Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»Kuliner»Harga Bahan Naik, UMKM Kediri Ini Pilih Stabilkan Harga dan Genjot Produksi

    Harga Bahan Naik, UMKM Kediri Ini Pilih Stabilkan Harga dan Genjot Produksi

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti Kuliner 14 April 2026 - 19:41
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Madumongso Bu Binti, UMKM khas Kediri. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Di tengah gejolak harga bahan baku yang tidak menentu, Madumongso Bu Binti tetap eksis dengan mempertahankan harga normalnya.

    Madumongso Bu Binti merupakan salah satu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang berlokasi di Dahu, Jatirejo, Banyakan, Kabupaten Kediri. Tepat satu April nanti UMKM yang kini telah memiliki 10 produk olahan sendiri berumur tujuh tahun.

    Pemilik Madumongso Bu Binti, Binti Sholihah, mengatakan, bahwa awal ia merintis usahanya hanya berfokus pada madumongso, namun sering berjalannya waktu ia mengembangkan produksi olahan tradisional lainnya, mulai dari jenang, wajik, jadah, sambal pecel, hingga rengginang.

    “Yang kita produksi awalnya cuma madumongso saja. Terus ya, terus ada tambahan lagi ada jenang, ada wajik, pokoknya kita yang kita produksi ini sudah ada 10 macam produksi yang kita produksi sendiri,” ujarnya saat ditemui Selasa, (14/4/2026).

    Menurut Biniti, Madumongso masih menjadi produk andalan yang paling banyak dicari pelanggan. Namun, variasi produk justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak pembeli yang awalnya hanya ingin membeli madumongso, akhirnya turut membeli produk lainnya.

    Dari segi ketahanan, madumongso menjadi produk paling awet karena berbahan dasar tape fermentasi, sehingga dapat bertahan hingga 2 – 3 bulan. Sementara jenang bertahan sekitar satu minggu, wajik 2 – 3 hari, dan jadah hanya satu hari.

    Momen Lebaran menjadi lonjakan permintaan paling tinggi dibanding hari biasanya. Pada periode tersebut, produksi bisa meningkat hingga lima kali lipat dibanding hari biasa. Bahkan tahun ini jumlah produksinya lebih meningkat dibanding tahun lalu. Sementara untuk permintaan hantaran biasanya ada setiap akhir pekan.

    Madumongso Bu Binti, UMKM khas Kediri. [nanik/tahukediri.id]

    “Tahun ini pun juga masih meningkat, ya. Karena tahun kemarin kita produksi madumongso itu 6 ton, 6 ton madu mangsa. Untuk tahun ini kita bisa produksi 8,5 ton dan alhamdulillah habis,” ungkapnya.

    Meski harga bahan baku seperti ketan dan gula mengalami kenaikan, pihaknya memilih tetap mempertahankan harga jual. Strateginya adalah meningkatkan jumlah produksi untuk menutup kenaikan biaya.

    “Selama ini ya masih harga masih tetap. Soalnya, berpikirnya kita berusaha meningkatkan produksi yang banyak. Jadinya bisa menutupi harga-harga yang, ya, enggak kayak biasanya,” ujarnya.

    Produk Madumongso Bu Binti tak hanya terkenal di daerah lokal saja tetapi juga luar daerah seperti Kalimantan, Papua, dan Sulawesi. Bahkan, setiap hari Kamis pihaknya rutin mengirim jenang ke Hongkong dan Taiwan.

    Selain membuka gerai sendiri, Madumongso Bu Binti juga dilakukan melalui marketplace, terutama untuk produk madumongso, jenang, kering kentang, dan sambal pecel. Permintaan biasanya meningkat pada akhir pekan.

    Bu Binti memastikan seluruh produk dibuat setiap hari agar tetap segar. Untuk kebutuhan mendadak, pembeli juga bisa langsung datang karena stok selalu tersedia.

    Harga setiap produknya bervariasi Untuk jenang dengan berat 2-3 kg yakni Rp140.000-Rp200.000, Wajik 2-3kg Rp110.000-Rp150.000, Jadah 2-3 kg Rp100.000-Rp140.000. Sedangkan untuk madumongso mulai dari Rp75.000.

    Tak hanya memproduksi sendiri, Binti juga memberi ruang bagi pelaku UMKM untuk menitipkan produknya, meski dalam jumlah terbatas. [nik/ang]

    Berita Kediri Madumongso Bu Binti UMKM Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous Article27 SPPG PBNU Resmi Diluncurkan, Lirboyo Ditargetkan Tambah Hingga 20 Dapur Gizi
    Next Article Pemkot Kediri Tuntaskan Program DAK TPPKT, Kini Ketami Punya Wajah Baru dengan Ikonik Ikan Cupang

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Rumah Janda di Kediri Ludes Dibakar Mantan Suami, Kerugian Capai Rp1 Miliar

    16 Juli 2026 - 20:16
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.