Kediri (tahukediri.id) – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, SD Negeri Mojoroto 3 menggelar kegiatan Megengan dengan makan kue tradisional apem, doa bersama, serta tausiah bertema “Ramadan Ceria Anak Soleh Bahagia”, pada Jumat (13/2).
Kegiatan ini diikuti ratusan siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang beragama Islam. Sejak pagi hari, rangkaian acara diawali dengan salat Dhuha berjamaah, dilanjutkan tahlil bersama, penampilan tim rebana, serta kreativitas siswa sebagai pra-acara Megengan.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN Mojoroto 3, Ahmad Rama, mengatakan Megengan menjadi agenda utama dalam rangka menumbuhkan semangat dan kesiapan spiritual siswa menyambut Ramadan.
“Acara utamanya adalah Megengan. Tujuannya agar anak-anak antusias menyambut Ramadan dengan semangat. Sesuai tema kegiatan, Ramadan ceria, anak-anak bahagia, sehingga mereka lebih siap dan kuat menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kue apem yang dibagikan kepada siswa bukan sekadar makanan tradisional, melainkan sarat makna filosofis. Apem diyakini berasal dari kata afwan atau afuwun dalam bahasa Arab yang berarti ampunan, yang kemudian dilafalkan menjadi “apem” oleh masyarakat Jawa.
“Apem menjadi simbol saling memaafkan sebelum masuk bulan Ramadan, agar tidak ada dosa dan kesalahan antar sesama. Ini tradisi nenek moyang Jawa yang kami kenalkan kepada anak-anak,” jelasnya.
Sebagai penutup kegiatan, seluruh siswa dan guru mengikuti prosesi musafahah atau salam-salaman, sebagai wujud saling memaafkan menjelang bulan puasa. Tradisi ini diharapkan mampu menanamkan nilai keikhlasan, kebersamaan, dan akhlak mulia sejak usia dini. [Tan/ang]

