Kediri (tahukediri.id) – Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Pandantoyo dan Desa Ngancar, Kabupaten Kediri, resmi diresmikan, Kamis (13/8/2026).
Jembatan yang membentang sepanjang 18 meter dengan lebar 3 meter tersebut menjadi akses penting yang menghubungkan dua desa. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan semakin memperlancar aktivitas warga, khususnya dalam mendukung kegiatan usaha tani sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana mengatakan, Jembatan Garuda Merah Putih menjadi salah satu infrastruktur yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya para petani.
“Alhamdulillah hari ini diresmikan Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan antara Desa Pandantoyo dengan Desa Ngancar. Ini jembatan yang digunakan untuk usaha tani,” katanya.
Peresmian jembatan Garuda Merah Putih di Ngancar merupakan bagian dari agenda peresmian sejumlah jembatan secara serentak oleh Presiden RI.
“Jadi hari ini tidak hanya TNI, tapi juga dari Pak Kapolres Pare melakukan tasyakuran atas telah diresmikannya jembatan di Kandangan tadi jam 10.00. Jadi serentak diresmikan beberapa titik oleh Pak Presiden dan hari ini Kabupaten Kediri ada di dua titik. Yang pertama di Kandangan, yang kedua adalah titik di Ngancar. Semoga jembatannya bermanfaat,” jelas Mas Dhito.
Pada kesempatan itu, Mas Dhito juga menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait infrastruktur pendukung jembatan. Salah satunya usulan perbaikan dan penguatan ruas jalan sepanjang sekitar 450 meter yang disampaikan pemerintah desa.
“Tadi ada ruas kurang lebih 450 m yang diminta oleh Bu Kades untuk diperbaiki, diperkuat. Kita akan berikan nanti, kita bantu. PKK sifatnya.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Desa Ngancar Kabupaten Kediri,” imbuhnya.
Komandan Kodim 0809 Kediri, Letnan Kolonel Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, menjelaskan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari program pembangunan jembatan yang dilaksanakan TNI Angkatan Darat bersama masyarakat.
Di wilayah Kodim 0809 Kediri terdapat sekitar 14 titik pembangunan jembatan. Sembilan di antaranya telah rampung 100 persen dan sudah bisa digunakan masyarakat.
Sembilan jembatan tersebut terdiri dari empat jembatan beton, tiga jembatan perintis atau jembatan gantung, serta dua jembatan Aramco.
“Selama warga masyarakat di wilayah Kediri Raya butuh kita untuk pembangunan jembatan untuk menghubungkan dari desa ke desa, dari kecamatan ke kecamatan sampai saat kapan pun kita siap untuk membangun jembatan tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut merupakan program atas perintah Presiden yang dikerjakan dengan konsep swakelola dan padat karya, melibatkan TNI serta masyarakat.
“Program ini adalah program kita bersama program jembatan ini bukan proyek pemerintah, bukan, tapi ini merupakan pekerjaan kita atas perintah Presiden yang diberikan kepada kita dan warga masyarakat secara swakelola, padat karya. Jadi kita antara TNI dengan masyarakat,” jelasnya.
Jembatan Garuda Merah Putih diperkirakan memberikan manfaat bagi sekitar 11.000 jiwa di wilayah sekitar. Dengan terbukanya akses penghubung, masyarakat kini memiliki jalur yang lebih mudah untuk beraktivitas, termasuk dalam kegiatan pertanian dan perdagangan.
Jembatan tersebut disebut telah lama dinantikan masyarakat. Pembangunannya menjadi jawaban atas kebutuhan akses warga yang selama kurang lebih empat tahun menunggu hadirnya jembatan penghubung.
Dhavid menilai keberadaan jembatan bukan hanya soal akses fisik. Infrastruktur tersebut juga dapat memperkuat interaksi sosial sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat desa. Karena itu, ia meminta warga ikut menjaga dan merawat jembatan yang telah dibangun.
“Kepada masyarakat Kediri yang sudah mendapatkan jembatan bantuan Bapak Presiden agar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menyambung silaturahmi, untuk memperkuat perekonomian di desa, sehingga bantuan ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin dan agar dirawat dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. [nik/ang]

