Ringkasan Berita
- PG Meritjan menggelar tradisi ritual Tebu Manten pada Sabtu (30/5/2026) sebagai simbol kesiapan operasional pabrik.
- Aktivitas penggilingan tebu dijadwalkan resmi dimulai pada Jumat, 12 Juni 2026, dengan target 2,5 juta kuintal tebu.
- Kesiapan mekanisasi pabrik berada dalam performa puncak setelah meraih nilai 99,03% pada uji general steam test.
- g meritjaneritaAsosiasi petani berkomitmen menjaga eksistensi pabrik gula tertua di Kediri ini dengan memasok tebu berkualitas Manis, Bersih, Segar (MBS).
Kediri (tahukediri.id) – Resepsi tradisi Tebu Manten di Pabrik Gula (PG) Meritjan berlangsung khidmat di dalam stasiun stamvloor, pada Sabtu (30/5/2026). Sebelum memasuki inti acara ritus tahunan tersebut, sepasang tebu manten diarak meriah mengelilingi area pabrik dengan dikawal langsung oleh jajaran pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR).
Agenda sakral yang menandai dimulainya musim produksi ini dihadiri oleh Direktur SDM PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Affan Safiq, Jajaran General Manager Pabrik Gula Wilayah Jatim I, tokoh masyarakat, serta ratusan petani tebu binaan.
General Manager PG Meritjan, Tites Agung Priyono, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran jalannya prosesi budaya industri ini. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen internal perusahaan kini telah berada dalam posisi siap tempur untuk mengarungi musim giling 2026.
“Alhamdulillah resepsi tebu manten hari ini berjalan lancar dan kami siap melaksanakan giling 2026,” ujar Tites Agung Priyono saat memberikan keterangan kepada media.
Target Pasokan Naik Menjadi 2,5 Juta Kuintal
Manajemen PG Meritjan telah menetapkan tanggal start giling yang jatuh pada Jumat, 12 Juni 2026. Pada musim giling tahun ini, perusahaan mematok target volume tebu giling yang cukup ambisius, yakni mencapai 2,5 juta kuintal dengan target angka rendemen rata-rata sebesar 7,5%.
Pagu produksi tersebut mencatatkan kenaikan yang signifikan jika dibandingkan dengan capaian riil pada musim giling tahun lalu yang bertengger di angka 2,2 juta kuintal tebu.
“Kami optimis target tahun ini bisa tercapai karena ada dukungan dari program pemerintah CPCL (Calon Petani Calon Lahan) bongkar ratoon yang sudah kami mulai sejak tahun lalu,” imbuh Tites.
Guna mengamankan pasokan harian ke meja giling, PG Meritjan akan terus mempererat kolaborasi strategis dengan para petani mitra yang bernaung di bawah bendera APTR PG Meritjan sepanjang tahun berjalan.
Hasil Uji Mesin Prima dan Optimisme Laba
Optimisme serupa juga diembuskan oleh Direktur SDM PT SGN, Affan Safiq. Ia menilai performa finansial dan operasional PG Meritjan pada tahun 2026 ini akan mengalami grafik kenaikan yang positif berkat matangnya masa persiapan (off-season). Kondisi prima pabrik dibuktikan melalui pencapaian indikator teknis yang sangat memuaskan pada masa uji coba mesin sebelum musim giling bergulir.
“Apalagi, didukung dengan hasil nilai mencapai 99,03% saat general steam test di semua stasiun mesin dan kekompakan dengan petani, menunjukkan kesiapan PG Meritjan untuk melaksanakan giling 2026. Saya optimis PG Meritjan tahun ini akan bangkit dan laba,” tegas Affan Safiq.
Menjaga Eksistensi Pabrik Gula Tertua di Kediri
Dukungan penuh terhadap keberlanjutan operasional perusahaan disuarakan oleh Ketua APTR PG Meritjan, H. Mahmud Pujianto. Ia mengingatkan bahwa keberadaan pabrik gula ini memegang peranan krusial dalam menggerakkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat plurals di sekitar Kediri.
“PG Meritjan adalah perusahaan tertua di Kediri, harus kita jaga dan kita uri-uri (lestarikan) keberlanjutan perusahaan ini. Karena kehadiran PG Meritjan sangat membantu ekonomi masyarakat sekitar,” kata Mahmud.
Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, para petani binaan secara kolektif berjanji akan memprioritaskan pengiriman hasil panen mereka ke PG Meritjan. Para petani juga memastikan tebu tebangan yang dikirimkan telah lolos kualifikasi tebu ideal industri, yakni memenuhi standar komoditas yang Manis, Bersih, dan Segar (MBS) demi mendongkrak perolehan rendemen gula yang maksimal. ***

