Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Kasus Hantavirus Kediri Dipastikan Nihil Dinkes Imbau Warga Waspadai Penularan Lewat Tikus

    Kasus Hantavirus Kediri Dipastikan Nihil Dinkes Imbau Warga Waspadai Penularan Lewat Tikus

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 21 Mei 2026 - 14:31
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Ringkasan Berita

    • Dinas Kesehatan memastikan wilayah Kabupaten Kediri hingga saat ini aman dan nihil dari temuan kasus Hantavirus.
    • Hantavirus merupakan penyakit menular bersumber dari tikus melalui paparan urin, air liur, maupun lingkungan yang terkontaminasi.
    • Dinkes Kediri mengoptimalkan sistem surveilans mingguan melalui jaringan puskesmas untuk mengantisipasi potensi penyakit menular luar biasa.
    • Masyarakat diimbau menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta menggunakan alat pelindung diri saat di sawah.

    Kediri (tahukediri.id) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri memastikan kasus Hantavirus Kediri hingga saat ini masih nihil dan berada dalam kondisi aman di tengah maraknya informasi masuknya virus tersebut ke Indonesia. Otoritas kesehatan setempat bergerak cepat memperketat pengawasan lingkungan guna mengantisipasi penularan penyakit yang bersumber dari hewan pengerat tersebut.

    Masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan dini melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

    Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Ahmad Khotib, menegaskan bahwa wilayah Jawa Timur, khususnya Kediri, belum mendeteksi adanya penularan virus ini. Meski persebaran awal virus dilaporkan berasal dari luar negeri, kewaspadaan masyarakat harus tetap ditingkatkan mengingat populasi tikus di lingkungan pemukiman dan pertanian cukup tinggi.

    “Insyaallah wilayah kita Jawa Timur aman, insyaallah Kediri juga aman. Dan memang awal penularan virus ini kan di luar negeri. Yang tapi tetap kita, karena di daerah kita banyak tikus, ya otomatis kita tidak ada salahnya semua masyarakat untuk melakukan kewaspadaan,” ujarnya pada Rabu (20/5/2026).

    Ahmad Khotib menguraikan bahwa mekanisme penularan Hantavirus sangat erat kaitannya dengan kebersihan lingkungan. Manusia dapat terinfeksi apabila terjadi kontak langsung dengan urin, air liur, feses tikus, atau melalui gigitan akibat kelalaian dalam menjaga kebersihan personal.

    “Kita bisa digigit tikus kalau kita kurang menjaga kebersihan diri. Misalnya, tangan kita habis makan, tidak cuci tangan, pakai sabun, otomatis bau makanan yang disukai oleh tikus sehingga merangsang tikus untuk menggigit dan sebagainya atau juga kita tidak menutup tempat air, ya terutama air untuk mencuci dan yang tidak dimasak, tentunya harus kita jaga supaya itu harus kita ubah,” jelasnya.

    Upaya pencegahan paling efektif berskala rumah tangga mencakup tindakan menutup rapat penampungan air bersih, rutin mencuci tangan menggunakan sabun, serta menyingkirkan tumpukan barang bekas yang berpotensi menjadi sarang tikus.

    Berdasarkan data kronologis, isu Hantavirus ini mencuat secara nasional setelah sejumlah awak kapal asing dilaporkan terjangkit saat berlayar. Menyikapi hal tersebut, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan surat edaran resmi kewaspadaan dini bagi seluruh fasilitas kesehatan di daerah sejak satu minggu lalu.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, Bambang Triyono Putro, menjelaskan bahwa jajarannya langsung mengaktifkan pemantauan rutin secara berkala. Pemantauan ini dilakukan secara terintegrasi melalui seluruh jaringan puskesmas di 26 kecamatan.

    Sistem surveilans epidemiologi ini berjalan setiap pekan untuk membaca tren penyakit yang memiliki indikasi mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB). Jika ditemukan indikasi kasus, pihak puskesmas wajib melakukan pelaporan cepat dalam waktu 24 jam ke dinas kesehatan.

    “Itu dipantau setiap minggu. Kemudian kalau ketemu harus dilaporkan dalam waktu 24 jam ke Dinas Kesehatan, itu. Yang kedua, kita sosialisasi ke masyarakat. Berdasarkan dari surat edaran Kementerian Kesehatan beberapa waktu yang lalu, seminggu yang lalu ada surat edaran di mana kewaspadaan terkait dengan hanta virus ini,” urai Bambang.

    Terkait identifikasi medis, gejala awal infeksi Hantavirus kerap kali menyerupai influenza biasa seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, hingga sesak napas. Petugas medis mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika gejala tidak membaik dalam beberapa hari. Kelompok rentan seperti petani yang beraktivitas langsung di ekosistem persawahan disarankan memperketat proteksi diri saat bekerja di ladang.

    “Terus untuk pekerja yang ada di sawah, itu kan juga harus pakai alat pelindung dirilah kalau bisa, supaya tidak kontak dengan tikus dan kotorannya, urin, air liur dan lain sebagainya. Sehingga perilaku hidup bersih dan sehat, kuncinya adalah seperti itu sebetulnya,” pungkas Bambang. [nik/ang]

    Berita Kediri Hantavirus Kabupaten Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHaru Pelepasan Kloter 112 Kediri, Jemaah Haji Tertua se-Indonesia Berangkat ke Tanah Suci
    Next Article Festik 2026 UNP Kediri Siap Menggebrak Tirtayasa Park Hadirkan SID dan The Jansen

    Info Lainnya

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38

    Labfor Polda Jatim Olah TKP Pembakaran Rumah Janda di Plosoklaten Kediri

    17 Juli 2026 - 22:25
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    319 Atlet Ikuti Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati Kediri 2026

    18 Juli 2026 - 18:54

    Universitas Kadiri Lepas 770 Wisudawan, Targetkan Rintisan Program S3 dan Perluas Jaringan Global

    18 Juli 2026 - 18:49

    Apel Akbar Pramuka di Kediri Libatkan 10 Ribu Peserta, Dorong Generasi Muda Cinta Pertanian

    18 Juli 2026 - 08:50

    Rumah di Purwoasri Kediri Terbakar Saat Pemilik Terlelap, Kerugian Capai Rp250 Juta

    18 Juli 2026 - 08:06

    Tak Sekadar Lulus, Mas Bup Ingatkan Peserta PBK 2026 Harus Mampu Berkarya di Dunia Kerja

    17 Juli 2026 - 22:38
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.