Kediri (tahukediri.id) – Suasana Hari Raya Iduladha di Masjid Agung An-Nur Pare Kabupaten Kediri berlangsung semarak dengan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban yang melibatkan puluhan panitia dan distribusi untuk masyarakat sekitar, Rabu (27/5/2026). Tahun ini, ini, Masjid Agung An-Nur menerima total dua ekor sapi dan empat ekor kambing sebagai hewan kurban.
Ketua Takmir Masjid Agung An-Nur Pare Kediri, Dafid Fuadi, menyampaikan bahwa dua ekor sapi tersebut berasal dari Bupati Kediri dan Gubernur Jawa Timur, sementara empat ekor kambing merupakan partisipasi dari masyarakat.
“Dua ekor sapi, ya, dua ekor lembu, satu ekor dari Bupati Kediri dan satu ekor dari Gubernur Jawa Timur. Kemudian empat kambing dari masyarakat,” katanya.
Fuadi melanjutkan, kedua sapi kurban tersebut didatangkan dari tempat berbeda. Untuk Bupati Kediri didatangkan dari peternak Kediri yakni Irfa’i Group, sementara sapi kurban dari Gubernur Jawa Timur berasal dari Nganjuk.
Seluruh hewan kurban telah tiba sejak sehari sebelumnya dan dipastikan telah melalui pemeriksaan kesehatan serta dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan.
Sementara terkait pendistribusian daging kurban, panitia mengutamakan masyarakat sekitar masjid serta sejumlah kampung terdekat. Selain itu, beberapa lembaga dan kelompok masyarakat yang sebelumnya telah mengajukan permohonan juga turut menerima distribusi.
“Ya, pendistribusiannya yang jelas kita dari untuk masyarakat sekitar ya, masyarakat sekitar. Kemudian beberapa kampung yang terdekat dari kita, kemudian beberapa lembaga atau kelompok masyarakat yang mengajukan, mengajukan ke kami beberapa hari yang lalu,” jelasnya.
Menurut Fuadi, tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tidak ada sapi kurban dari Presiden yang ditempatkan di Masjid Agung An-Nur. Namun, jumlah kambing yang diterima mengalami peningkatan. Tahun lalu, masjid menerima tiga ekor sapi dan satu ekor kambing.
“Kalau tahun kemarin sapi Pak Prabowo ada di sini ya, tapi tahun ini kayaknya ditempatkan di tempat lain yang belum pernah. Tapi untuk kambing lebih banyak sekarang daripada tahun kemarin. Jemaah juga lebih banyak tahun ini dibanding tahun kemarin,” ujarnya.
Pelaksanaan kegiatan hewan kurban juga didukung oleh sekitar 50 orang panitia, bahkan diperkirakan jumlah petugas yang terlibat bisa lebih banyak dari angka tersebut.
Sementar Wisik mengaku senang kembali mendapatkan daging kurban setelah dua tahun lalu tidak bisa datang ke masjid lantaran kesehatan.
“Senang ya, karena kemarin-kemarin musimnya seret. Trus tahun kemarin juga nggak datang karena sakit,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan kurban ini, Masjid Agung An-Nur Pare berharap semangat berbagi dan kebersamaan Iduladha dapat terus dirasakan masyarakat secara luas. [nik/ang]

