Kediri (tahukediri.id) – Menjelang 1 Muharram, Polres Kediri Kota bersama IPSI dan seluruh perguruan silat mengeluarkan Deklarasi Aman Suro 2026 demi menjaga keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) dan kondusivitas wilayah selama bulan Muharam atau Suro, pada Kamis (11/6/2026).
Kapolres Kediri Kota, Anggi Saputra Ibrahim, mengatakan seluruh personel telah disiapkan untuk mengamankan kegiatan pengesahan warga baru bagi perguruan silat khususnya Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) dan Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW).
“Jadi Polres menyiapkan seluruh personel. Seluruh personil, berarti kan hampir 900 orang lah ya kita siagakan di sini untuk menjaga perguruan yang melaksanakan sah-sahan,” katanya.
Diketahui sebanyak 236 calon warga PSHT dijadwalkan mengikuti prosesi pengesahan warga baru. Kegiatan tersebut direncanakan dipusatkan di kawasan Bong Cino, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Untuk mendukung kelancaran pengamanan, Polres Kediri Kota telah mengimbau seluruh peserta agar menggunakan kendaraan roda empat dan tidak melakukan konvoi maupun turun ke jalan. Langkah tersebut dilakukan guna mengurangi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Selain itu, petugas juga akan melakukan penyekatan di sejumlah titik perbatasan Kota Kediri. Penyekatan dilakukan bersama unsur TNI dan IPSI guna mengantisipasi masuknya penggembira dari luar daerah yang tidak berkepentingan dengan kegiatan tersebut.
“(Pengembira) dilarang, harus dilarang, nggak boleh. Makanya kita lakukan penyekatan di batas kota,” ucapnya.
Pengamanan juga akan difokuskan di kawasan Mojoroto yang menjadi lokasi pelaksanaan sah-sahan. Sejumlah akses menuju lokasi akan dipantau dan dijaga oleh petugas gabungan.
Pada kesempatan itu, Kapolres Kediri Kota juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral para ketua perguruan terhadap anggotanya.
“Di situ ketua harus bertanggung jawab terhadap anggotanya semua. Jadi tanggung jawab moral itu kan melekat kepada jabatan ketua perguruan. Jadi tidak boleh ketua itu lepas tangan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua IPSI Kota Kediri, Siswanto, mengajak seluruh perguruan silat untuk terus menjaga persaudaraan dan menjadikan momentum Suran sebagai ajang memperkuat kebersamaan.
Menurutnya, seluruh perguruan telah berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Kediri selama pelaksanaan Suroan.
“Kita komitmen semua perguruan Kita harus tetap berkoordinasi Untuk menjaga keamanan pusat kota kecil Kita tetap aman Seperti slogannya kami dari IPSI Kota Kediri Guyub Rukun seduluran selawase,” terangnya.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota perguruan agar mematuhi aturan yang telah disepakati, termasuk tidak menggunakan kendaraan roda dua untuk rombongan dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan.
“Yang penting tetap harus mematuhi yang kita baca tadi,” katanya.
Dengan sinergi antara kepolisian, IPSI, perguruan silat, dan seluruh elemen masyarakat, malam Suro di Kota Kediri diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan menjadi momentum mempererat persaudaraan antarperguruan maupun masyarakat luas. [nik/ang]

