Kediri (tahukediri.id) – Kabar menggembirakan datang bagi para atlet pelajar Kabupaten Kediri. Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri menyerahkan hadiah dan uang pembinaan kepada para juara seleksi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 tingkat kabupaten sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk memperoleh beasiswa jalur prestasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Mokhamat Muhsin mengatakan, selain menerima uang pembinaan, para atlet berprestasi tersebut memiliki kesempatan lebih besar untuk mengakses program beasiswa pendidikan melalui jalur prestasi.
“Mereka nanti bisa mengakses beasiswa, ya, selain uang pembinaan, kan mereka punya kesempatan mengakses beasiswa jalur prestasi dengan piagam mereka,” katanya saat ditemui usai penyerahan piala dan uang pembinaan bagi pemenang seleksi O2SN 2026 di tingkat kabupaten di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Senin (15/6/2026).
Lebih lanjut Muhsin menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Kediri masih membuka sejumlah program beasiswa melalui Beasiswa Berdaya.
“Masing-masing ada ada kuotanya. Kalau tidak salah semua di kisaran 8.000 pelajar-mahasiswa untuk semua jalur,” terangnya.
Terdapat beberapa pilihan jalur dalam program Beasiswa Berdaya, di antaranya beasiswa bagi keluarga kurang mampu atau termasuk desil 1-2 yang sedang melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP, SMP ke SMA hingga perguruan tinggi.
Selain itu, tersedia pula beasiswa bagi guru PAUD yang sedang menempuh pendidikan S1 pada program studi Pendidikan Anak Usia Dini serta beasiswa bagi lulusan SMA yang melanjutkan ke perguruan tinggi.
Untuk jalur prestasi, Muhsin menyebut terbuka bagi seluruh pelajar berprestasi tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarga.

Pokoknya yang yang prestasi itu sudah mau anaknya orang yang mampu, pengusaha, PNS, bisa. Tapi khusus yang biasa berdaya ini prioritas untuk desil 1 dan 2 biar mereka bisa melanjutkan, enggak enggak terancam putus sekolah atau lulus tidak melanjutkan,” tegasnya.
Sementara bagi siswa Sekolah Rakyat yang meraih juara seleksi O2SN dalam kategori Cheering atau Supporter di Half Maraton, bisa menggunakan piagam tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan masuk perguruan tinggi.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kediri, Fadeli mengatakan, sejatinya untuk siswa sekolah rakyat tidak bisa mendaftar atau mendapatkan beasiswa lain, karena sudah mendapatkan beasiswa full dari kementerian sosial.
“Sekolah rakyat bantuan apapun sudah tidak boleh. Karena mereka sudah dipenuhi semua kebutuhannya. Bahkan kemarin ada anak yang mau ambil PIP, akhirnya kita laporkan ke Kementerian Sosial ternyata enggak boleh. Karena apa? Mereka sudah beasiswa sudah full,” ujarnya.
Namun lanjutnya, prestasi yang diraih para siswa tersebut diharapkan dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk melalui jalur prestasi saat masuk perguruan tinggi.
Fadeli juga menegaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat juga terus didorong untuk meraih prestasi di berbagai bidang. Menurutnya, sejumlah siswa sekolah rakyat telah berhasil menorehkan prestasi mulai dari pencak silat, jurnalistik, lomba baris-berbaris hingga kompetisi sains tingkat nasional.
“Nah, ini sudah kami dorong, nanti anak-anak ini untuk mengikuti kegiatan-kegiatan lomba yang dilakukan atau dilaksanakan oleh perguruan tinggi. Salah satu contohnya tadi yang pernah meraih medali emas untuk tingkat nasional yang diadakan oleh Universitas Hang Tuah. Karena ini kita arahkan ke sana biar nanti ada nilai plusnya terhadap penerimaan mahasiswa baru,” jelasnya.
Ia menambahkan, sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat menjadi keunggulan tersendiri dalam pembinaan karakter maupun prestasi siswa.
“Kita punya program walaupun anak-anak dari desil satu tidak boleh kita gunakan alasan untuk tidak berprestasi. Bahkan kita mendorong betul, kita bina betul ya mereka untuk mencapai prestasi, bahkan mungkin tidak harapannya tidak kalah dengan sekolah reguler,” imbuhnya.
Jumlah siswa SRMA 24 Kediri sendiri saat ini 99 siswa dan kini masih dalam tahap penjangkauan untuk calon siswa SD-SMA. [nik/ang]

