Kediri (tahukediri.id) – Persiapan Kediri Raya sebagai tuan rumah bersama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XI Jawa Timur 2029 terus dimatangkan. Memasuki tahap kedua koordinasi, KONI Kabupaten Kediri dan KONI Kota Kediri mulai menyusun pemetaan venue pertandingan, membagi cabang olahraga (cabor), hingga menjajaki kerja sama dengan daerah sekitar untuk mendukung penyelenggaraan ajang olahraga terbesar di Jawa Timur itu.
Ketua Umum KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, mengatakan pihaknya telah memetakan kebutuhan infrastruktur untuk 40 cabang olahraga yang direncanakan berlangsung di sejumlah venue yang tersebar di wilayah Kabupaten Kediri.
“Kalau target, kami tentu akan mempersiapkan venue-venue yang nantinya digunakan untuk Porprov 2029 secara maksimal,” ujar Hakim, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, kesiapan sarana olahraga menjadi perhatian utama agar seluruh atlet, ofisial, maupun kontingen mendapatkan fasilitas yang layak selama bertanding.
“Kami ingin memastikan setiap atlet yang bertanding di Kabupaten Kediri memperoleh fasilitas terbaik. Empat puluh cabang olahraga ini menjadi gambaran kesiapan infrastruktur yang kami miliki,” katanya.
Sementara itu, KONI Kota Kediri mengusulkan 35 cabang olahraga digelar di wilayah kota. Pembagian tersebut diharapkan menciptakan pemerataan lokasi pertandingan sekaligus mengoptimalkan fasilitas olahraga yang dimiliki masing-masing daerah.
Tak hanya mengandalkan venue di Kediri Raya, panitia juga membuka peluang memanfaatkan fasilitas olahraga di daerah sekitar apabila terdapat cabang olahraga yang membutuhkan arena khusus.
“Tentu nanti akan kami tawarkan kepada KONI daerah sekitar, seperti Tulungagung atau Blitar, tentunya atas petunjuk Ketua KONI Jawa Timur,” tutur Hakim.
Ketua Umum KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menilai sinergi antara Kota dan Kabupaten Kediri menjadi modal utama untuk menyukseskan Porprov XI/2029. Menurutnya, pembagian cabang olahraga yang telah disepakati menjadi bukti kedua daerah mengedepankan kolaborasi dibanding ego sektoral.
“Semoga ini menjadi momentum sebagai tuan rumah bersama yang solid. Kediri Raya harus melebur, tidak ada lagi sekat ego sektoral antara kota maupun kabupaten,” ujarnya.
Selain pembagian cabang olahraga, konsep penyelenggaraan juga mulai disusun. Salah satunya adalah rencana menggelar upacara pembukaan di Kota Kediri, sedangkan penutupan berlangsung di Kabupaten Kediri sebagai simbol kolaborasi Kediri Raya.
Selanjutnya, hasil pembagian cabang olahraga dan pemetaan venue akan dituangkan dalam dokumen resmi untuk disampaikan kepada KONI Jawa Timur. Dokumen tersebut menjadi dasar pengajuan Surat Keputusan (SK) penetapan tuan rumah oleh Gubernur Jawa Timur.
“Harapannya KONI Jawa Timur segera berkoordinasi dengan Gubernur agar SK penetapan tuan rumah bisa segera diterbitkan. Setelah itu kami dapat melanjutkan ke tahapan persiapan berikutnya,” pungkas Koko.

