Kediri (tahukediri.id) – Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Marfel Duha Saputra harus menjalani kehidupan yang tidak mudah. Di saat anak-anak seusianya memiliki banyak waktu untuk bermain, siswa kelas 5 sekolah dasar ini justru harus membagi waktunya antara belajar, mengaji, dan merawat sang ibu yang sedang sakit.
Kisah Marfel mendapat perhatian Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana. Setelah menerima laporan mengenai kondisi keluarga tersebut sekitar dua hingga tiga pekan sebelumnya, Mas Dhito sapaan akrab Bupati Kediri akhirnya datang langsung untuk menemui Marfel dan ibunya, Kumala (41) di Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kamis (13/8/2026).
Dalam kunjungannya di rumah sederhana itu, Mas Dhito mengungkapkan kekagumannya terhadap keteguhan Marvel. Setiap pagi, Marvel bangun sekitar pukul 06.00 WIB untuk menyiapkan makanan sederhana bagi ibunya sebelum berangkat sekolah pada pukul 06.30 WIB.
Sepulang sekolah sekitar pukul 12.00 WIB, tanggung jawabnya belum selesai. Marvel kembali memasak untuk sang ibu, mencuci piring, membantu memandikan, hingga membantu ibunya ketika hendak ke kamar mandi.
Sore hari, Marvel masih menyempatkan diri untuk mengaji. Setelah mengaji, barulah ia memiliki waktu untuk bermain sebentar dengan teman-temannya. Namun, selepas Magrib, ia kembali ke rumah untuk memasak dan merawat ibunya.
Marfel juga ternyata mampu memasak berbagai jenis makanan. Ia mengaku bisa memasak apa saja selama sudah diberi tahu cara memasaknya.
“Ini anak luar biasa ini. Kapan mainmu kapan? Kata dia mainnya kalau habis ngaji. Setelah habis ngaji, main, habis itu pulang, magriban, habis itu baru masak lagi buat Ibu, ya,” ungkapnya.

Kehidupan tersebut telah dijalani Marvel selama kurang lebih dua tahun, sejak dirinya masih duduk di kelas 3 SD.
Pada kesempatan itu, Mas Dhito juga sempat menanyakan berat tidaknya Marfel dalam menjalani rutinitas tersebut. Menurutnya, Marfel mengakui bahwa pada awalnya ia merasa kesulitan. Namun, seiring waktu, ia mulai terbiasa.
“Dulu awal-awal dia merasa berat, tapi sekarang dia sudah terbiasa,” ungkapnya.
Bagi Mas Dhito, apa yang dilakukan Marfel merupakan sesuatu yang luar biasa untuk anak seusianya. Ia pun berpesan agar Marvel tetap menjaga tiga hal penting dalam hidupnya.
“Yang pertama sekolahmu tetap harus lanjut, ndak boleh berhenti. Yang kedua, tetap rawat ibumu. Yang ketiga, salat dan ngajimu jangan putus. Insyaallah kalau itu tiga-tiganya dilakukan, kamu akan jadi anak yang sukses baik di dunia maupun di akhirat,” pesannya.
Sementara itu, Kumala (41), ibu Marvel, mengaku terharu atas kedatangan Bupati Kediri. Ia telah mengalami sakit selama sekitar dua tahun akibat pengapuran tulang.
Awalnya, Kumala mengalami kesemutan dan rasa linu. Kondisinya kemudian semakin memburuk hingga ia terjatuh dan tidak mampu bangun sendiri.
Selama menjalani sakit, Marvel menjadi sosok yang paling banyak membantunya di rumah. Keduanya tinggal berdua setelah ayah Marvel meninggal dunia sekitar satu tahun lalu akibat kecelakaan.
“Iya, Marfel yang merawat saya. Dari 1 tahunan setelah bapak saya meninggal tabrakan di baratnya patung nanas di sebelahnya polsek,” ujarnya sambil menahan tangis.
Kumala melanjutkan, untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk ketika hendak ke kamar mandi, Marfel membantu semampunya. Sesekali ada kerabat yang datang membantu, tetapi tidak selalu bisa hadir karena harus bekerja mencari nafkah di luar daerah.
“Kadang ada yang bantu, tapi sebenarnya kadang datang, kadang ya juga enggak.
Soalnya dia mencari nafkah ngamen di luar Kediri. Dulu dia pernah kerja di sini, pernah bantu gitu, terus kadang bantu saya kalau pas ada waktu kosong, longgar,” katanya.
Kumala sendiri masih menjalani proses pengobatan. Ia sebelumnya telah dibawa berobat ke RSUD SLG dan kemudian menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Gambiran. Rencananya, tindakan operasi akan dilakukan setelah kondisi ototnya dinilai siap.
Di tengah keterbatasan dan sakit yang dialaminya, Kumala hanya memiliki satu harapan sederhana.
“Saya ingin cepat sembuh, terus merawat Marfel lagi,” ujarnya.
Selain memberikan motivasi, Mas Dhito juga memastikan kebutuhan Marvel dan ibunya mendapat perhatian. Ia juga meninggalkan nomor pribadinya agar Marfel dapat menghubunginya kapan saja apabila membutuhkan bantuan.
“Kebutuhan sekolah, makan, dan sebagainya kita yang akan cukupi,” tegasnya. [nik/ang]

