Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Revitalisasi Pasar Pamenang Pare Kediri Terkendala Status Aset Pedagang

    Revitalisasi Pasar Pamenang Pare Kediri Terkendala Status Aset Pedagang

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 13 Februari 2026 - 19:46
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Penataan lapak dan kios di Pasar Pamenang Pare, hingga kini sedang menjadi “PR” tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten Kediri. Seperti diketahui, pasar yang berlokasi di Jl. Argopuro, Plongko, Kecamatan Pare itu tak sedikit lapak pedagang berada di luar, sementara di dalam pasar sendiri masih banyak kios yang kosong.

    Dinas Perdagangan dan Perindustrian
    (Disdagin) Kabupaten Kediri menyebut, yang menjadi kendala utama rencana revitalisasi Pasar Pamenang adalah adanya sejumlah kios, maupun lapak yang masih menjadi milik pedagang.

    “Asetnya Pasar Pamenang sementara ini masih menjadi hak miliknya teman-teman pedagang, sehingga Pemkab tidak bisa intervensi. Misalkan mau rehab, kita juga malah keliru,” kata Kepala Disdagin Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih saat ditemui usai monitoring harga pangan di Pasar Pamenang, Kamis (13/2/2026).

    Meski begitu, lanjutnya, dalam dua tahun terakhir pihaknya tengah berupaya melakukan inventarisasi pedagang tidak aktif. Namun dari 300 kios yang kosong, hanya 26 pedagang yang merespon.

    “Dari 300 yang mengkonfirmasi hanya 26 pedagang. Sehingga sisanya itu sebetulnya secara regulasi bisa segera kami tindak lanjuti. Namun, kami berkesempatan kedua, himbauan di papan nama-papan nama,” ungkapnya.

    Tutik juga mengungkapkan, bahwa saat proses itu, ditemukan adanya praktik penjualan dan penyewaan kios oleh oknum pedagang. Padahal, transaksi tersebut tidak diperbolehkan karena aset belum menjadi inventaris pemerintah.

    “Nah, temuan-temuan ini yang menjadi evaluasi kami, artinya menjual, menyewakan itu secara asetnya Pemkab tidak diperkenankan,” terangnya.

    Upaya penghapusan kios tidak aktif juga terkendala data agunan di Bank Tabungan Negara (BTN). Sejumlah nama pedagang masih tercatat sebagai debitur sehingga penghapusan harus melibatkan yang bersangkutan. Maka, pihaknya saat ini mengusulkan penghapusan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) agar aset bisa segera masuk inventaris daerah. “Mungkin upaya itu nanti yang terakhir bisa kami koordinasikan dengan teman-teman aset,” imbuhnya.

    Menurut Tutik, sebenarnya revitalisasi Pasar Pamenang Pare ditargetkan akhir tahun 2029. Tetapi selain kendala tadi, terlambatnya pembangunan Pasar Ngadiluwih, masih adanya prioritas pasar lain yakni di Kandangan dan Gurah, serta ketersediaan anggaran juga turut mempengaruhi rencana tersebut.

    “Kalau dari target revitalisasi di 2029 akhir itu sudah ada gambaran dari Mas Bupati sesuai dengan komitmen beliau. Namun, ini kan ada sedikit kendala juga, Ngadiluwih agak terlambat, kemudian Kandangan sama Gurah ini masih proses FS,” ujarnya.

    Banyaknya kios kosong berdampak pada pedagang yang berjualan di luar area pasar hingga melewati batas waktu yang telah disepakati yakni pukul 07.00 WIB. Pemberian edukasi, penertiban rutin yang dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan pun dirasa belum berjalan optimal.

    “Jadi, tantangan kami di Pasar Pamenang itu masih luar biasa karena plannya dinas itu kebetulan sekarang masih Ngadiluwih, selang Ngadiluwih mungkin nanti Gurah, Kandangan. Nah, Pamenang nanti kami masuknya ya pelan-pelan karena apa? ketersediaan SDM, kemudian analisa FS-nya ini relokasi atau nanti dibenahi itu masih kami upayakan,” tandasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Kabupaten Kediri Revitalisasi Pasar
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePemkab Kediri Korvey Kerja Bakti Bersih Sampah di SLG
    Next Article Sambut Bulan Ramadan, SDN Mojoroto 3 Kediri Gelar Megengan

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.