Ringkasan Berita:
- Pemkab Kediri menyiapkan pengamanan ketat koper jemaah haji di Convention Hall SLG.
- Sebanyak empat kontainer disiapkan untuk empat kloter jemaah haji Kabupaten Kediri.
- Jumlah calon jemaah haji yang berangkat diperkirakan menjadi 1.208 orang.
- Pemerintah daerah menyiapkan armada, pengawalan, dan pengamanan hingga pemulangan.
Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten Kediri memperketat pengamanan koper jemaah haji di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) sebagai bagian persiapan keberangkatan ibadah haji tahun 2026.
Pengumpulan koper dilakukan pada Minggu, 17 Mei 2026, untuk seluruh calon jemaah haji Kabupaten Kediri yang tergabung dalam beberapa kloter keberangkatan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Kediri, Sumarlan, mengatakan Bupati Kediri telah berkomitmen penuh memberikan pelayanan maksimal bagi jemaah haji mulai proses pemberangkatan hingga pemulangan.
“Mas Bupati sudah punya komitmen untuk membantu jemaah haji Kabupaten Kediri sehingga untuk proses pemberangkatan sampai dengan pemulangan nanti insyaallah lengkap menyiapkan, menyiapkan armadanya. Termasuk ada pengawalan dan macam-macam,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kediri menyiapkan empat kontainer untuk memberangkatkan koper milik jemaah dari kloter 109 hingga 112 menuju asrama haji.
Pengiriman koper dilakukan satu hari sebelum keberangkatan jemaah sesuai ketentuan embarkasi dan regulasi dari Kementerian Haji.
Convention Hall SLG dipilih sebagai lokasi pengumpulan koper karena dinilai lebih representatif dan memudahkan proses pengamanan barang bawaan jemaah.
Petugas keamanan dan Satpol PP juga ditempatkan di lokasi untuk menjaga keamanan koper hingga proses pengiriman dilakukan.
“Nah, jadi kita tempatkan di convention hall ini dalam upaya jadi sebelum nanti diberangkatkan besok, kita lebih mudah untuk melakukan pengamanan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi melalui Kabid Bina Haji Mahfudzia Afindis menjelaskan pengumpulan koper dilakukan serentak untuk seluruh kloter meskipun jadwal keberangkatan berbeda.
“Walaupun kloternya berangkatnya enggak sama, ya. Ada yang hari Selasa, ada yang hari Rabu. Tapi untuk semua koper harus masuk hari ini di Convention Hall. Dan koper nanti akan diberangkatkan H-1 sebelum jemaah berangkat,” ujarnya.
Jumlah calon jemaah haji Kabupaten Kediri yang diperkirakan berangkat tahun ini mengalami perubahan menjadi 1.208 orang setelah adanya beberapa jemaah yang menunda keberangkatan karena alasan kesehatan.
“Jumlahnya kayaknya akan mengalami perbedaan karena kemarin ada jemaah yang tunda dua orang. Karena beliau sakit, kebetulan istrinya menggabung. Jadi, jemaah itu kalau yang bersangkutan meninggal, eh, ditunda berangkat karena sakit atau meninggal, maka penggabungnya otomatis juga tidak bisa berangkat. Jadi, sudah ada dua. Kemudian, kemarin kami juga menerima data terbaru dari Dinas Kesehatan, ada juga jemaah yang menyusul kondisinya menjadi tidak memenuhi syarat kesehatan istithaah, satu orang lagi. Jadi sudah kelihatan tiga,” terangnya.
Sebelumnya jumlah jemaah haji Kabupaten Kediri yang diprediksi berangkat mencapai 1.217 orang. Namun setelah adanya penundaan keberangkatan, jumlah sementara menjadi 1.214 jemaah dan kembali berkurang menjadi sekitar 1.208 jemaah.
Meski demikian, seluruh proses persiapan keberangkatan dipastikan tetap berjalan lancar, termasuk pemeriksaan kelengkapan identitas dan tanda koper milik jemaah di Convention Hall SLG.
Pemerintah Kabupaten Kediri berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah.
“Harapan kita, mudah-mudahan dengan upaya pemerintah Kabupaten Kediri untuk membantu jemaah dalam rangka pelaksanaan ibadah haji ini, mudah-mudahan jemaah haji Kabupaten Kediri nanti bisa melaksanakan ibadah dengan tenang, dengan baik, dan tentunya harapan kita nanti semuanya berangkat dan kembali bisa utuh,” pungkas Sumarlan. [nik/ang]

