Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»496 Lansia di Kota Kediri Terima Bantuan PKH Plus Tahap II dari Pemprov Jatim

    496 Lansia di Kota Kediri Terima Bantuan PKH Plus Tahap II dari Pemprov Jatim

    Mohamad EdyMohamad Edy News 3 Juli 2025 - 20:15
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Dua lansia Kota Kediri menerima Bantuan PKH Plus Tahap II dari Pemprov Jatim
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dinas Sosial Kota Kediri menyalurkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Plus tahap II yang berasal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Kamis (3/7/2025). Program ini ditujukan kepada warga lanjut usia yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), atau saat ini dikenal sebagai DTSEN.

    Sebanyak 496 lansia di Kota Kediri tercatat sebagai penerima manfaat pada penyaluran tahap II tahun ini. Setiap penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp500.000, yang disalurkan melalui kerja sama dengan Bank Jatim Cabang Kediri.

    “Untuk tahap II ini jumlah penerima menurun dibanding tahap sebelumnya dikarenakan ada yang meninggal dunia dan ada yang sudah tidak menerima PKH lagi. Kegiatan penyaluran PKH Plus Provinsi Jatim dilakukan tiap 3 bulan sekali,” terang Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Paulus Luhur Budi.

    Guna memudahkan proses pengambilan bantuan, terutama bagi lansia yang tidak didampingi keluarga, Dinsos melibatkan pendamping PKH dan Tim Reaksi Cepat (TRC). Pengambilan bantuan tetap mengikuti prosedur ketat, yakni membawa KTP, buku rekening, dan surat kuasa bermaterai yang disahkan kelurahan bagi penerima yang diwakilkan.

    “Untuk pengambilan bantuan tidak boleh diwakilkan ke pendamping PKH, pegawai Dinsos atau pegawai kelurahan. Pengambilan bantuan bisa diwakilkan anggota keluarga tidak harus 1 KK namun harus ada surat kuasa bermaterai dengan diketahui kelurahan,” jelas Paulus.

    Proses penyaluran berlangsung selama dua hari. Hari pertama ditujukan untuk penerima dari Kecamatan Mojoroto dan sebagian dari Kecamatan Kota. Sedangkan Jumat (4/7) dialokasikan bagi sisanya di Kecamatan Kota serta Kecamatan Pesantren.

    “Sesuai petunjuk teknis dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur besok adalah hari terakhir jadi dihimbau para penerima untuk mengambil bantuan sesuai jadwal. Apabila bantuan tidak diambil maka akan dikembalikan ke kas pemerintah. Namun jika ada informasi terkait perpanjangan waktu pengambilan akan kita informasikan berikutnya,” ungkap Paulus.

    Paulus juga menyampaikan bahwa data penyaluran tahap II masih menggunakan DTKS, namun ke depan akan beralih ke basis data DTSEN, yang memungkinkan adanya pengurangan jumlah penerima.

    “Jadi untuk masyarakat yang mungkin di tahap berikutnya sudah tidak masuk lagi menjadi penerima PKH Plus mohon untuk mengerti karena untuk data penerima kita sudah menggunakan DTSEN sesuai arahan dari pemerintah,” ujarnya.

    Ia juga mengingatkan agar bantuan digunakan secara bijak. “Untuk bantuannya silahkan digunakan sebijak mungkin untuk membeli nutrisi tambahan yang bisa mendukung kesehatan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

    Salah satu penerima, Sumarmi (87) asal Kelurahan Campurejo, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. “Sudah dua kali saya menerima PKH Plus. Uangnya mau saya pakai untuk beli kebutuhan pokok dan buah,” ucapnya. ***

    jatim Kota Kediri PKH
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDelman Pare yang Berubah Haluan: Dari Angkut Barang ke Wisata Taman Tamrin
    Next Article Soto Daging Ringin Budho Pare, Legenda Kuliner Sejak 1956 yang Tak Pernah Sepi Pembeli

    Info Lainnya

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    Waspada Penipuan Investasi Bodong, BRI Nganjuk Ingatkan Warga Jangan Tergiur Imbal Hasil Tinggi Tak Wajar

    31 Agustus 2026 - 13:45

    Dari Konter Sembako Jadi Agen BRILink, Rere Cell Andalan Transaksi Keuangan Warga Ngronggot Nganjuk

    30 Agustus 2026 - 20:02
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Dari Jantung Pisang ke Pasar Nasional, Kisah Diah Bangkitkan Lagi UMKM-nya Usai Pandemi

    1 September 2026 - 20:04

    Ratusan Penambang Tradisional Kediri Raya Tuntut Tunggakan Pembayaran Proyek Tol

    1 September 2026 - 19:11

    Rotasi Tiga Kapolsek, Polres Kediri Dorong Energi Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

    31 Agustus 2026 - 20:22

    Wali Kota Kediri Turun Tangan Dampingi Korban Kekerasan Seksual, Minta Polisi Tegas

    31 Agustus 2026 - 20:18

    7 Atlet, 10 Medali! Ju-Jitsu Kabupaten Kediri Ukir Prestasi di Piala Gubernur Jatim 2026

    31 Agustus 2026 - 13:56
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.