Kediri (tahukediri.id) – Kabupaten Kediri mencatat sejarah baru dalam dunia olahraga otomotif dengan menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Bike untuk pertama kalinya. Ajang yang digelar di Sirkuit Drag Bike Lereng Gunung Kelud pada 6-7 Juni 2026 tersebut diikuti ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta dari Pulau Bali.
Penyelenggaraan kejuaraan nasional ini tidak hanya menjadi momentum pembinaan atlet balap motor, tetapi juga membuka peluang bagi Kabupaten Kediri untuk mengembangkan potensi olahraga otomotif sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah sebagai pusat kegiatan olahraga dan wisata.
Kejuaraan nasional drag bike yang berlangsung selama dua hari itu mendapat sambutan antusias dari para pembalap maupun pecinta otomotif. Sekitar 300 peserta tercatat mengikuti berbagai kelas yang dipertandingkan, menjadikan ajang ini sebagai salah satu event otomotif terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Kediri.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengatakan penyelenggaraan Kejurnas Drag Bike menjadi langkah positif dalam memanfaatkan fasilitas milik pemerintah daerah sekaligus menyediakan ruang yang legal dan aman bagi para pembalap untuk menyalurkan bakat mereka.
Menurutnya, keberadaan sirkuit resmi sangat penting untuk mengarahkan minat generasi muda yang memiliki ketertarikan di dunia balap motor agar dapat berkembang melalui jalur prestasi, bukan melalui aktivitas balap liar di jalan umum.
“Alhamdulillah dengan adanya kegiatan Kejuaraan Drag Bike di Kediri ini sebagai tuan rumah, suatu hal yang baru karena ini adalah aset Pemerintah Kabupaten Kediri yang kita manfaatkan. Harapannya ke depan bisa menjadi agenda tahunan sehingga para pembalap yang belum terarahkan bisa lebih fokus dan memiliki jenjang prestasi,” katanya.
Hakim menilai olahraga otomotif memiliki potensi besar untuk berkembang di Kabupaten Kediri. Selain menjadi sarana pembinaan atlet, event berskala nasional seperti ini juga mampu mendatangkan peserta, tim pendukung, dan penonton dari berbagai daerah yang berdampak pada sektor ekonomi lokal.
Kehadiran ratusan pembalap dan pengunjung selama pelaksanaan kejuaraan turut memberikan manfaat bagi pelaku usaha di sekitar kawasan wisata Gunung Kelud, mulai dari sektor kuliner, penginapan, transportasi hingga usaha mikro yang melayani kebutuhan peserta dan penonton.
Selain itu, penyelenggaraan Kejurnas juga menjadi ajang promosi daerah yang memperkenalkan Kabupaten Kediri sebagai destinasi olahraga sekaligus tujuan wisata berbasis alam dan event.
Hakim menjelaskan bahwa meski drag bike belum menjadi cabang yang dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, pihaknya berharap atlet-atlet drag bike dapat memperoleh ruang kompetisi yang lebih luas melalui koordinasi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI).
“Harapannya kita bisa berkomunikasi dengan IMI Jawa Timur dan IMI Pusat agar atlet-atlet drag bike ini bisa difasilitasi untuk mengikuti kompetisi multi-event,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan olahraga otomotif di Kabupaten Kediri yang mampu menunjukkan prestasi meskipun Pengurus Cabang IMI Kabupaten Kediri tergolong baru.
“Alhamdulillah pada Porprov kemarin bisa mendapatkan medali emas. Ini menjadi kebanggaan dan harapannya prestasi tersebut terus meningkat pada ajang berikutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Pengcab IMI Kabupaten Kediri, Tri Priyo Nugroho, mengaku bersyukur karena lintasan drag bike yang selama ini dinantikan akhirnya dapat digunakan untuk penyelenggaraan kejuaraan resmi.
“Sudah sekian lama kami menunggu sarana drag bike ini dibuka. Alhamdulillah hari ini bisa terselenggara dan mudah-mudahan dapat mewadahi anak-anak muda Kediri maupun pembalap dari Jawa Timur dan luar Jawa Timur,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya masih mencatat beberapa kebutuhan pengembangan fasilitas. Salah satunya adalah peningkatan kualitas lintasan yang saat ini masih menggunakan beton dan diharapkan ke depan dapat dilapisi aspal sesuai standar pengembangan olahraga balap motor.
Tri menegaskan bahwa keberadaan sirkuit resmi memiliki fungsi penting sebagai sarana edukasi dan pembinaan bagi generasi muda agar tidak terlibat dalam aktivitas balap liar yang berisiko terhadap keselamatan.
“Harapan kami, fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga tidak ada lagi balap liar di luar lintasan,” tegasnya.
Keberhasilan Kabupaten Kediri menjadi tuan rumah Kejurnas Drag Bike perdana menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem olahraga otomotif yang lebih terarah dan berkelanjutan. Selain membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi, keberadaan sirkuit dan penyelenggaraan event nasional juga berpotensi mendongkrak sektor pariwisata serta perekonomian daerah. [nik/ang]

