Kediri (tahukediri.id) – Pemerintah Kabupaten Kediri menghentikan sementara (suspend) distribusi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) dari penyedia Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akibat kasus dugaan keracunan MBG yang menimpa ratusan siswa di Kecamatan Kras sejak Kamis (23/7/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah Pemkab Kediri berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan langsung menerjunkan tim untuk melakukan penelusuran terhadap keracunan MBG ini.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri, Mohamad Solikin, mengatakan penghentian sementara dilakukan mulai hari ini sambil menunggu hasil investigasi.
“Kita sudah koordinasi dengan BGN untuk suspend, dan saat ini sedang didalami oleh tim,” katanya saat dikonfirmasi tahukediri.id, Selasa (28/7/2026).
Sejumlah sekolah yang dilaporkan terdampak antara lain SMPN 1 Kras, MI Barokah, SDN Purwodadi, TK Kusuma Mulya Krandang, SDN Jambean, serta penerima manfaat kategori 3B di Desa Krandang dan Purwodadi.
Sebelumnya, kasus keracunan MBG diketahui sejak Kamis, dimana sejumlah siswa mengeluhkan sakit perut, mual dan diare pada malam harinya. Kondisi siswa tidak masuk semakin bertambah pada hari Jumat (24/7/2026) hingga Senin (28/7/2026) masih ada beberapa siswa yang dilarikan ke rumah sakit setempat, sehingga membuat kepala sekolah melapor kejadian tersebut.
“Sampai dengan informasi semalem, total 211, rawat inap RS Ahmad Dahlan 2 anak. Gejala: mual, pusing, muntah dan beberapa kasus diare,” jelas Solikin.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri Ahmad Khotib menyampaikan bahwa sampel makanan yang diduga menjadi penyebab kejadian telah dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan.
“Sampel makanan sudah dikirim ke Surabaya,” katanya.
Khitib melanjutkan, hingga hari ini belum ada penambahan jumlah kasus. Kondisi para siswa yang terdampak juga dilaporkan terus membaik.
“Sebagian besar sudah membaik dan bersekolah,” pungkasnya.

