Kediri (tahukediri.id) – Kegiatan Becak On The Road mewarnai penyerahan 200 becak listrik bantuan Presiden RI di Kota Kediri, pada Rabu (25/2/2026). Ratusan becak listrik tersebut diserahkan kepada para penarik becak sebagai upaya mendukung transportasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak.
Penyerahan bantuan dipusatkan di Balai Kota Kediri dengan start dan finish di lokasi yang sama. Kegiatan dikemas secara humanis melalui touring becak, santunan, cek kesehatan gratis, kultum, hingga buka bersama.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan apresiasi kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas kepedulian yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para tukang becak.
“Momentum ini terasa istimewa karena bertepatan dengan satu tahun kepemimpinan kami bersama masyarakat Kota Kediri. Dengan adanya becak listrik ini, kerja para pengemudi menjadi lebih mudah, lebih produktif, dan diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Mbak Wali.
Mbak Wali menambahkan, kehadiran becak listrik juga merupakan bagian dari dorongan penggunaan transportasi ramah lingkungan. Ia meminta para penerima bantuan untuk memanfaatkan dan merawat becak dengan baik, serta menegaskan bahwa becak bantuan tersebut tidak boleh dijual atau dialihfungsikan.
Selain itu, Mbak Wali mendorong organisasi perangkat daerah terkait untuk menyiapkan program lanjutan guna memperkuat ekosistem becak listrik, termasuk pengembangan sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi pengemudi. Ia juga berharap dukungan penyediaan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) agar operasional becak listrik dapat berjalan optimal.
Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, menjelaskan bahwa bantuan becak listrik tersebut merupakan bentuk kepedulian Presiden terhadap para penarik becak yang sebagian besar sudah lanjut usia dan memiliki keterbatasan fisik.
“Becak listrik ini diharapkan bisa meringankan beban kerja dan meningkatkan penghasilan, sehingga para pengemudi tetap bisa mencari nafkah dengan lebih layak,” katanya.
Firman menegaskan, seluruh becak listrik berasal dari dana pribadi Presiden dan bukan dari APBN. Setiap unit becak listrik memiliki nilai sekitar Rp22 juta dan diproduksi oleh PT Pindad. Becak tersebut bersifat ramah lingkungan, ekonomis, serta mudah perawatannya.
Salah satu penerima bantuan, Pujo (76), mengaku senang dengan adanya becak listrik tersebut. Ia telah menjadi penarik becak sejak 1974 dan biasa mangkal di sekitar RSUD Gambiran.
“Senang sekali, ini meringankan beban kerja. Dulu pakai becak manual, sekarang lebih ringan. Kalau narik, tarifnya sukarela saja,” ujarnya.
Dengan adanya bantuan becak listrik ini, diharapkan kesejahteraan para penarik becak di Kota Kediri dapat meningkat sekaligus mendukung terwujudnya transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. [Tan/ang]

