Kediri (tahukediri.id) – Sebanyak sekitar 15.700 siswa dari 635 lembaga Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Kediri resmi melaksanakan Tes Kompetensi Akademik (TKA) mulai hari ini, Senin (20/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin mengatakan bahwa pelaksanaan TKA di tingkat SD ini dibagi menjadi empat gelombang mulai dari tanggal 20-30 April guna mengakomodasi kesiapan sarana dan prasarana di masing-masing sekolah.
“Gelombang pertama hari ini dan besok, kemudian gelombang kedua nanti hari Rabu dan Kamis. Gelombang ketiga Jumat-Sabtu, kemudian gelombang keempat Senin-Selasa,” katanya saat ditemui usai monitoring pelaksanaan TKA di SDN Gampengrejo.
Muhsin menegaskan, TKA tidak menjadi penentu kelulusan siswa. Namun, hasilnya akan digunakan sebagai salah satu indikator dalam seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya melalui jalur prestasi.
“Yang sudah ada kepastian dari kementerian bahwasanya hasil TKA ini nanti tetap ya, semangatnya tidak untuk kelulusan nanti akan ditetapkan oleh satuan pendidikan, tapi hasil TKA ini akan menjadi salah satu indikator penilaian untuk seleksi masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi,” tegasnya.
Lebih lanjut Muhsin menjelaskan bahwa pada jalur prestasi terdiri dari dua penilaian yakni 60 persen nilai akademik dan 40 persen non-akademik. Nilai akademik sendiri merupakan gabungan dari 70 persen TKA dan 30 persen nilai rapor. Sedangkan non-akademik mencakup berbagai prestasi seperti olahraga dan seni.
Sementara itu, Plt. Kepala SDN Gampengrejo Wibisono mengatakan bahwa pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan lancar. Pihaknya memanfaatkan laptop sekolah dan milik guru untuk mendukung ujian berbasis digital tersebut.
“Alhamdulillah kami bisa mengkondisikan untuk laptopnya, kita pakai inventaris sekolah dan dari laptopnya Bapak Ibu guru. Jadi, untuk kegiatan TKA ini supaya bisa berjalan lancar,” jelasnya.
Wibisono menambahkan, pihaknya juga menyiapkan tethering paket data untuk proktor dan teknisi untuk mengantisipasi seandainya ada Wi-Fi down yang menghambat jalannya TKA.
Di SDN Gampengrejo sendiri terdapat 18 siswa kelas 6 SD yang mengikuti TKA. Pelaksana ujian tersebut diselenggarakan selama dua hari, satu harinya yang dibagi dalam dua sesi.
Sebelumnya, sekolah telah memberikan pembekalan kepada siswa mulai dari gladi resik hingga motivasi agar mereka lebih siap dan percaya diri dalam menghadapi ujian.
“Kemarin kita juga motivasi untuk anak-anak, jangan tegang, diupayakan pelaksanaan TKA dengan gembira, biar nanti biar fokus, tidak, tidak istilahnya bisa mengerjakan dengan tenang,” pungkasnya.
Di SDN Gampengrejo sendiri, terdapat 18 siswa mengikuti TKA yang dibagi dalam dua sesi. Meski sempat ada kendala teknis pada salah satu perangkat, hal tersebut dapat segera diatasi.
Wibisono menambahkan, sekolah telah memberikan pembekalan kepada siswa sebelum pelaksanaan TKA agar mereka lebih siap dan percaya diri.
“Kami motivasi anak-anak supaya tidak tegang dan bisa mengerjakan dengan tenang. Alhamdulillah sejauh ini berjalan lancar,” pungkasnya.
Muhsin juga mengimbau siswa agar mengikuti TKA dengan serius namun tetap santai. Ia turut meminta peran orang tua untuk memberikan dukungan kepada anak-anak.
“Saya mengimbau kepada anak-anak untuk mengikuti ATK ini dengan sungguh-sungguh.
Dengan gembira tapi ya, enggak usah tegang dan belajar gitu. Pada orang tua tentu saya berharap bisa mendampingi ya, memberi motivasi. Pada anak-anak agar dalam mengikuti TKA ini bisa dengan semangat ya,” ungkapnya.
Selain itu, Pihaknya menekankan pentingnya integritas dalam pelaksanaan ujian kepada seluruh panitia.
“Para petugas, proktor, pengawas, dan teknisi saya minta untuk melaksanakan tugas dengan penuh integritas, ya, menjaga kejujuran dalam pelaksanaan TKA,” pungkasnya. [nik/ang]

