Kediri (tahukediri.id) – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai dirasakan pedagang dan pembeli di Pasar Pamenang, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Dalam sepekan terakhir, harga beras, gula, hingga bawang mengalami kenaikan, sementara pasokan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog disebut mulai tersendat.
Jumini (60), pedagang sembako di Pasar Pamenang, mengatakan harga gula putih dalam lima hari terakhir naik antara Rp16.500 hingga Rp17.000 per kilogram. Selain itu, bawang putih dan kacang impor juga mengalami kenaikan.
“Minggu kemarin naik semua, gula putih naik, bawang putih naik, kacang naik,” ujarnya, pada Sabtu (13/6/2026).
Harga beras premium saat ini berada di angka Rp14.500 per kilogram. Sementara beras SPHP masih bertahan di harga Rp60.000 per 5 kg.
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, harga minyak goreng curah justru mengalami penurunan. Dari sebelumnya Rp22.000 per liter kini menjadi Rp21.000 per liter.
Jumini juga mengaku pasokan Minyakita kemasan dua liter masih cukup lancar. Dalam sepekan terakhir ia menerima 15 kardus, meningkat dibanding sebelumnya yang hanya 13 kardus. Sementara kemasan 1 liter disebut sudah lama tidak menerima.
“Ya, banyak yang nanyain Minyak Kita 1 literan. Tapi mau gimana lagi kan kita gak bisa protes,” katanya.
Hal senada disampaikan Irfan (33), pedagang sembako lainnya. Menurutnya, pasokan Minyakita dua liter masih rutin datang sebanyak 15 kardus setiap minggu dengan harga jual Rp32.000 per kemasan.
“Biasanya habis dalam seminggu, kadang masih sisa dua atau tiga kemasan,” ujarnya.
Namun Irfan mengungkapkan pasokan beras SPHP dari Bulog mulai tersendat. Jika biasanya pengiriman dilakukan secara rutin setiap pekan, kini sudah lebih dari dua minggu belum ada kiriman baru.
“Biasanya minta satu ton dan habis dalam satu minggu. Tapi sejak awal 2 Juni belum dikirim lagi,” ungkapnya.
Sementara pedagang beras lainnya, Warsiah (60), mengaku satu bulan ini lapaknya tidak dikirim beras SPHP.
“Beras SPHP belum keluar dari Bulog. Sudah satu bulan. Biasnya rutin satu minggu sekali,” ungkapnya.
Warsiah menambahkan, kenaikan harga beras ini mempengaruhi daya beli masyarakat. “Ya makin berkurang ini minat pembelinya. Biasnya beli malah ndak beli, karena harganya naik. Baru kali ini naik,” terangnya.
Selain beras, harga bawang putih melonjak cukup tajam dari Rp25.000 menjadi Rp37.000 per kilogram dalam waktu sekitar satu minggu. Sementara harga bawang merah saat ini turun berkisar Rp30.000 hingga Rp45.000 per kilogram yang sebelumnya mencapai Rp50.000.
Kondisi tersebut juga dirasakan pelaku usaha makanan tradisional di Pasar Pamenang Pare. Warsiah salah satunya, penjual makanan dan jajanan pasar ini terpaksa menaikkan harga jual karena biaya bahan baku terus meningkat.
Jika sebelumnya satu bungkus dijual Rp5.000, kini naik menjadi Rp7.000. Beberapa jajanan berbahan ketan yang dulu dijual Rp1.500 juga naik menjadi Rp2.000 per bungkus. Begitu juga dengan bahan baku makanan yang turut dikurangi pembeliannya.
“Biasanya beli 5 kilo, sekarang 2 kilo. 5 kilo. 2 kilo beras,” ungkapnya.
Meski demikian, para pedagang berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil sehingga daya beli masyarakat bisa pulih.
“Harapannya semoga harga beras dan sembako bisa turun lagi supaya masyarakat tidak semakin berat,” harap Kinten. [nik/ang]

