Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Zuppa Soup Keliling di Pare Kediri, Kisah Irul Menjual Kuliner Italia dengan Harga Ramah Pelajar

    13 Juni 2026 - 19:36

    Harga Sembako Naik, Pedagang di Pasar Pamenang Kediri Keluhkan Pasokan Beras SPHP

    13 Juni 2026 - 19:27

    PCNU Kediri Kirim Surat Penolakan 5 Hari Sekolah ke Pemkab

    12 Juni 2026 - 21:44
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Harga Sembako Naik, Pedagang di Pasar Pamenang Kediri Keluhkan Pasokan Beras SPHP

    Harga Sembako Naik, Pedagang di Pasar Pamenang Kediri Keluhkan Pasokan Beras SPHP

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 13 Juni 2026 - 19:27
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Pedagang dan pembeli di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. [nanik/tahukediri.id]
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai dirasakan pedagang dan pembeli di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Dalam sepekan terakhir, harga beras, gula, hingga bawang mengalami kenaikan, sementara pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog disebut mulai tersendat.

    Jumini (60), pedagang sembako di Pasar Pamenang, mengatakan harga gula putih dalam lima hari terakhir naik antara Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram. Selain itu, bawang putih dan kacang impor juga mengalami kenaikan.

    “Minggu kemarin naik semua, gula putih naik, bawang putih naik, kacang naik,” ujarnya, pada Sabtu (13/6/2026).

    Harga beras premium saat ini berada di angka Rp14.500 per kilogram. Sementara beras SPHP masih bertahan di harga Rp60.000 per 5 kg.

    Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga minyak goreng curah justru mengalami penurunan. Dari sebelumnya Rp22.000 per liter kini menjadi Rp21.000 per liter.

    Jumini juga mengaku pasokan Minyakita kemasan dua liter masih cukup lancar. Dalam sepekan terakhir ia menerima 15 kardus, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya 13 kardus. Sementara kemasan 1 liter disebut sudah lama tidak menerima.

    “Ya, banyak yang nanyain Minyak Kita 1 literan. Tapi mau gimana lagi kan kita gak bisa protes,” katanya.

    Hal senada disampaikan Irfan (33), pedagang sembako lainnya. Menurutnya, pasokan Minyakita dua liter masih rutin datang sebanyak 15 kardus setiap minggu dengan harga jual Rp32.000 per kemasan.

    “Biasanya habis dalam seminggu, kadang masih sisa dua atau tiga kemasan,” ujarnya.

    Namun Irfan mengungkapkan pasokan beras SPHP dari Bulog mulai tersendat. Jika biasanya pengiriman dilakukan secara rutin setiap pekan, kini sudah lebih dari dua minggu belum ada kiriman baru.

    “Biasanya minta satu ton dan habis dalam satu minggu. Tapi sejak awal 2 Juni belum dikirim lagi,” ungkapnya.

    Sementara pedagang beras lainnya, Warsiah (60), mengaku satu bulan ini lapaknya tidak dikirim beras SPHP.

    “Beras SPHP belum keluar dari Bulog. Sudah satu bulan. Biasnya rutin satu minggu sekali,” ungkapnya.

    Warsiah menambahkan, kenaikan harga beras ini mempengaruhi daya beli masyarakat. “Ya makin berkurang ini minat pembelinya. Biasnya beli malah ndak beli, karena harganya naik. Baru kali ini naik,” terangnya.

    Selain beras, harga bawang putih melonjak cukup tajam dari Rp25.000 menjadi Rp37.000 per kilogram dalam waktu sekitar satu minggu. Sementara harga bawang merah saat ini turun berkisar Rp30.000 hingga Rp45.000 per kilogram yang sebelumnya mencapai Rp50.000.

    Kondisi tersebut juga dirasakan pelaku usaha makanan tradisional di Pasar Pamenang Pare. Warsiah salah satunya, penjual makanan dan jajanan pasar ini terpaksa menaikkan harga jual karena biaya bahan baku terus meningkat.

    Jika sebelumnya satu bungkus dijual Rp5.000, kini naik menjadi Rp7.000. Beberapa jajanan berbahan ketan yang dulu dijual Rp1.500 juga naik menjadi Rp2.000 per bungkus. Begitu juga dengan bahan baku makanan yang turut dikurangi pembeliannya.

    “Biasanya beli 5 kilo, sekarang 2 kilo. 5 kilo. 2 kilo beras,” ungkapnya.

    Meski demikian, para pedagang berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga daya beli masyarakat bisa pulih.

    “Harapannya semoga harga beras dan sembako bisa turun lagi supaya masyarakat tidak semakin berat,” harap Kinten. [nik/ang]

    Berita Kediri Bulog Kediri Harga Sembako Kediri Kabupaten Kediri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePCNU Kediri Kirim Surat Penolakan 5 Hari Sekolah ke Pemkab
    Next Article Zuppa Soup Keliling di Pare Kediri, Kisah Irul Menjual Kuliner Italia dengan Harga Ramah Pelajar

    Info Lainnya

    Zuppa Soup Keliling di Pare Kediri, Kisah Irul Menjual Kuliner Italia dengan Harga Ramah Pelajar

    13 Juni 2026 - 19:36

    PCNU Kediri Kirim Surat Penolakan 5 Hari Sekolah ke Pemkab

    12 Juni 2026 - 21:44

    Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, BPS Kediri Bidik Usaha Digital yang Tak Kasat Mata

    12 Juni 2026 - 16:27

    Kian Masif dengan Modus Beragam, Pemkot Kediri Edukasi Pemilik Toko Kelontong untuk Cegah Peredaran Rokok Ilegal

    11 Juni 2026 - 22:03

    Satgas Pangan Temukan Kenaikan Harga Komoditas dan Berkurangnya Stok Minyakita di Kediri

    11 Juni 2026 - 21:56

    Kota Kediri Deklarasikan Aman Suro 2026, 900 Personel Disiagakan

    11 Juni 2026 - 21:49
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Zuppa Soup Keliling di Pare Kediri, Kisah Irul Menjual Kuliner Italia dengan Harga Ramah Pelajar

    13 Juni 2026 - 19:36

    Harga Sembako Naik, Pedagang di Pasar Pamenang Kediri Keluhkan Pasokan Beras SPHP

    13 Juni 2026 - 19:27

    PCNU Kediri Kirim Surat Penolakan 5 Hari Sekolah ke Pemkab

    12 Juni 2026 - 21:44

    Sensus Ekonomi 2026 Mulai 15 Juni, BPS Kediri Bidik Usaha Digital yang Tak Kasat Mata

    12 Juni 2026 - 16:27

    Kian Masif dengan Modus Beragam, Pemkot Kediri Edukasi Pemilik Toko Kelontong untuk Cegah Peredaran Rokok Ilegal

    11 Juni 2026 - 22:03
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.