Kediri (tahukediri.id) – Sehubung pemerintah daerah Kabupaten Kediri memutuskan untuk tidak menyelenggarakan pesta kembang api, Wisata Gronjong Wariti yang berlokasi di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan akan tetap menggelar perayaan pergantian tahun baru.
Pengelola Wisata Gronjong Wariti, Riyadi, mengatakan, kegiatan ini bertujuan agar anak-anak muda khususnya tidak berkeliaran atau bahkan melakukan hal yang dapat merugikan.
“Pemerintah Kabupaten Kediri kan tidak boleh menyalakan kembang api. Tapi gimana, namanya kita juga di kampung, ya. Nanti daripada anak-anak itu kelayapan ke mana-mana, lebih kita tampung di sini kan kita menjaga keselamatan terutama anak muda-muda,” katanya pada reporter tahukediri.id, Rabu (24/12/2025).
Pada pergantian tahun baru pihaknya juga akan menyelenggarakan doa bersama, seperti perayaan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Masalah berdoa bersama, nanti kita selalu berdoa kok, Mbak. Jadi, Grojogan Wariti itu bukannya tiap kalau ada bencana saja,” ujarnya.
Riyadi menambahkan, Wisata Gronjong Wariti sejatinya memiliki kalender tersendiri, termasuk perayaan tahun baru dan Selapan sekali, doa bersama yang diselenggarakan setiap 36 hari sekali.
“Kita setiap selapan sekali namanya 36 hari sekali, kita selalu berdoa di sini itu. Jadi, tidak menunggu teman-temannya ya, kita berdoa agar Indonesia selamat dari bencana, khususnya Gronjong Wariti,” terangnya.
Pada pergantian tahun baru 2026 ini Wisata Gronjong Wariti akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang merakyat, antara lain mancing ikan lele, jagung bakar gratis mulai dari pukul 20.00 WIB hingga pesta kembang api yang dijadwalkan tepat pukul 00.00 WIB.
“Ini terbuka untuk umum. Ya, jadi untuk masyarakat sekitar sini, daripada jauh-jauh nanti di jalan banyak resiko, lebih baik hadir saja di desa kami,” ujarnya pada reporter tahukediri.id, Rabu (24/12).
Riyadi menambahkan, bahkan pihaknya menyiapkan lima kwintal ikan lele dan sekitar 300 kembang api untuk perayaan tahun baru ini. “Jadi, terutama untuk anak-anak muda itu daripada kelayapan ke mana-mana, kita tampung di sini untuk, atau itu, mengadakan mancing di Gronjong Wariti ini,” imbuhnya.
Meski begitu lanjutnya, ada syarat yang harus dipatuhi yakni dilarang membawa alkohol, dilarang membawa senjata tajam, dan dilarang membawa narkotika.
Menariknya, meski dalam rangka libur sekolah, Nataru (Natal dan Tahun Baru) serta ada rangkaian kegiatan malam tahun baru, harga tiket dan wahana di Wisata Gronjong Wariti tetap normal. Riyadi menegaskan pihaknya tidak menaikkan tarif demi menjaga keterjangkauan bagi semua kalangan.
“Moto kami kan Gronjong Wariti itu wisata paling murah se-Indonesia. Jadi, mau tidak mau kalau kita ini mengubah harga wahana, nanti kacau jadinya. Jadi, tetap saja harganya tetap, yang penting pengunjungnya lebih banyak,” tegasnya.
Ke depan, Riyadi berharap Wisata Gronjong Wariti dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar. Ia juga mengajak seluruh kru dan warga untuk mencintai wisata desa tersebut.
“Harapan ke depan lebih bagus lagi dan kami berharap kepada seluruh kru Gronjong Wariti, cintailah Gronjong Wariti biar belum tidak membuat dirimu kaya, tapi minimal Anda mendapat rezeki yang barokah dari wisata kami Gronjong Wariti,” tandasnya. [nik/ang]

