Kediri (tahukediri.id) – Proses penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat Kabupaten Kediri untuk tahun ajaran 2026/2027 masih terus berlangsung. Namun, kuota peserta didik untuk jenjang SMP dan SMA telah terpenuhi, sementara proses penjangkauan calon siswa jenjang SD masih terus dilakukan.
Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 24 Kabupaten Kediri, Fadeli, menjelaskan bahwa mekanisme penerimaan siswa di Sekolah Rakyat berbeda dengan sekolah pada umumnya. Penentuan calon siswa dilakukan melalui proses penjangkauan yang menjadi kewenangan Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial dengan mengacu pada data keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Menurutnya, Kementerian Sosial telah memiliki data anak usia 7 hingga 21 tahun yang berasal dari keluarga sasaran di Kabupaten Kediri. Data tersebut kemudian diverifikasi langsung di lapangan oleh pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebelum ditetapkan sebagai calon peserta didik.
“Jadi penjangkauan murid itu begini, dari Kementerian Sosial, Kementerian Sosial punya data anak desil 1, desil 2 untuk Kabupaten Kediri, usia 7 tahun sampai 21 tahun itu siapa saja. Nah, ini dijangkau oleh pendamping PKH, diparani, diverifikasi ke lapangan,” jelas Fadeli, Rabu (17/6/2026).
Ia mengatakan proses penjangkauan telah berjalan sekitar satu bulan terakhir dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari jumlah calon siswa yang berhasil dijangkau, khususnya untuk jenjang SMP dan SMA.
Berdasarkan data terbaru yang diterimanya, sekitar 300 calon siswa SMA dan 150 calon siswa SMP telah terdata. Jumlah tersebut bahkan telah melampaui kuota yang tersedia sehingga proses penjangkauan untuk kedua jenjang tersebut dihentikan sementara.
“Sekarang untuk yang SMP sama SMA sudah stop. Yang SD ini terus kita masih jalan. Karena sudah melebihi kuota,” ujarnya.
Sementara itu, proses penjangkauan calon siswa SD masih terus dilakukan. Hingga saat ini, jumlah calon siswa yang berhasil didata mencapai sekitar 40 anak dari total kuota yang tersedia sebanyak 90 siswa.
Fadeli menilai salah satu tantangan dalam pemenuhan kuota siswa SD adalah kesiapan anak-anak usia dini untuk mengikuti sistem pendidikan berasrama yang diterapkan Sekolah Rakyat. Meski demikian, pihaknya optimistis jumlah pendaftar akan terus bertambah seiring berjalannya sosialisasi dan pendampingan kepada keluarga calon siswa.
Selain fokus pada penerimaan peserta didik, pemerintah juga tengah menyiapkan kebutuhan sumber daya manusia untuk mendukung operasional Sekolah Rakyat yang akan segera berjalan.
Menurut Fadeli, Kementerian Sosial telah menyiapkan proses penambahan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan guna menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Namun, jadwal rinci pelaksanaannya masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Ini datanya informasi dari Kementerian Sosial. Jadi, langsung ke pusat. Itu nanti sudah ada perekrutan guru dan tenaga kependidikan. Tapi tanggal-tanggalnya saya tidak hafal betul tanggal-tanggalnya. Tapi itu ada penambahan,” pungkasnya.
Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui sistem pendidikan berasrama dan dukungan penuh dari negara, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih baik. [nik/ang]

