Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Zuppa Soup Keliling di Pare Kediri, Kisah Irul Menjual Kuliner Italia dengan Harga Ramah Pelajar

    13 Juni 2026 - 19:36

    Harga Sembako Naik, Pedagang di Pasar Pamenang Kediri Keluhkan Pasokan Beras SPHP

    13 Juni 2026 - 19:27

    PCNU Kediri Kirim Surat Penolakan 5 Hari Sekolah ke Pemkab

    12 Juni 2026 - 21:44
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Kuliner»Zuppa Soup Keliling di Pare Kediri, Kisah Irul Menjual Kuliner Italia dengan Harga Ramah Pelajar

    Zuppa Soup Keliling di Pare Kediri, Kisah Irul Menjual Kuliner Italia dengan Harga Ramah Pelajar

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Kuliner 13 Juni 2026 - 19:36
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Irul menjual Zuppa Soup, hidangan khas Italia di Pare Kediri. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di tengah maraknya jajanan kekinian yang silih berganti tren, seorang pedagang di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, justru memilih menghadirkan menu yang berbeda. Irul (40), warga asal Jombang yang menetap di Pare sejak 2003, sukses menarik perhatian pelanggan dengan menjual Zuppa Soup, hidangan khas Italia yang masih jarang ditemui di kawasan Pare maupun Kediri secara umum.

    Berbekal sepeda motor dan oven mini, Irul berkeliling menjajakan Zuppa Soup hangat setiap pagi. Usaha yang dirintis sejak 2023 itu kini menjadi salah satu kuliner favorit, terutama di kalangan pelajar Kampung Inggris Pare.

    Berawal dari YouTube, Kini Jadi Usaha yang Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Bahan Baku

    Ide berjualan Zuppa Soup muncul dari kebiasaan sederhana menonton video di YouTube. Dari platform tersebut, Irul tertarik mempelajari cara membuat hidangan berbahan dasar sup krim yang dipadukan dengan lapisan puff pastry renyah di bagian atas.

    Keinginannya menghadirkan produk yang berbeda menjadi alasan utama memilih Zuppa Soup sebagai usaha kuliner.

    “Ya karena pingin beda dari yang lain. Kalau pentol, kan sudah banyak,” ujar Irul, Sabtu (13/6/2026).

    Sebelum terjun ke dunia kuliner, Irul bekerja sebagai tukang bangunan. Namun pada 2023, ia memutuskan mencoba peluang baru dengan berjualan makanan. Selama sekitar satu minggu, ia melakukan berbagai percobaan resep hingga menemukan formula yang sesuai sebelum akhirnya mulai menjual produknya kepada masyarakat.

    Keunikan lain dari usaha ini adalah seluruh bahan dibuat sendiri, termasuk puff pastry yang menjadi ciri khas Zuppa Soup. Langkah tersebut tidak hanya menjaga kualitas rasa, tetapi juga membuat produknya memiliki karakter berbeda dibandingkan produk sejenis yang menggunakan bahan siap pakai.

    “Semua bahan termasuk pastrynya bikin sendiri,” katanya.

    Menjadi Pilihan Sarapan Pelajar Kampung Inggris

    Setiap hari, Irul mulai berjualan sejak pukul 05.00 WIB hingga sekitar pukul 12.00 WIB di beberapa titik berbeda di kawasan Pare. Namun tak jarang dagangannya habis sebelum waktu tersebut.

    Dalam sehari, ia mengolah sekitar empat kilogram adonan yang mampu menghasilkan kurang lebih 200 porsi Zuppa Soup. Tingginya minat pembeli menunjukkan bahwa makanan dengan konsep sederhana namun berkualitas tetap memiliki pasar tersendiri, meskipun harus bersaing dengan berbagai jenis jajanan modern.

    Harga yang ditawarkan juga relatif terjangkau. Varian original dijual mulai Rp5.000 hingga Rp10.000 per porsi, sedangkan varian cokelat pisang dibanderol Rp7.000. Harga tersebut membuat Zuppa Soup Irul banyak diminati pelajar yang mencari menu sarapan praktis dan hemat.

    Fenomena ini mencerminkan berkembangnya sektor kuliner mikro di kawasan Kampung Inggris Pare. Ribuan pelajar dari berbagai daerah yang datang untuk belajar bahasa Inggris menciptakan permintaan tinggi terhadap makanan cepat saji dengan harga terjangkau. Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk menghadirkan produk yang unik sekaligus sesuai daya beli konsumen.

    Zuppa Soup, hidangan khas Italia buatan Irul di Pare Kediri. [nanik/tahukediri.id]

    Cita Rasa yang Mendapat Respons Positif

    Salah satu pelanggan, Laras, pelajar Kampung Inggris asal Bumiayu, mengaku terkejut dengan kualitas rasa Zuppa Soup yang dijual secara keliling.

    “Gak nyangka ya, rasanya seenak ini, apalagi yang coklat. Pas gitu rasanya gak kemaniasan. Gurihnya juga pas,” ujarnya.

    Menurut Laras, ukuran porsinya juga cocok untuk sarapan pagi. Selain mengenyangkan, harga yang ditawarkan dinilai sangat membantu pelajar dalam mengatur pengeluaran harian.

    “Ukuran Zuppa Soup ini menurutku sangat pas ya buat sarapan, trus harganya juga murah. Lumayan buat hemat pengeluaran,” katanya.

    Bertahan dengan Konsep Keliling

    Meski telah memiliki banyak pelanggan tetap, Irul memilih tetap berjualan secara keliling dibanding membuka lapak permanen. Baginya, biaya operasional usaha dengan sistem gerobak motor jauh lebih ringan dibanding harus menyewa tempat usaha.

    Di tengah kondisi ekonomi yang dinamis serta kenaikan berbagai biaya usaha, strategi tersebut dianggap lebih aman dan efisien untuk menjaga keberlangsungan bisnis.

    “Enggak (pilih buka lapak), biayanya tinggi kalau buka tempat,” tandasnya.

    Kisah Irul menunjukkan bahwa inovasi dan keberanian menghadirkan sesuatu yang berbeda dapat menjadi kunci bertahan di tengah persaingan usaha kuliner. Dari ide sederhana yang ditemukan melalui YouTube, ia berhasil mengembangkan usaha Zuppa Soup yang kini dikenal luas di kawasan Pare.

    Ke depan, meningkatnya aktivitas pendidikan di Kampung Inggris serta tingginya minat masyarakat terhadap kuliner unik berpotensi menjadi peluang bagi usaha kecil seperti milik Irul untuk terus berkembang dan memperkuat sektor UMKM lokal di Kabupaten Kediri. [nik/ang]

    Berita Kediri Kuliner Kediri Zuppa Soup Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHarga Sembako Naik, Pedagang di Pasar Pamenang Kediri Keluhkan Pasokan Beras SPHP

    Info Lainnya

    Harga Sembako Naik, Pedagang di Pasar Pamenang Kediri Keluhkan Pasokan Beras SPHP

    13 Juni 2026 - 19:27

    PCNU Kediri Kirim Surat Penolakan 5 Hari Sekolah ke Pemkab

    12 Juni 2026 - 21:44

    Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, BPS Kediri Bidik Usaha Digital yang Tak Kasat Mata

    12 Juni 2026 - 16:27

    Kian Masif dengan Modus Beragam, Pemkot Kediri Edukasi Pemilik Toko Kelontong untuk Cegah Peredaran Rokok Ilegal

    11 Juni 2026 - 22:03

    Satgas Pangan Temukan Kenaikan Harga Komoditas dan Berkurangnya Stok Minyakita di Kediri

    11 Juni 2026 - 21:56

    Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

    11 Juni 2026 - 21:49
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Zuppa Soup Keliling di Pare Kediri, Kisah Irul Menjual Kuliner Italia dengan Harga Ramah Pelajar

    13 Juni 2026 - 19:36

    Harga Sembako Naik, Pedagang di Pasar Pamenang Kediri Keluhkan Pasokan Beras SPHP

    13 Juni 2026 - 19:27

    PCNU Kediri Kirim Surat Penolakan 5 Hari Sekolah ke Pemkab

    12 Juni 2026 - 21:44

    Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, BPS Kediri Bidik Usaha Digital yang Tak Kasat Mata

    12 Juni 2026 - 16:27

    Kian Masif dengan Modus Beragam, Pemkot Kediri Edukasi Pemilik Toko Kelontong untuk Cegah Peredaran Rokok Ilegal

    11 Juni 2026 - 22:03
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.