Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Seniman Jaranan Kediri Mengadu ke Mbak Wali, Minta Disbudpapora Dievaluasi

    Seniman Jaranan Kediri Mengadu ke Mbak Wali, Minta Disbudpapora Dievaluasi

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 27 Maret 2026 - 16:58
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Merasa tersisihkan atas kebijakan Dinas Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, puluhan seniman jaranan yang tergabung dalam Dewan Kesenian Jaranan Wahyu Krida Budaya menggelar aksi damai di dua tempat, pada Jumat (27/3/2026).

    Aksi pertama digelar di depan kantor Disbudparpora Kota Kediri, kemudian lanjut ke depan Kantor Pemerintahan Kota Kediri.

    Sekretaris Umum Wahyu Krida Budaya, Dian Widiasmoro, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan wujud keresahan para pelaku seni jaranan. Ia menilai adanya ketimpangan dalam kebijakan yang diterapkan oleh Kepala Dinas Kebudayaan, terutama terkait pembentukan organisasi baru yang dianggap tidak memiliki legalitas jelas.

    “Ini adalah sebuah bentuk keresahan kita sebagai seniman jaranan dari Kota Kediri itu dengan kebijakannya Kepala Dinas Kebudayaan yang dijalankan oleh Kepala Dinas ini kan sangat tidak berimbang,” katanya.

    Selain itu, pihaknya juga menyoroti dugaan penggunaan atribut organisasi Wahyu Krida Budaya oleh kelompok lain dalam pengurusan izin pementasan, meskipun kelompok tersebut bukan bagian dari organisasi resmi. Kondisi ini dinilai membingungkan sekaligus merugikan secara moral.

    Dengan memegang sejumlah spanduk dan membakar dupa depan kantor, dalam aksi tersebut, para seniman juga menyampaikan aspirasi langsung kepada Wali Kota Kediri, yang mereka anggap sebagai figur orang tua bagi masyarakat. Mereka berharap adanya evaluasi terhadap kepemimpinan di Dinas Kebudayaan, serta menghadirkan sosok yang dinilai mampu mengayomi dan merangkul seluruh pelaku seni.

    “Mulai dari awal itu tidak pernah kita ditemui, itu tidak. Nah, ini akhirnya ya, terpaksa kita mengadu ke ibunya, gitu loh. Ini ibu kita, orang tua kita, ya kita ngadu saja. Hanya mengadu saja, jadi tidak, istilahnya tanpa mengurangi rasa hormat toh juga kami selaku anak-anaknya ya, pasti menaruh hormat yang tinggi lah kepada beliaunya,” tegasnya.

    Sementata itu, Pemerintah Kota Kediri yang diwakili Asisten Ekonomi Dan Pembangunan Hery Purnomo, mengatakan bahwa akan menindaklanjuti aksi damai tersebut dengan memfasilitasi pembahasan tersebut lebih lanjut dengan melibatkan teman-teman Wahyu Kridha Budaya dan dinas terkait, yaitu Disbudparpora.

    “Kami akan menindaklanjuti aksi ini dan membahasnya lebih lanjut, insyaallah minggu depan. Tujuannya untuk memperjelas di mana letak permasalahan serta mencari solusi yang tepat,” terangnya.

    Para seniman berharap forum tersebut dapat menjadi titik awal rekonsiliasi dan penyatuan kembali komunitas jaranan di Kota Kediri.

    Saat ini, tercatat sekitar 61 kelompok jaranan telah menyatakan bergabung dengan Wahyu Krida Budaya secara resmi, sementara kelompok lainnya masih berada di posisi netral.

    Kondisi ini dinilai berpotensi memecah solidaritas seniman jika tidak segera ditangani.

    Para pelaku seni berharap, melalui dialog yang difasilitasi pemerintah, seluruh kelompok jaranan dapat kembali bersatu dalam satu wadah resmi demi menjaga kelestarian budaya sekaligus memperkuat identitas seni tradisional Kota Kediri.

    “Jadi kami berharap Mbak Wali mengevaluasi, kalau bisa dicopot, digantikan orang lain yang memang benar-benar punya kompetensi, bagaimana mengakomodir orang-orang jaranan itu gampang, enak diajak omong, begitu,” tandas Widiasmoro. [nik/ang]

    Aksi Damai Berita Kediri Jaranan Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleWarga Pare Kediri Heboh, Biawak Besar Muncul di Plafon Dapur Rumah
    Next Article Progres Baru 16 Persen, Pembangunan Sekolah Rakyat Kediri Dikebut dengan Target Operasi Juni 2026

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.