Close Menu
tahukediri.idtahukediri.id
    What's Hot

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    5 September 2026 - 10:14

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.id
    • Beranda
    • News
    • Travel
      • Wisata
      • Kuliner
      • Seni & Budaya
    • Multimedia
      • Foto
      • Video
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Arsip
    Facebook X (Twitter) Instagram
    tahukediri.idtahukediri.id
    Home»News»Matangkan Potensi Ekonomi Desa, Mahasiswa Universitas Kadiri Rancang Konsep Bisnis ‘Singgah Ngasem’

    Matangkan Potensi Ekonomi Desa, Mahasiswa Universitas Kadiri Rancang Konsep Bisnis ‘Singgah Ngasem’

    Mohamad EdyMohamad Edy News 5 September 2026 - 08:08
    WhatsApp Facebook Twitter LinkedIn Tumblr Pinterest Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Kediri (tahukediri.id) – Gagasan pengembangan kawasan ekonomi baru di Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, mulai dimatangkan ke dalam cetak biru perencanaan bisnis. Melalui program kerja Kuliah Kerja Nyata (Kukerta), mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kadiri merancang analisis awal untuk kawasan “Singgah Ngasem”.

    Konsep kawasan ini diproyeksikan sebagai tempat persinggahan terpadu (rest area) yang tidak hanya melayani pengguna jalan, tetapi juga menjadi pusat kuliner, area ruang terbuka publik, serta wadah pemberdayaan UMKM lokal.

    Perancangan Model Bisnis Lewat Lean Canvas

    Banner Promo

    Ketua Kelompok Kukerta Universitas Kadiri di Desa Ngasem, Maeda, menjelaskan bahwa kehadiran program FEB difokuskan untuk menyusun kerangka bisnis, strategi pemasaran, identitas visual, serta proyeksi finansial agar gagasan desa tersebut memiliki pijakan ilmiah yang terarah.

    “Singgah Ngasem saat ini masih berada pada tahap konsep dan belum direalisasikan sebagai rest area yang beroperasi,” tegas Maeda.

    Dalam memetakan potensi kawasan, mahasiswa memanfaatkan metode Lean Canvas untuk menganalisis calon konsumen, permasalahan lapangan, solusi penawaran, keunggulan kompetitif, hingga indikator keberhasilan.

    Ikon kuliner lokal seperti Sate Bu Jumangin diproyeksikan menjadi daya tarik utama (traffic driver) untuk menggaet pengunjung. Selain itu, kawasan ini dirancang memiliki fasilitas pendukung seperti stand UMKM, area kafe rooftop, panggung seni, playground, pedestrian, Wi-Fi gratis, hingga fasilitas SPKLU kendaraan listrik. Identitas visual kawasan juga diperkuat dengan penggunaan maskot Desa Ngasem bernama “SEMA” (Semangat Ngasem).

    Proyeksi Investasi Rp996 Juta dan Simulasi Finansial

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Kadiri merancang analisis awal untuk kawasan “Singgah Ngasem”.

    Dari kacamata finansial, tim Kukerta menyusun estimasi kebutuhan modal awal dan titik impas atau Break Even Point (BEP). Kebutuhan modal terbagi menjadi investasi fisik khusus sebesar Rp146,36 juta dan investasi makro penataan kawasan sekitar Rp850 juta, sehingga total kebutuhan investasi diproyeksikan mencapai Rp996 juta.

    Untuk mencapai BEP, kawasan ini membutuhkan pendapatan rata-rata Rp28 juta per bulan (sekitar Rp930 ribu per hari). Dengan asumsi nilai transaksi rata-rata Rp30 ribu per pengunjung, kawasan butuh melayani sekitar 31 transaksi per hari. Namun, tim mengusulkan target aman 40-50 transaksi harian untuk mengantisipasi fluktuasi pengunjung.

    Simulasi arus kas juga disusun dalam tiga skenario operasional:

    Skenario Pesimis: Pendapatan Rp22 juta/bulan vs biaya rutin Rp29,5 juta (Defisit Rp7,5 juta).

    Skenario Moderat: Pendapatan Rp34,2 juta/bulan vs biaya rutin Rp29,5 juta (Surplus Rp4,7 juta).

    Skenario Optimis: Pendapatan Rp45 juta/bulan vs biaya rutin Rp32 juta (Surplus Rp13 juta).

    Rekomendasi Pembangunan Bertahap dan Kelanjutan Data

    Hasil analisis menyarankan agar Pemerintah Desa Ngasem melakukan pembangunan secara bertahap berbasis data lapangan. Prioritas awal disarankan fokus pada penyediaan area parkir, toilet umum, aksesibilitas jalan, dan booth kuliner sebelum melangkah ke fasilitas berbiaya besar seperti SPKLU dan playground.

    Terkait skema pembiayaan, kajian membuka peluang kolaborasi antara Dana Desa, APBD, program CSR BUMN/swasta, maupun hibah pemerintah yang relevan.

    Bagi mahasiswa Universitas Kadiri, perancangan Singgah Ngasem menjadi sarana penerapan ilmu manajemen, analisis keuangan, dan kewirausahaan secara kontekstual. Dokumen studi kelayakan, logo, rancangan Lean Canvas, hingga akun media sosial yang telah dibuat diserahterimakan kepada pihak desa sebagai pijakan dasar pengembangan ekonomi perdesaan di masa mendatang. ***

    Berita Kediri Kukerta Unik 2026 Singgah Ngasem Universitas Kadiri
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleDorong Daya Saing Produk Lokal, Mahasiswa Universitas Kadiri Dampingi 4 UMKM Toyoresmi Go Digital
    Next Article Tiga Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan di Kediri, Lahan Tebu hingga Silo Pabrik Terbakar

    Info Lainnya

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    5 September 2026 - 10:14

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02

    Tiga Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan di Kediri, Lahan Tebu hingga Silo Pabrik Terbakar

    5 September 2026 - 09:54

    Dorong Daya Saing Produk Lokal, Mahasiswa Universitas Kadiri Dampingi 4 UMKM Toyoresmi Go Digital

    4 September 2026 - 09:25

    Sejumlah Fakta yang Melatar Belakangi Aksi Mogok Jualan Pedagang Pasar Bandar Kediri

    3 September 2026 - 17:47
    Leave A Reply Cancel Reply

    Info Menarik!

    10.000 Pramuka Meriahkan Apel Akbar Hari Pramuka ke-65 dan Sambut Kontingen Jamnas di GOR Jayabaya

    5 September 2026 - 10:28

    Dari Kuliner hingga Fesyen Muslim, SYIAR 2026 Dorong Ekonomi Syariah Makin Berkembang

    5 September 2026 - 10:14

    Damkar Pare Kediri Bantu Lepaskan Cincin di Jari Siswa yang Membengkak

    5 September 2026 - 10:02

    Tiket Laga Perdana Kontra Dewa United Cuma Rp50 Ribu, Persik Kediri Ingin Stadion Brawijaya Kembali Membara

    5 September 2026 - 09:58

    Tiga Kebakaran Terjadi Hampir Bersamaan di Kediri, Lahan Tebu hingga Silo Pabrik Terbakar

    5 September 2026 - 09:54
    © 2026 TahuKediri.ID | serba tahu soal Kediri

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.