Kediri (tahukediri.id) – Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Pare – Papar, tepatnya di Dusun Gamol, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, pada Rabu (25/2/2026) siang. Sebuah truk bermuatan tembakau rokok menabrak pohon ketepeng hingga menyebabkan sopir terjepit di dalam kabin.
Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Wicaksono menyampaikan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.07 WIB dimana pihaknya menerima laporan dari warga untuk meminta bantuan mengevakuasi korban yang terjepit kabin truk.
“Adanya laporan korban laka yang terjepit di kabin truk bermuatan tembakau rokok,” katanya.
Lebih lanjut Kaleb menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi di lokasi, truk melaju dari arah barat ke timur. Diduga sopir mengemudi dalam kondisi mengantuk sehingga kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pohon di seberang jalan.
“Menurut keterangan saksi di lokasi, sopir truk mengemudi dalam keadaan mengantuk. Kemudian hilang kendali dan menabrak pohon ketepeng di sebrang jalan. Truk mengarah dari barat ke timur,” jelasnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Damkar Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 14.02 WIB dan tiba sekitar pukul 14.06 WIB.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Petugas dari Bidang Pencegahan Kebakaran melakukan penyelamatan dengan menggunakan gerinda untuk memotong bagian kabin yang ringsek serta tali untuk membantu mengeluarkan korban.
Proses evakuasi proses evakuasi berjalan lancar dan terkendali hingga selesai pada pukul 15.35 WIB. Korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka ringan dalam kejadian ini. Namun, satu orang dilaporkan mengalami luka berat berupa fraktur terbuka pada kaki kiri dan telah mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dengan selamat. Kami mengimbau para pengemudi untuk selalu memastikan kondisi fisik prima sebelum berkendara demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Pihaknya menghimbau kepada masyarakat agar tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk demi menjaga keselamatan diri maupun orang lain.
“Kami mengimbau kepada seluruh pengendara agar tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh lelah atau mengantuk. Keselamatan di jalan harus menjadi prioritas utama,” tandasnya. [nik/ang]

