Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    BRI Cabang Nganjuk Perkuat Agen BRILink, Fitri Shop Layani 60 Transaksi per Hari

    25 September 2026 - 09:42

    Toko Samini Sukomoro Nganjuk Layani 70 Transaksi per Hari, Perluas Akses Keuangan Warga Desa

    25 September 2026 - 09:23

    Agen BRILink AB Khunty Cell Nganjuk Layani 50 Transaksi per Hari, Permudah Akses Keuangan Warga

    25 September 2026 - 07:17
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Santri MMQ Kediri Hilang Terseret Ombak Saat Outing Class di Pantai Pangi Blitar

    Santri MMQ Kediri Hilang Terseret Ombak Saat Outing Class di Pantai Pangi Blitar

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 11 Juni 2026 - 21:44
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Blitar (tahukediri.id) – Seorang santri dari Pondok Muhammadiyah Markaz Qurani Desa Sekoto, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat mengikuti kegiatan outing class di Pantai Pangi, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Kamis (11/6/2026).

    Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden terjadi ketika tiga anak sedang berada di tepi pantai. Tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret mereka ke laut. Dua anak berhasil diselamatkan, sementara satu anak perempuan berusia 9 tahun hingga Kamis sore masih dalam proses pencarian.

    Pengajar MMQ, Sapran Hamid, menjelaskan bahwa rombongan berangkat pada Rabu (10/6/2026) sore untuk mengikuti kegiatan camping dan liburan yang menjadi agenda pondok.

    Banner Promo

    “Kemarin berangkat sekitar 25 santri. Mereka menginap di Masjid Husnul Khatimah di wilayah Bedali, Kecamatan Ngancar,” ujarnya.

    Pada Kamis pagi, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pantai Pangi. Namun sekitar pukul 10.58 WIB, Sapran menerima kabar dari tim pendamping di lokasi bahwa telah terjadi kecelakaan laut yang melibatkan santri peserta kegiatan.

    “Pada pukul 10.58 WIB saya ditelepon sama tim yang di sana minta bantuan. Ternyata santri kami lagi bermain di pantai, keseret ombak,” terangnya.

    Menurut informasi yang diterima pihak pondok, dua santri sempat mengalami kondisi darurat. Salah seorang berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat, sementara seorang santri lainnya masih belum ditemukan.

    Santri yang berhasil dievakuasi sempat mendapatkan penanganan medis di fasilitas kesehatan setempat karena mengalami sesak napas dan menggigil akibat terlalu lama terpapar air laut.

    “Alhamdulillah anaknya tadi sudah dibawa ke puskesmas setempat. Sempat menggigil juga dan sesak napas. Alhamdulillah sudah pulih dan sekarang dalam perjalanan pulang ke sini,” kata Sapran.

    Data Laporan Cepat Bidang Kesehatan Kabupaten Blitar mencatat seorang anak perempuan berusia 10 tahun dievakuasi ke UPT Puskesmas Bakung dalam kondisi sadar dengan keluhan menggigil dan sesak napas. Setelah mendapatkan perawatan, kondisi korban dilaporkan stabil.

    Sementara itu, seorang anak perempuan berusia 9 tahun masih dinyatakan hilang dan pencarian terus dilakukan oleh nelayan, relawan, warga sekitar, serta tim gabungan yang berada di lokasi kejadian.

    Sebagian besar peserta kegiatan lainnya telah dipulangkan ke Kediri. Sapran mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut meninggalkan trauma bagi para santri yang ikut dalam kegiatan tersebut.

    “Santri yang lain sekitar 23 anak sudah perjalanan ke Pare lagi. Mereka takut, panik, dan cemas karena trauma, karena temannya belum ketemu setelah terseret ombak tadi,” ujarnya.

    Hingga berita ini ditulis, proses pencarian korban masih terus berlangsung. Pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan terbaru hasil pencarian santri yang hilang tersebut. [nik/ang]

    Berita Kediri Blitar Santri Kediri Tenggelam
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleHarga Kedelai Impor Naik Jadi Rp12.000 per Kilogram, Pengrajin Tempe Kediri Mulai Sesuaikan Harga Jual
    Next Article Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

    Info Lainnya

    BRI Cabang Nganjuk Perkuat Agen BRILink, Fitri Shop Layani 60 Transaksi per Hari

    25 September 2026 - 09:42

    Toko Samini Sukomoro Nganjuk Layani 70 Transaksi per Hari, Perluas Akses Keuangan Warga Desa

    25 September 2026 - 09:23

    Agen BRILink AB Khunty Cell Nganjuk Layani 50 Transaksi per Hari, Permudah Akses Keuangan Warga

    25 September 2026 - 07:17

    Bantu Akses Perbankan Tanpa Libur, Toko Evi BRILink Werungotok Jadi Solusi Transaksi Warga Desa

    24 September 2026 - 21:57

    Dekatkan Akses Perbankan di Desa Jekek Baron, Agen BRILink Rizqi Lancar Jadi Solusi Transaksi dan Belanja Warga

    24 September 2026 - 21:41

    Hari Tani Nasional, Petani Kediri Masih Hadapi Masalah Pupuk, Hama dan Alih Fungsi Lahan

    24 September 2026 - 20:54
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    BRI Cabang Nganjuk Perkuat Agen BRILink, Fitri Shop Layani 60 Transaksi per Hari

    25 September 2026 - 09:42

    Toko Samini Sukomoro Nganjuk Layani 70 Transaksi per Hari, Perluas Akses Keuangan Warga Desa

    25 September 2026 - 09:23

    Agen BRILink AB Khunty Cell Nganjuk Layani 50 Transaksi per Hari, Permudah Akses Keuangan Warga

    25 September 2026 - 07:17

    Bantu Akses Perbankan Tanpa Libur, Toko Evi BRILink Werungotok Jadi Solusi Transaksi Warga Desa

    24 September 2026 - 21:57

    Dekatkan Akses Perbankan di Desa Jekek Baron, Agen BRILink Rizqi Lancar Jadi Solusi Transaksi dan Belanja Warga

    24 September 2026 - 21:41
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.