Kediri (tahukediri.id) – Memperingati Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2026, PT KAI Daop 7 Madiun menggelar sosialisasi keselamatan perkeretaapian di Perlintasan Sebidang (JPL) 285 dan 286 wilayah Stasiun Kediri bersama mahasiswa dan pelajar, Rabu (20/5).
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat sekaligus mengajak generasi muda mengambil peran aktif sebagai duta keselamatan.
“Kami bersama-sama dengan teman-teman dari golongan Gen Z ya, untuk mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berdisiplin di dalam berlalu lintas. Dan ini juga dalam rangka kita memperingati Hari Kebangkitan Nasional di tanggal 20 Mei 2026 ini yang bertemakan jaga generasi muda kita, ya demi kedaulatan negara, dan ini yang kita gaungkan di pada hari ini, mengajak dari teman-teman Gen Z untuk menjadi duta keselamatan, ya,” katanya.
Menurutnya, momentum Hari Kebangkitan Nasional dimanfaatkan untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun budaya keselamatan sejak dari lingkungan terdekat.
Pemilihan lokasi sosialisasi di perlintasan sebidang 286 wilayah Stasiun Kediri juga bukan tanpa alasan. Selain berada pada jalur aktif, kawasan tersebut dinilai menjadi titik strategis untuk mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin dan tidak melanggar aturan lalu lintas saat melintas.
“Ya, kami melaksanakan di area ini ya, karena di sini juga daerah apa? lintasnya juga satu jalur ya dan kemungkinan juga ada yang melawan arah dan lain sebagainya,” terangnya.
Tohari mengingatkan kembali aturan hukum yang berlaku demi keselamatan bersama sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Pengguna jalan wajib berhenti ketika sirine mulai berbunyi dan saat palang pintu mulai ditutup, serta mendahulukan perjalanan kereta api.
Tohari mengakui, angka kejadian di perlintasan sebidang hingga 2026 masih menjadi perhatian. Mayoritas insiden dipicu faktor kelalaian dan rendahnya disiplin pengguna jalan. Karena itu, KAI Daop 7 Madiun terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Polsuska, komunitas, hingga elemen masyarakat untuk memperkuat kampanye keselamatan di seluruh perlintasan.
“Jadi seperti itu. Jadi kita mengajak pada masyarakat pengguna jalan untuk selalu berteman jalur kita, berteman yaitu berhenti, tengok kiri, tengok kanan, pastikan itu aman baru jalan,” tandasnya. [nik/ang]

