Kediri (tahukediri.id) – Pelaksanaan ibadah haji telah usai, para jemaah Kabupaten Kediri kini hanya menyelesaikan ibadah sunnah hingga jadwal keberangkatan pulang ke tanah air.
Mu’idah (60) jemaah haji Kabupaten Kediri yang tergabung dalam kolter 112 mengungkapkan rasa syukurnya atas seluruh ibadah wajib haji yang telah dilaksanakan dengan lancar.
“Alhamdulillah semua ibadah haji sudah selesai tinggal sunah,” ujarnya.
Mu’idah juga sangat bersyukur, ibunya Marsiyah, yang juga termasuk jemaah haji tertua di Indonesia dalam keadaan sehat selama menjalankan ibadah wajib haji. “Mbah marsiyah sehat ,minta doanya mudah-mudahan sampai nanti pulang sehat,” imbuhnya.
Menurutnya, di usianya yang kini lebih dari 104 tahun, Ibunya, Marsiyah tidak hanya mendoakan keluarga dan anak cucunya, tetapi juga bagi Kabupaten Kediri, khususnya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
“Doanya Mbah Marsiyah, Mudah-mudahan semua anak cucu bisa ngibadah ke Mekah medinah, dan juga mudah-mudahan Kabupaten Kediri, subur makmur, gemah ripah loh jinawi. Doa Mbah Marsiyah, mudah-mudahan, Pak bupati sehat, panjang umur yang barokah,” ujarnya.
Menjelang kepulangan, perempuan lanjut usia tersebut juga telah menyiapkan sejumlah oleh-oleh untuk keluarga di kampung halaman. Mu’idah menuturkan, untuk anak-anaknya, Mbah Marsiyah membeli surban, kopiah dan tasbih. Sedangkan untuk para cucunya, ia menyiapkan sajadah kecil dan boneka unta khas Arab Saudi.
Meski begitu, lanjutnya ia tetap membatasi oleh-oleh yang dibelinya lantaran ketentuan batasan barang bawaan pada kepulangan haji nanti.
“Kalo bawaan koper besar 32 kg, koper kecil 7 kg kalo air ZAM ZAM gak boleh dimasuki ke koper, sudah dapat jatah 5 liter,” terangnya.
Sementara, Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah, Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis mengatakan hingga saat ini belum ada laporan jemaah haji asal Kabupaten Kediri yang mengalami gangguan kesehatan serius.
“Sejauh ini tidak ada informasi terkait jemaah yang sakit,” jelasnya.
Kepulangan jemaah haji Kabupaten Kediri yang tergabung dalam Kloter 109, 110, dan 111 dijadwalkan pulang pada 29 Juni 2026.
Sedangkan Kloter 112 yang membawa Mbah Marsiah akan tiba sehari setelahnya, yakni pada 30 Juni 2026. [nik/ang]

