Kediri (tahukediri.id) – Pemahaman masyarakat tentang gizi masih kerap terpaku pada konsep lama empat sehat lima sempurna. Padahal, acuan tersebut kini dinilai sudah tidak relevan. Melalui kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Semampir 1, konsep gizi seimbang “Isi Piringku” mulai disosialisasikan kepada masyarakat Kota Kediri.
Hal tersebut disampaikan dalam peresmian SPPG Semampir 1 sekaligus sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar Rabu (7/1/2025), di Jalan Mayor Bismo Gang Makam, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota, Kota Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menegaskan bahwa porsi makanan dalam program MBG sering kali disalahartikan oleh masyarakat. Menurutnya, ukuran porsi bukan penentu utama kualitas gizi.
“Dengan porsi segitu bukan berarti pelit. Justru takaran itulah yang sesuai dengan kebutuhan gizi anak-anak menurut ahli gizi. Ini yang perlu kita informasikan agar tidak terjadi salah paham di masyarakat,” ujarnya.
Mbak Wali menyebut, SPPG memiliki peran strategis sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Dari dapur SPPG inilah kualitas kesehatan, kecerdasan, dan daya saing generasi masa depan mulai dibangun.
“Pembangunan Kota Kediri tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kesehatan dan kualitas generasi mudanya. Gizi adalah fondasi dasar untuk menciptakan masyarakat yang sehat, cerdas, dan produktif,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Semampir 1, Anastasya Sukma K., menjelaskan bahwa konsep gizi yang digunakan dalam Program Makan Bergizi Gratis mengacu pada pedoman “Isi Piringku” yang saat ini direkomendasikan secara nasional.
“Empat sehat lima sempurna sudah tidak relevan. Dalam ‘Isi Piringku’, kebutuhan gizi anak dapat terpenuhi tanpa harus selalu ada susu, karena nutrisi juga terkandung dalam sayur, lauk-pauk, dan bahan pangan lainnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, edukasi gizi akan dilakukan secara berkelanjutan ke sekolah-sekolah dan kelurahan agar wali murid memahami bahwa porsi kecil bukan berarti kurang gizi, melainkan sudah disesuaikan dengan kebutuhan harian anak.
SPPG Semampir 1 sendiri menargetkan sebanyak 2.410 penerima manfaat, mulai dari peserta didik PAUD hingga SMP, serta kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Distribusi MBG dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan jarak dan kesiapan sekolah.
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra menambahkan, SPPG Semampir merupakan wujud komitmen bersama dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi kebijakan strategis nasional.
“Kami berharap SPPG ini dikelola secara profesional, transparan, dan berkelanjutan. Jika ada kekurangan di lapangan, silakan disampaikan melalui saluran resmi agar bisa segera dibenahi,” pesannya.
Dengan pendekatan edukatif dan kolaborasi lintas sektor, SPPG Semampir diharapkan tidak hanya menyediakan makanan bergizi, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat demi menciptakan generasi Kota Kediri yang sehat dan berkualitas. [tan/ang]

