Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    Bantu Akses Perbankan Tanpa Libur, Toko Evi BRILink Werungotok Jadi Solusi Transaksi Warga Desa

    24 September 2026 - 21:57

    Dekatkan Akses Perbankan di Desa Jekek Baron, Agen BRILink Rizqi Lancar Jadi Solusi Transaksi dan Belanja Warga

    24 September 2026 - 21:41

    Hari Tani Nasional, Petani Kediri Masih Hadapi Masalah Pupuk, Hama dan Alih Fungsi Lahan

    24 September 2026 - 20:54
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tahu Hukum
    • Tentang
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Dinkes Kota Kediri Fogging di Kelurahan Manisrenggo Usai Satu Warga Positif DBD

    Dinkes Kota Kediri Fogging di Kelurahan Manisrenggo Usai Satu Warga Positif DBD

    Nanik Dwi JayantiNanik Dwi Jayanti News 3 Agustus 2026 - 18:32
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Dinkes Kota Kediri mengadakan fogging untuk mengatasi penyakit DB.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri melakukan pengasapan (fogging) disejumlah titik setelah ditemukannya satu warga yang terkonfirmasi positif Demam Berdarah Dengue (DBD) di kelurahan Manisrenggo, Senin (3/7/2026).

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri, Hendik Supriyanto, mengatakan, langkah tersebut dilakukan menyusul keluarnya Keterangan Diagnosis Rumah Sakit (KDRS) yang menyatakan satu pasien positif DBD.

    “Ya tadi di Manisrengho ada kasus demam berdarah yang sudah positif keluar KDRS. Di rumah sakit itu ada satu orang, kemudian yang dua orang ini sudah kita lakukan RDT (Rapid Diagnostic Tes) untuk pemeriksaan demam berdarah di Pekasmas. Ini ternyata dari RDT-nya positif ya. Hingga harus kita di rujuk ya. Itu yang satu sudah positif hasilnya dari rumah sakit sudah keluar KDRS-nya, yang dua masih proses rujukan. KDRS-nya dari rumah sakit belum keluar namun sudah kita tindak lanjuti,” jelasnya.

    Banner Promo

    Meski hasil diagnosis dua pasien tersebut masih menunggu kepastian dari rumah sakit, Dinkes Kota Kediri langsung melakukan penanganan di lapangan.

    Petugas kesehatan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan Manisrenggo sekaligus melaksanakan fogging karena ketiga pasien berada dalam satu radius yang sama.

    “Semua tadi sudah kita lakukan upaya untuk PSN di lingkungan itu dan juga langsung kita lakukan untuk pengasapan atau pengetapan vogging. Termasuk dua orang yang kita rujuk yang RDT-nya positif tadi. Sudah kebetulan dalam satu radius dengan yang satu positif sudah kita anggap sebagai juga DPD ya,” terangnya.

    Hingga hari ini jumlah kasus DBD yang tercatat di Kota Kediri mencapai 19 kasus sepanjang Januari hingga awal Agustus 2026. Sementara dua pasien yang saat ini masih menjalani pemeriksaan belum dimasukkan dalam laporan resmi karena masih menunggu hasil KDRS.

    Berdasarkan data Dinkes Kota Kediri, mayoritas penderita DBD tahun ini masih berasal dari kelompok usia anak-anak.

    Menurut Hendik, tren kasus DBD tahun ini mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.

    Meski begitu, untuk menekan penyebaran DBD, pihaknya tetap menghimbau masyarakat rutin menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk, serta melakukan berbagai upaya pencegahan lainnya.

    “Kita sudah melakukan sosialisasi lewat media masa ataupun lewat kader-kader. Dan kalau tahun ini Alhamdulillah kasusnya sangat sedikit sekali tahun ini. Tidak hanya di Kota Kudil tapi di daerah-daerah lain kasus rumah berdarah itu memang tahun ini turun sangat drastis,” pungkasnya. [nik/ang]

    Berita Kediri Dinkes Kota Kediri Fogging
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleBRI Salurkan Bantuan TJSL Rp13,4 Juta untuk UMKM Sri Tanjung di Nganjuk, Dorong Ekonomi Desa
    Next Article Kediri Town Square Perbanyak Tenant F&B, Jawab Tren Wisata Kuliner dan Gaya Hidup Pengunjung

    Info Lainnya

    Bantu Akses Perbankan Tanpa Libur, Toko Evi BRILink Werungotok Jadi Solusi Transaksi Warga Desa

    24 September 2026 - 21:57

    Dekatkan Akses Perbankan di Desa Jekek Baron, Agen BRILink Rizqi Lancar Jadi Solusi Transaksi dan Belanja Warga

    24 September 2026 - 21:41

    Hari Tani Nasional, Petani Kediri Masih Hadapi Masalah Pupuk, Hama dan Alih Fungsi Lahan

    24 September 2026 - 20:54

    Tertibkan Mafia Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Surati Pedagang yang Kuasai Lebih dari 5 Unit

    24 September 2026 - 20:45

    15 Pedagang Minta Kepastian Sewa Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Ungkap Banyak Lapak Belum Terpakai

    24 September 2026 - 20:10

    Ratusan Pedagang Pasar Bandar dan Pahing Belum Urus Legalitas, Perumda Beri Waktu 7 Hari

    24 September 2026 - 08:47
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    Bantu Akses Perbankan Tanpa Libur, Toko Evi BRILink Werungotok Jadi Solusi Transaksi Warga Desa

    24 September 2026 - 21:57

    Dekatkan Akses Perbankan di Desa Jekek Baron, Agen BRILink Rizqi Lancar Jadi Solusi Transaksi dan Belanja Warga

    24 September 2026 - 21:41

    Hari Tani Nasional, Petani Kediri Masih Hadapi Masalah Pupuk, Hama dan Alih Fungsi Lahan

    24 September 2026 - 20:54

    Tertibkan Mafia Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Surati Pedagang yang Kuasai Lebih dari 5 Unit

    24 September 2026 - 20:45

    15 Pedagang Minta Kepastian Sewa Kios, Perumda Pasar Joyoboyo Kediri Ungkap Banyak Lapak Belum Terpakai

    24 September 2026 - 20:10
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.