Ringkasan Berita
- Festik 2026 UNP Kediri siap digelar pada 13 Juni 2026 di Tirtayasa Park Kediri dengan konsep baru.
- Konser puncak diesnatalis Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer ini menghadirkan grup band nasional seperti SID dan The Jansen.
- Panitia melakukan pembaruan layout tata letak panggung dengan menggunakan satu gerbang utama demi kenyamanan dan keamanan pengunjung.
- Acara yang sepenuhnya dikelola oleh mahasiswa ini ditargetkan mampu menyedot ribuan penonton dari berbagai daerah di Indonesia.
Kediri (tahukediri.id) – Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri bersiap menyelenggarakan Festival Teknik (Festik) 2026 pada 13 Juni mendatang di Tirtayasa Park, Kediri. Gelaran tahun keempat ini hadir dengan konsep yang lebih segar dan pengelolaan penuh oleh mahasiswa.
Mengusung tema “Into The Unwritten”, Festik 2026 UNP Kediri tidak hanya menjadi panggung hiburan musik lintas genre, melainkan juga ruang eksplorasi kreativitas sekaligus sarana promosi efektif bagi lingkungan kampus.
Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UNP Kediri, Sulistiono, menjelaskan bahwa esensi utama dari panggung tahunan ini adalah membentuk karakter kepemimpinan mahasiswa. Melalui kepanitiaan mandiri, mahasiswa dilatih secara nyata untuk berkolaborasi, disiplin, dan bertanggung jawab penuh atas sebuah kegiatan besar.
“Jadi yang melatarbelakangi dari Festik ini, yang pertama adalah ini untuk melatih mahasiswa ya, untuk menyelenggarakan suatu event yang otomatis akan melatih mahasiswa untuk bertanggung jawab, berkolaborasi, kemudian untuk disiplin dan terbuka,” ujar Sulistiono saat ditemui usai konferensi pers di Aula UNP, Kamis (21/5/2026).
Fakultas dan universitas memposisikan diri sebagai pengarah serta pendamping, sementara eksekusi teknis hingga laporan pertanggungjawaban dipegang penuh oleh panitia. Model manajemen ini terbukti berhasil meningkatkan rasa kepemilikan mahasiswa serta menjadi ajang promosi yang mendatangkan dampak nyata bagi universitas.
Berkaca pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, angka penjualan tiket mencatat lonjakan yang sangat masif hingga menembus ribuan penonton. Hal ini menunjukkan indikator tingginya kepercayaan dan antusiasme publik terhadap acara tersebut.
“Karena terus terang di tahun-tahun kemarin ya, penontonnya sungguh luar biasa, membludak. Saya kurang tahu persis berapa ya, sekitar 8.000 lebih tapi, sampai 8.000 lebih penontonnya dari tiket yang terjual dan itu merupakan sarana promosi yang efektif menurut saya,” tambahnya.
Mengenai persiapan teknis, Penanggung Jawab Festik 2026 sekaligus Gubernur BEM FTIK UNP Kediri, Erik Setia Wibowo, memaparkan bahwa persiapan telah berjalan sejak Desember tahun lalu dan kini telah mencapai tahapan 80 hingga 90 persen. Panitia menerapkan sejumlah evaluasi dari catatan tahun lalu, khususnya pada optimalisasi tata ruang lokasi acara.
Berbeda dengan konsep sebelumnya yang menggunakan dua jalur masuk, kali ini panitia menetapkan kebijakan satu gerbang utama (single gate). Perubahan alur ini sengaja dirancang untuk meningkatkan kenyamanan akses pengunjung menuju area utama serta deretan stan pelaku usaha.
Aspek proteksi keamanan dan kenyamanan penonton juga ditingkatkan demi mengantisipasi potensi kehilangan barang bawaan selama konser berlangsung. Panitia menyediakan fasilitas khusus yang dapat digunakan secara maksimal oleh pengunjung.
“Yang tak kalah pentingnya juga, di mana di setiap event pasti ada berita kehilangan, ya. Di tahun ini juga kita siapkan untuk penitipan barangnya nanti,” kata Erik.
Daya tarik utama festival tahun ini terletak pada kebergaman pengisi acara yang mengusung genre musik bervariasi. Sederet nama besar seperti band punk rock legendaris asal Bali, Superman Is Dead (SID), Luka Negara, The Jeblogs, hingga The Jansen dipastikan siap menghentak panggung Tirtayasa Park.
Guna memberikan nilai tambah bagi para pengunjung, panitia juga menyediakan berbagai fasilitas hiburan pelengkap seperti area berfoto dekoratif dan stan photobooth.
Tiket Festik 2026 saat ini sudah mulai didistribusikan dengan harga mulai dari Rp100 ribu. Masyarakat dapat mengakses pembelian melalui kanal digital resmi maupun jaringan penjualan luring di sejumlah titik strategis Kota Kediri. Target pasar festival ini tidak hanya menyasar anak muda Kediri, namun juga pencinta musik dari berbagai kota di Indonesia. [nik/ang]

