Kediri (tahukediri.id) – Dua peristiwa kebakaran terjadi hampir bersamaan di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, pada Senin (13/7/2026) pagi. Kebakaran pertama menghanguskan gudang sebuah rumah di Dusun Jambean, Desa Jambean, Kecamatan Kras, sedangkan kebakaran kedua melalap sekitar 8 hektare lahan tebu di Kecamatan Tarokan. Total kerugian dari dua kejadian tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Peristiwa pertama dilaporkan warga kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri pada pukul 08.52 WIB. Kebakaran terjadi di area gudang rumah milik warga di Dusun Jambean, Desa Jambean, Kecamatan Kras.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, menjelaskan api pertama kali diketahui oleh tetangga korban yang melihat kobaran api berasal dari gudang rumah. Saat kejadian, rumah dalam kondisi kosong tanpa penghuni.
“Api diketahui pertama kali oleh tetangga korban yang melihat api dari area gudang. Pada saat kejadian, rumah tersebut dalam keadaan kosong tanpa penghuni. Api dengan cepat membesar karena area dalam gudang tersebut terdapat barang yang mudah terbakar seperti kasur, ban, dan sparepart kendaraan,” ujarnya.
Menerima laporan tersebut, Tim Damkar Pos Ngadiluwih langsung berangkat menuju lokasi pada pukul 08.55 WIB dan tiba sekitar pukul 09.01 WIB.
Petugas mengerahkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 2.500 liter dengan dukungan sembilan personel. Setelah melakukan proses pemadaman dan pendinginan sesuai standar operasional prosedur (SOP), api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.41 WIB.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menyebabkan kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta. Sementara aset senilai kurang lebih Rp50 juta berhasil diselamatkan.
“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian,” terang Kaleb.
Tak lama berselang, kebakaran kembali terjadi di wilayah Kecamatan Tarokan. Kali ini, api membakar lahan tebu milik H. Ibrahim dan Yuli Harianto di Dusun Gebangkerep Kulon, Desa Tarokan.
Laporan diterima Damkar Pos Grogol sekitar pukul 09.20 WIB. Petugas langsung diberangkatkan tiga menit kemudian dan tiba di lokasi pada pukul 09.28 WIB.
Kaleb menjelaskan, kebakaran diduga bermula dari aktivitas pembakaran sisa daun tebu kering atau daduk. Kondisi cuaca yang panas disertai embusan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke tanaman tebu yang belum dipanen.
“Api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sisa daun tebu kering (daduk) oleh salah satu warga. Karena cuaca panas dan angin yang kencang mengakibatkan api merembet ke lahan tebu yang belum dipanen dengan cepat dan meluas,” katanya.
Berdasarkan laporan di lapangan, luas lahan tebu yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 8 hektare.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kabupaten Kediri mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pos Grogol dengan kapasitas 5.000 liter dan 4.000 liter serta didukung tujuh personel.
Selain menggunakan armada pemadam, petugas juga melakukan penyekatan dan pemadaman manual dengan metode penggepyokan di titik-titik yang tidak dapat dijangkau kendaraan guna mencegah api meluas ke area lainnya.
Api akhirnya berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kebakaran lahan tebu tersebut diperkirakan mengakibatkan kerugian material sekitar Rp780 juta.
Menyusul dua kejadian tersebut, Damkar Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca panas dan angin kencang. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan karena berisiko memicu kebakaran yang lebih luas dan sulit dikendalikan. [nik/ang]

