Kediri (tahukediri.id) – Setelah dibukanya kembali Sumber Ubalan, wisata yang berlokasi di Sagi, Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik keindahan alam maupun wahana pemandian dan permainan yang sudah direvitalisasi dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp479.196.800 pada tahun 2025.
Di antaranya Imam Wijaya (23), pemuda asal Mojoroto, Kota Kediri yang berkunjung bersama kedua temannya ini memang tidak meragukan keindahan keindahan alam yang ada di Sumber Ubalan, meski beberapa wahana di dalamnya dinilai kurang lengkap dan perlu diperbaiki.
“Tertarik kesini karena alamnya indah. Harga (tiket)-nya cukup lah. Walaupun beberapa wahana dan kolam belum lengkap dan perlu diperbaiki,” katanya, Sabtu (17/1/2026).
Hal senada juga disampaikan Ahmad Dimas (25), yang berkunjung untuk menghabiskan waktu luang di akhir pekan. Menurutnya, tarif tiket masih terasa mahal jika dibandingkan dengan fasilitas yang tersedia saat ini.
“Alamnya oke, cuma Rp10 ribu (harga tiket) untuk anak muda seperti gen z kemahalan sih menurku untuk fasilitas wahana yang masih kurang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan bahwa, tarif Wisata Ubalan yang mulai diberlakukan sejak 2 Januari 2025 tersebut sesuai dengan sesuai Peraturan Daerah (Perda) Retribusi, yakni Rp6.000 untuk anak-anak dan Rp8.000 untuk dewasa pada hari biasa, serta Rp8.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk dewasa saat akhir pekan. “Tarif sesuai perda retribusi,” terangnya.
Lebih lanjut Mustika menjelaslan bahwa, selain ubalan, pihaknya akan mengoptimalisasi sejumlah wisata populer Kediri lainnya seperti Gunung Kelud, Simpang Lima Gumul (SLG), kawasan Besuki, dan Corah.
“Seperti kalau di ubalan, bangunan nya direhap, ditata, danau dinormalisasi dan diberi wahana-wahan seperti prahu, dan lain-lain,” jelasnya.
Untuk Sumber Ubalan sendiri, Mustika menuturkan bahwa saat ini masih dilakukan perbaikan berskala kecil, seperti pengecatan, perbaikan kebocoran kolam renang, seperti kolam renang dewasa dan penataan ringan. Sementara rehabilitasi besar direncanakan mulai tahun 2027, dengan pengajuan anggaran pada akhir tahun 2026.
“Ubalan masih ada perbaikan kecil-kecil. Yang lebih besar insyaallah di 2027. Kalau museum tahun ini,” imbuhnya.
Sebelumnya, Pemkab Kediri melakukan perbaikan pada kolam, wahana permainan, toilet, dan fasilitas dasar lainnya. Mustika menyebutkan, revitalisasi lanjutan bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus daya saing objek wisata.
“Tentu untuk menambah kenyamanan dan daya saing obyek,” pungkasnya. [nik/ang]

