Kediri (tahukediri.id) – Nanas Queen merupakan salah satu komuditas unggulan daerah Ngancar, Kabupaten Kediri yang sudah yang telah memiliki hak paten daerah. Hari ini, pada Selasa (16/12) nanas tersebut akan trial ekspor ke Arab Saudi.
Menurut Wariman, salah satu petani nanas yang juga tergabung dalam Koperasi Nanas Sumber Rezeki menyebutkan, perbedaan Nanas Queen Simplek dengan nanas lainnya yakni memiliki tekstur khas, dan struktur yang lebih besar. Bibitnya pun lebih sedikit.
“Pertama dari segi struktur lebih besar mbak, teksturnya juga beda. Bibitnya lebih sedikit,” katanya saat ditemui pada agenda seremonial pelepasan Ekspor Nanas Simplek ke Arab Saudi Senin (15/12).
Hasil tersebut tak lepas dari upaya meningkatkan kualitas dan produktivitas nanas yang dilakukan para petani nanas di Ngancar Khususnya. Ponirin salah satunya, petani nanas yang mengelola lahan seluas dua hektare dan kini juga fokus pada pengembangan nanas untuk pasar ekspor.
Dalam proses budidayanya, Ponirin mengungkapkan bahwa pemupukan menjadi kunci utama keberhasilan tanaman. Pada tahap awal, ia menggunakan pupuk kandang sebagai dasar penanaman. Pupuk organik ini berperan penting menjaga kesuburan tanah agar tidak cepat gersang dan tetap produktif untuk musim tanam berikutnya.
“Pupuk kandang, itu supaya ya, biar tanaman bisa subur. Setelah lepas, tanahnya juga tidak terlalu gersang. Selepas itu ditanami lagi, bisa bagus lagi. Semacam itu termasuk untuk kesuburan tanah kalau pupuk kandang itu,” jelasnya.
Setelah dua bulan masa tanam, pemupukan dilanjutkan dengan pupuk kimia seperti urea dan Ponska yang diberikan secara dikocor menggunakan alat semacam gendongan. Menurut Ponirin, pupuk kimia berfungsi memacu pertumbuhan tanaman agar lebih optimal. Namun, ia menegaskan bahwa hasil terbaik diperoleh dari perpaduan pupuk organik dan kimia dengan takaran yang tepat. “Ya, kalau kimianya itu untuk memacu pertumbuhan, semacam itu,” imbuhnya.
Memasuki usia sekitar delapan bulan, tanaman nanas mulai memasuki fase pembuahan. Pada tahap ini, perawatan semakin intensif, termasuk pemberian nutrisi tambahan untuk pembesaran buah. Baik pupuk organik cair maupun pupuk kimia khusus dapat digunakan, disesuaikan dengan kondisi tanaman. Ponirin juga menyebut penggunaan pupuk tertentu seperti KNO merah dapat membantu, asalkan sesuai dosis.
“Kalau pupuknya semacam sudah pembuahan itu ada sendiri. Itu semacam pupuk, kalau pakai kimia, pupuk organik termasuk terhadap itu juga bisa. KNO merah itu juga bisa, tapi harus punya takaran tersendiri,” terangnya.
Kondisi buah Nanas Queen Simplek yang dinilai lebih tahan lama juga menjadi pilihan Evy Kusumandari, CEO PT Andari Gemilang Nusantara untuk membawanya ke negeri Arab Saudi.
“Dari jenis simpleknya yang saya pilih karena lebih tahan lama di perjalanan,” katanya.
Evy mengatakan, jika trial ekspor nanas sebanyak 15 ton ini berhasil, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan ekspor seminggu sekali.
“Tapi, ini adalah trial ya. Trial artinya bahwa kalau misalkan ini berhasil dan hasil panen bagus sampai di sana, mereka akan melakukan MoU seminggu sekali pengiriman,” ujarnya.
Setelah dibawa jalan kapal, nanas akan dikarantina terlebih dahulu. “Jadi tanggal 17 kita karantina, tanggal 21-nya kapal jalan,” kata Evy.
Dengan penerapan budidaya yang tepat dan dukungan pihak terkait, petani nanas Kediri optimistis mampu menjaga kualitas hasil panen sekaligus memperluas pasar hingga mancanegara. ***
Reporter : Nanik Dwi Jayanti

