Kediri (tahukediri.id) – Hari ini, Selasa (9/3/2026) seluruh tingkat pendidikan di Kabupaten Kediri sebanyak kurang lebih sekitar 275.000 pelajar mulai dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga SMA sederajat secara serentak menggelar Apel Ikrar Pencegahan Kekerasan di Sekolah dan Ramadan-Idul Fitri Tanpa Petasan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mengatakan kegiatan digelar sebagai bentuk komitmen bersama menjaga ketertiban serta menumbuhkan karakter disiplin di kalangan pelajar selama bulan suci Ramadan.
“Nah, ini tujuannya, kita ingin mendidik anak-anak ya, membiasakan anak-anak untuk hidup disiplin, tertib, ya, tidak boros ya, karena petasan kan boros ya,” ujarnya.
Muhsin juga menegaskan, bahwa kegiatan ini juga merupakan implementasi arahan Bupati Kediri agar seluruh elemen masyarakat berperan aktif menciptakan suasana Ramadan yang aman dan kondusif.
Selain itu, pemerintah daerah juga menekankan perhatian terhadap sejumlah persoalan pendidikan, seperti pencegahan pernikahan dini, menekan angka putus sekolah, serta mencegah perundungan di lingkungan sekolah.
“Jadi, ikrar ini bagian dari implementasi arahan Mas Bupati dan kita berharap dengan ikrar ini para pelajar punya komitmen, ya, untuk yang sederhana saja, tidak membunyikan petasan, tidak melakukan kekerasan di sekolah, menaati tata tertib, ya, peraturan misalnya lalu lintas, menjauhi rokok dan narkoba ini,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem, Berdi Prayitno, menyampaikan harapannya agar siswa benar-benar menjalankan isi ikrar yang telah diucapkan.
“Harapannya anak-anak melaksanakan sesuai dengan ikrar yang telah diucapkan, sehingga tidak lagi membunyikan petasan di lingkungan masyarakat dan bisa mengajak lingkungan sekitarnya untuk menjaga ketertiban,” ungkapnya.
Ia menambahkan, meskipun masih ada sebagian yang bermain petasan. Namun, pihak sekolah optimistis melalui ikrar ini kesadaran siswa akan semakin meningkat. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan wali murid untuk mengawasi putra-putri mereka di rumah.
“Harapannya untuk tahun ini benar-benar anak-anak menyadari dan memahami tentang adanya ikrar yang telah disampaikan tadi,” ujarnya.
Diharapkan komitmen ini tidak hanya menjadi seremonial, melainkan benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Adanya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah, juga diharap Ramadan sampai Idul Fitri tahun ini di Kabupaten Kediri berlangsung lebih aman, tertib, dan penuh makna, sekaligus menjadi momentum pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak dan bertanggung jawab.
“Kalau di sekolah, Bapak/Ibu Kepala Sekolah, Bapak Ibu Guru bisa memantau, tapi kalau sudah di masyarakat kan ini akan dibantu Pak Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan semua unsur pemerintah, semua tokoh masyarakat bisa mencegah lah, mengingatkan ya, hal-hal yang tidak ada gunanya itu ya,” tandas Muhsin. [nik/ang]

