Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Wujud Moderasi Beragama, SMPN 3 Grogol Kediri Dirikan Tiga Rumah Ibadah Sekaligus

    Wujud Moderasi Beragama, SMPN 3 Grogol Kediri Dirikan Tiga Rumah Ibadah Sekaligus

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 29 Januari 2026 - 12:51
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – SMP Negeri 3 Grogol, Kabupaten Kediri, membangun tiga rumah ibadah sekaligus, yakni musala, gereja, dan pura. Kebijakan mewujudkan penguatan moderasi beragama di lingkungan sekolah menegah atas ini mendapat apresiasi penuh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri.

    Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Muhsin menilai langkah SMPN 3 Grogol sebagai inisiatif luar biasa yang mencerminkan semangat toleransi dan kebhinekaan.

    “Atas nama pemerintah Kabupaten Kediri, ya, dalam hal ini Dinas Pendidikan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif dan upaya dari SMP Negeri 3 Grogol untuk mendirikan tiga tempat ibadah tiga agama sekaligus, ya. Ada Mushola, ada Pure, dan Gereja dan ini menjadi yang kedua, setelah SD Besowo, ya,” ujarnya saat ditemui usai kegiatan peletakan batu pertama pembangunan tiga tempat ibadah di SMPN Grogol Kabupaten Kediri, Kamis (29/1/2026).

    Muhsin menegaskan, keberadaan tiga rumah ibadah tersebut diharapkan tidak hanya menjadi fasilitas ibadah, tetapi juga menjadi laboratorium pendidikan karakter moderasi beragama, yang ditopang oleh empat pilar utama, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, serta penghargaan terhadap budaya lokal.

    “Kami berharap setelah tiga tempat ibadah ini berdiri, bisa menjadi laboratorium, ya, pendidikan karakter moderasi agama ya, yang ditopang oleh empat pilar ya, yaitu komitmen kebangsaan, kemudian toleransi, yang ketiga anti kekerasan, dan yang keempat mengakomodir budaya lokal,” tegasnya.

    Muhsin juga menyampaikan bahwa meskipun belum ada regulasi khusus mengenai bantuan pembangunan tempat ibadah di sekolah, pihaknya tetap mendukung penuh secara moral dan nonformal. Bahkan, dukungan secara pribadi juga dimungkinkan demi kelancaran pembangunan.

    “Ya, mungkin secara nonformal kita bisa memberikan dukungan terhadap upaya pembangunan ini. Kalau selama ini memang pembangunan tempat-tempat ibadah di sekolah itu belum-belum ada ya, yang mengatur bantuan dari mana. Tapi kalau itu tempat ibadah di masyarakat kan bisa. Makanya nanti, bisa saja secara individu, ya saya sebagai Muhsin, terus teman-teman lain itu bisa, bisa mensupport. Tapi tetap kita support, apapun bentuknya nanti,” terangnya.

    Inisiatif pembangunan ini disambut antusias oleh para wali murid dari berbagai agama. Angger, perwakilan wali murid beragama Kristen, mengungkapkan rasa bangganya sebagai bagian dari kelompok minoritas.

    “Sebagai orang tua dan sebagai minoritas, saya bangga. Anak saya nanti merasa tidak sendiri, imannya bisa bertumbuh lebih kuat karena difasilitasi dengan gereja di sekolah,” ungkapnya.

    Hal senada disampaikan Heri Iswanto, perwakilan umat Hindu. Menurutnya, pembangunan tiga rumah ibadah merupakan pondasi penting dalam menanamkan nilai persatuan dan saling menghargai.

    “Dari sinilah kita memupuk rasa persatuan, saling menghargai, dan saling menjaga dalam satu bingkai negara kita, itu. Jadi, termasuk pura, gereja, musala, maka itu sebagai mimpi kita yang ingin kita wujudkan bersama-sama,” ujarnya.

    Ia menambahkan, kendala utama pembangunan adalah pembiayaan. Namun, hal tersebut diatasi melalui gotong royong bersama komite sekolah dan wali murid. Kontribusi diberikan tidak hanya dalam bentuk dana dan material, tetapi juga tenaga, sesuai tradisi kebersamaan yang telah lama hidup di masyarakat.

    Sementara itu, Kepala SMPN 3 Grogol, Musiin, mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan tiga rumah ibadah telah direncanakan sejak tiga tahun lalu. Ide tersebut muncul karena keterbatasan ruang ibadah bagi siswa non-muslim yang selama ini harus memanfaatkan laboratorium sekolah.

    “Ini adalah mimpi yang menjadi nyata dan saya tidak menyangka ini bisa terjadi. Ini mulai 20 Desember dan kita sampaikan rencana sekolah untuk menampung keberagaman di SMPN 3 Grogol. Dan ini merupakan langkah kecil yang akan menjadi langkah besar,” katanya.

    Musiin menegaskan, seluruh pendanaan bersumber dari partisipasi sukarela masyarakat, dengan prinsip transparansi dan keterbukaan. Target penyelesaian pembangunan ketiga rumah ibadah tersebut diperkirakan dalam waktu empat bulan.

    Saat ini, SMPN 3 Grogol memiliki sekitar 480 siswa dengan keberagaman agama yang cukup signifikan dimana pemeluk agama Hindu terdapat 20 sisa begitu juga dengan agama Kristen. Keberadaan rumah ibadah ini diharapkan mampu membentuk generasi yang berkarakter mulia, saling menghargai perbedaan, dan menjunjung tinggi nilai toleransi.

    “Harapannya sederhana, anak-anak berkarakter mulia, itu aja pokoknya. Berkarakter mulia, menghargai perbedaan, hanya itu saja. Dan mereka nanti menjadi orang-orang yang dirundukan oleh penduduk langit, gitu saja,” pungkasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri jatim Sekolah Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePemkot Kediri Terima Penghargaan di UHC Award 2026, Kepesertaan JKN Tembus 99,21 Persen
    Next Article Ular Phyton 4 Meter Ditemukan di Belakang Rumah Warga Kediri

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.