerjaan yang belum rampung tersebut di antaranya berfokus pada bagian fasad tengah atas pasar. Menurut Tutik, bagian tersebut meski sudah dikerjakan sebelumnya, hasilnya belum sesuai spesifikasi sehingga perlu pembenahan ulang.
Selain itu, terdapat koreksi pada pekerjaan pagar karena leveling belum sesuai. Kemudian pekerjaan lain yang meliputi pembersihan serta coating di area selasar dan los.
“Artinya sisa pekerjaan itu memang betul-betul yang sebelumnya sudah dikerjakan tapi tidak selesai. Jadi, persentasenya kurang lebih tadi tinggal 0,8, sama di beberapa koreksi di poles-poles,” jelasnya.
Sementara, pada pagar di sisi barat yang belum terbangun, lanjutnya, sudah dikeluarkan dari kontrak dan akan dikerjakan setelah audit BPK.
Sedangkan untuk fasilitas utama pasar, Tutik memastikan sudah siap digunakan. Instalasi air telah melalui uji fungsi dan kebocoran, listrik sudah dites di sejumlah titik, termasuk CCTV dan tata suara.
Tenaga Ahli Konsultan Independen, Hadi Wiyono, menambahkan meski sisa pekerjaan tak begitu banyak, namun hal tersebut merupakan pekerjaan spesifik yang membutuhkan keahlian khusus, seperti fasad, relief, dan lantai.
“Saya yakin kalau ini dilaksanakan dengan lancar, begitu ya, dalam waktu 2 minggu lah Itu sudah selesai. Kemudian kita akan review terkait dengan pekerjaan kurang yang nanti akan dikerjakan di tahap selanjutnya,” tegasnya.
Dengan capaian progres di atas 99 persen, Pemkab Kediri optimistis Pasar Ngadiluwih segera rampung dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai pusat perdagangan yang lebih representatif dan modern. [nik/ang]

