Kediri (tahukediri.id) – Sekitar 10.000 peserta ikut Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 sekaligus menyambut kontingen Jambore Nasional (Jamnas), Jumat (4/9/2026).
Mengusung tema Memantapkan Langkah Organisasi Mendukung Swasembada Pangan Menuju Indonesia Emas 2045, kegiatan yang diikuti oleh ribuan peserta itu diselenggarakan di Gor Jayabaya Kota Kediri.
Wali Kota Kediri sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Vinanda Prameswati, menegaskan bahwa gerakan Pramuka harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan.
“Saat ini pendidikan kepramukaan harus lebih inovatif, namun tetap menyenangkan bagi peserta didik, berbakti dan melayani bagi masyarakat. Sebagaimana pesan ketua Kwartir Nasional, pendidikan kepramukaan harus berimbang antara pendidikan kepramukaan harus berjalan secara berimbang antara pengembangan mental-spiritual, karakter, kecakapan hidup, dan aksi nyata di tengah masyarakat,” jelasnya.
Menurut Mbak Wali, sapaan akrab Wali Kota Kediri, kegiatan seperti berkemah, baris-berbaris, membaca arah mata angin, sandi morse, hingga semaphore tetap penting untuk membentuk karakter generasi muda.
Namun, pendidikan kepramukaan juga harus dikemas lebih inovatif dan menyenangkan agar sesuai dengan perkembangan generasi saat ini.
Ia juga mengingatkan anggota Pramuka agar tidak hanya menghafalkan Dasa Darma, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Terlebih, adanya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) yang saat ini berlangsung sangat cepat.
Mbak Wali mendorong anggota Pramuka Kota Kediri menjadi generasi yang cerdas dalam menggunakan teknologi.
“Gunakan tekonoligi untuk berkarya, belajar berwirausaha, berbagi kebaikan dan memberikan manfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Kediri, Edy Herwiyanto, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen penyambutan kontingen Jambore Nasional Kota Kediri yang baru saja kembali dari Cibubur.
Jadi hari ini itu hari Pramuka yang ke-65 tahun sama menyambut penyambutan kontingen Jamnas yang telah pulang dari Jambore Nasional Cibubur.
Dalam Jamnas sendiri, Kota Kediri mengirimkan 32 peserta, termasuk enam anggota Pramuka berkebutuhan khusus.
Meski tidak ada perlombaan dalam kegiatan Jamnas, kontingen Kota Kediri mendapat apresiasi dalam kegiatan karnaval. Penampilan mereka dinilai memiliki keunikan tersendiri.
“Kota Kediri kemarin untuk karnavalnya diapresiasi, unik keunikannya,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, anggota pramuka juga diberi sejumlah penghargaan. Di antaranya penghargaan untuk kontingen Jamnas, Pramuka pendukung, hingga sejumlah pihak yang turut berperan dalam kegiatan kepramukaan.
Penghargaan juga diberikan kepada peserta lomba dalam rangka Hari Pramuka, di antaranya lomba vlog dan video.
Edy menilai, geliat kegiatan Pramuka di Kota Kediri saat ini mulai tumbuh kembali. Berbagai agenda akan digelar untuk meningkatkan semangat dan kreativitas anggota Pramuka.
“Ke depan nanti Bulan September nanti ada Jambore Pramuka. Kemudian nanti juga ada lomba-lomba latihan lomba tingkat lomba tingkat empat itu di tingkat Kota Kediri, mulai lomba robotika, lomba Mobile Legends dan lain-lain. Yang kekinian yang disukai oleh gen Z,” ujarnya.
Menurut Edy, inovasi tersebut menjadi salah satu upaya agar Pramuka tetap diminati generasi muda di tengah perkembangan teknologi.
Meski demikian, nilai utama kepramukaan tetap menjadi pijakan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam Trisatya dan Dasadarma.
“Tentunya dengan semangat hari pramuka yang ke-65, mari kita satukan langkah dan tetap semangat untuk terus berkarya,” tandas Mbak Wali. [nik/ang]

