Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Solusi Limbah Lereng Kelud, Mahasiswa Unik Olah Kulit Nanas Jadi Sabun Mandi di Desa Sempu

    Solusi Limbah Lereng Kelud, Mahasiswa Unik Olah Kulit Nanas Jadi Sabun Mandi di Desa Sempu

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 28 Agustus 2026 - 09:12
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Kadiri (Unik) menghadirkan solusi kreatif dengan mengedukasi warga mengolah limbah kulit nanas menjadi sabun mandi bernilai jual
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Kawasan lereng Gunung Kelud di Desa Sempu, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, terkenal sebagai salah satu sentra penghasil nanas melimpah. Namun, melimpahnya produksi buah tersebut berbanding lurus dengan timbulan limbah kulit nanas yang selama ini terbuang sia-sia.

    Merespon kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Kadiri (Unik) menghadirkan solusi kreatif dengan mengedukasi warga mengolah limbah kulit nanas menjadi sabun mandi bernilai jual, pada Kamis (27/8/2026).

    Inovasi Praktis Berbahan Baku Potensi Lokal

    Banner Promo

    Pemrakarsa kegiatan dari Fakultas Pertanian Program Studi Agroteknologi Universitas Kadiri, Akhiriyatul Hasanah, mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari hasil observasi lapangan terhadap potensi serta masalah lingkungan di Desa Sempu.

    “Di sini ada limbah nanas yang terbuang sia-sia dan belum ada yang mengolah sama sekali. Kami dan teman-teman mencari inspirasi kira-kira bisa diolah menjadi apa, hingga akhirnya menemukan ide pembuatan sabun mandi ini,” ujar Akhiriyatul.

    Secara teknis, proses pembuatan sabun memanfaatkan kulit nanas yang masih menyisa sedikit bagian daging buahnya. Setelah bagian tajam dipisahkan, bahan dihaluskan dan dicampur beberapa tetes air jeruk nipis hingga merata. Adonan kemudian dituangkan ke dalam cetakan dan didiamkan beberapa hari hingga satu minggu sampai memadat sempurna.

    Rektor Universitas Kadiri, Ir. Djoko Rahardjo, M.P., hadiri pelatihan mengubah limbah nanas menjadi sabun di Desa Sempu, Ngancar, Kediri.

    Pelatihan yang digelar di Kantor Desa Sempu ini disambut antusias oleh warga, terutama kelompok ibu-ibu yang terlibat langsung dari tahap penyampaian teori hingga praktik mencetak sabun.

    Dorongan Program Berkelanjutan dan Desa Binaan

    Kepala Desa Sempu, Eko Suroso, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kepekaan mahasiswa Unik yang cepat beradaptasi dengan kebutuhan warga. Ia berharap program pendampingan UMKM dan olahan limbah ini tidak terputus saat masa Kukerta berakhir.

    “Harapan kami program Kukerta ini berkesinambungan dan terprogres ke depan. Jika desa kami masih dipercaya menjadi lokasi Kukerta berikutnya, programnya bisa berjenjang untuk mematangkan potensi olahan limbah ini,” harap Eko.

    Dukungan senada disampaikan Rektor Universitas Kadiri, Ir. Djoko Rahardjo, M.P., yang hadir secara langsung didampingi Ketua LP3M Drs. Budi Heryanto, M.M. Rektor menegaskan bahwa Kukerta adalah wahana utama bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu kampus demi memecahkan masalah riil di tengah masyarakat.

    “Mahasiswa harus menerapkan teori untuk pembangunan nyata di masyarakat. Keberhasilan Kukerta tidak hanya diukur dari bentuk fisik, tetapi juga hubungan erat yang terbangun. Ini titik awal yang baik agar ke depannya Desa Sempu bisa kita jadikan sebagai desa binaan Universitas Kadiri,” pungkas Djoko. [nik/ang]

    Mahasiswa Kukerta Olah Limbah Nanas Jadi Sabun Universitas Kadiri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePenyuluhan Hukum Perlindungan Anak dan Anti Kekerasan di Desa Toyoresmi Mendapat Antusiasme Tinggi dari Masyarakat
    Next Article Dorong Aksesibilitas Warga, BRI Peduli Salurkan Bantuan Rp50 Juta untuk Pavingisasi Jalan Desa Ngumpul Nganjuk

    Info Lainnya

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21

    Kunjungi KDMP Sonorejo, Menko Pangan Tekankan Penyaluran Subsidi Tepat ke Masyarakat

    15 Oktober 2026 - 19:17

    Peringati Hari Pelajar Sedunia, BLK Arsy Gas Indonesia dan ICA Ajak Siswa SMK Kartanegara Wates Masak 2.500 Porsi

    15 Oktober 2026 - 13:31
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Kota Kediri Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Wushu Jatim dan Nasional, 1.306 Atlet Ambil Bagian

    16 Oktober 2026 - 20:40

    Diduga Akibat Pembakaran Daduk, Lahan Tebu di Papar Kediri Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

    16 Oktober 2026 - 20:36

    Disdagin Kediri Matangkan Penataan 715 Pedagang, Pengundian Lapak Pasar Ngadiluwih Dimulai 27 Oktober

    16 Oktober 2026 - 20:33

    Buntut Protes Warga, Tambang PT EPAS di Puncu Ditutup Sementara hingga Kajian Independen Keluar

    16 Oktober 2026 - 15:55

    Sasar Dua Kafe Karaoke di Kras, Polres Kediri Temukan Satu Orang Diduga Positif Narkoba

    15 Oktober 2026 - 19:21
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.